Konten dari Pengguna

Meski Hidup Kekurangan, Pedagang Sabun di Bogor Ini Buka Rumah Makan Gratis

Profil Orang Sukses

Profil Orang Sukses

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aditya Prayoga, pendiri dari Rumah Makan Gratis. Rumah makan ini menyediakan makanan dan minuman yang bisa didapat oleh siapapun secara cuma-cuma. Foto: instagram.com/rumah_makan_gratis.
zoom-in-whitePerbesar
Aditya Prayoga, pendiri dari Rumah Makan Gratis. Rumah makan ini menyediakan makanan dan minuman yang bisa didapat oleh siapapun secara cuma-cuma. Foto: instagram.com/rumah_makan_gratis.

Bukan suatu pernyataan yang salah jika karir sebagai pengusaha akan lebih baik jika diiringi dengan beramal. Adapun untuk beramal, kita tidaklah juga harus menunggu hingga menjadi seorang pengusaha sukses.

Hal itu dibuktikan oleh Aditya Prayoga. Pekerjaannya sehari-hari adalah pedagang Murrotal (rekaman lantunan ayat suci Al-Qur’an) dan sabun dengan penghasilan yang tidak tentu. Meski begitu, ia mampu mendirikan rumah makan, namun tidak dipungut biaya sepeserpun.

Rumah makan yang didirikan oleh Adit ini bernama Rumah Makan Gratis. Rumah Makan Gratis menyediakan makanan dan minuman seperti nasi, telur balado, ayam, teh, dan kopi sebagaimana rumah makan pada umumnya, hanya saja siapapun bisa menikmati hidangan yang tersedia secara gratis tanpa syarat apapun termasuk identitas dan latar belakang ekonomi.

Terletak di Jalan Raya Ciangsana No.01, Gunung putri, Kabupaten Bogor, Rumah Makan Gratis menerima semua kalangan, mulai dari pemulung hingga orang kaya. Rumah makannya juga bahkan pernah didatangi oleh Presiden Republik Indonesia keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dalam wawancaranya di acara Talkshow “Hitam Putih” pada tahun 2018, rumah makan gratis mampu menyediakan 100 porsi lebih makanan. Adit mengakui bahwa porsi tersebut adalah sebuah peningkatan yang di mana sebelumnya hanya mampu menyediakan 50 porsi saja.

Adapun modal yang dikeluarkan untuk rumah makan ini ia dikeluarkan dari dana pribadi ataupun donasi. Bagi Adit, rumah makan gratis tetap memberikan keuntungan, yaitu ketenangan, keberkahan, dan kebahagiaan.

Pernah mengalami kelaparan

Adit melakukan kegiatan sosial. Foto: instagram.com/rumah_makan_gratis.

Tokoh-tokoh di dalam profil orang sukses tidak semuanya datang dari kalangan berada. Beberapanya memiliki masa lalu yang kurang beruntung, namun mereka tetap berjuang hingga sukses dan menginspirasi.

Adit awalnya tidak memiliki pekerjaan dan dilanda oleh kelaparan. Nasibnya tertolong ketika seorang penjaga Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, memberinya makanan. Selain itu, Adit juga ditawari sebagai penjaga lahan parkir dari masjid tempat ia tinggal itu.

Selepas bekerja sebagai penjaga lahan parkir, Adit memutuskan untuk mejadi pedagang. Bisnis pertama yang ia coba adalah menjual Murrotal.

Membantu dhuafa dan orang tua

Rumah makan Gratis milik Adit. Foto: instagram.com/rumah_makan_gratis

Tercetusnya Rumah Makan Gratis berasal dari pengalaman pribadi Adit. Pria itu pernah mendapati seorang nenek-nenek yang hidup sebatang kara dan bekerja sebagai pemulung. Adit mendapati bahwa nenek itu harus tetap bekerja di saat kakinya mengalami luka berat yang menyebabkan jalannya pincang karena demi menyambung hidup.

Karena hal itu, Adit selalu meminta tolong kepada istrinya agar porsi masakan di rumah diperbanyak untuk dibagikan kepada nenek sebatang kara. Seiring berjalannya waktu, porsi masakan yang dibuat oleh istrinya semakin banyak karena mereka tidak hanya memasak untuk sang Nenek saja, tetapi orang-orang banyak.

Perjalanan Rumah Makan Gratis ini terbilang sulit. Demi modal membangun Rumah Makan Gratis, Adit memutuskan untuk menjual sepeda motornya sendiri untuk modal.

Ide Adit juga pada awalnya dipertanyakan oleh sang istri. Istrinya khawatir bahwa Rumah Makan Gratis tidak mampu berjalan dengan konsinsten.

Tidak berhenti di situ, Ketika pertama kali berdiri 2016, Adit juga pernah menjadi korban fitnah. Pria itu dituduh telah mencuri sepeda warga setempat yang padahal menurut pengakuan adit, tindakan kriminal itu sebenarnya dilakukan oleh pemulung.

Akibatnya, Adit dan istrinya pindah dan menempati sebuah rumah petak. Warung makan gratis itu kemudian ia buka kembali di sebuah tanah yang ia pinjam dan dikelola oleh Adit, istrinya, dan seorang juru masak.

Kebaikannya yang Adit lakukan secara konsisten membuahkan hasil. Adit mendapatkan bantuan dari Ketua Badan Permusyawaratan Desa Ciangsana. Bantuan itu berupa tanah seluas 500 m2 yang diberikan secara cuma-cuma untuk rumah makan gratis miliknya sehingga bisa menampung orang lebih banyak lagi.

Sekarang, Adit masih mengelola Rumah Makan Gratis yang bisa dilihat di Instagram @rumah_makan_gratis. Di media sosial ini juga Adit melakukan kegiatan sosial lainnya seperti menggalang dana dan mempublikasikan orang-orang memang memerlukan bantuan dari masyarakat.