Miliarder India Rahul Bajaj Tutup Usia, Ini Perjalanan Kariernya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu miliarder asal India, Rahul Bajaj dikabarkan telah tutup usia. Jenazah akan dikebumikan di negara bagian tempat ia berasal yaitu Maharashtra, India.
Rahul Bajaj merupakan salah satu pimpinan di perusahaan konglomerat asal India yaitu Bajaj Group. Ia telah mengambil alih perusahaan sejak 1942 dan menjadi anggota tertua dari klan Bajaj.
Rahul Bajaj meninggal di usia 83 tahun. Mengutip Indian Express, Selasa (15/02), Rahul Bajaj memiliki penyakit pneumonia dan gangguan pada jantung. Ia sempat dirawat di rumah sakit selama satu bulan dan meninggal pada 12 Februari 2022.
Kiprahnya yang besar khususnya di dunia industri membuat kepergiannya menjadi kabar duka yang mendalam bagi masyarakat India. Bahkan Presiden India Ram Nath Kovind turut menyampaikan pesan belasungkawa.
“Saya sedih mendengar kabar kematian Shri Rahul Bajaj. Ia adalah sesepuh di industri India. Karirnya mencerminkan kebangkitan dan kekuatan bawaan sektor korporasi bangsa. Kematiannya meninggalkan kehilangan dalam dunia industri,” tulis Presiden India Ram Nath Kovind, mengutip dari unggahan Twitternya.
Keberhasilannya dalam memimpin perusahaan membuat nama Rahul Bajaj termasuk dalam daftar miliarder dunia versi Forbes. Namanya pertama kali termasuk sebagai miliarder dunia pada 2007 dengan kekayaan USD 1,1 miliar. Saat tutup usia, Rahul Bajaj tercatat memiliki harta sekitar USD 8,2 miliar (atau Rp 117 triliun) dan menempati posisi ke 302 sebagai miliarder dunia.
Forbes melansir, Rahul Bajaj merupakan cucu dari pendiri grup Bajaj yaitu Jamnalal Bajaj yang mendirikan grup tersebut pada 1926. Jamnalal merupakan anak mentor Mahatma Gandhi dan bergabung untuk mendorong kebebasan serta menjalankan bisnis berdasarkan nilai-nilai dari Gandhi yaitu fokus pada kualitas.
Sebelum Rahul, perusahaan sempat dipimpin oleh putra tertua Jamnalal yaitu Kamalnayan. Di masa pimpinan Kamalnayan, yakni pada 1942, perusahaan berkembang menjadi manufaktur terutama skuter. Kemudian pada 1972 dilanjutkan oleh adik Kamalnayan yaitu Ramkrishna yang memimpin hingga ia tutup usia pada 1994.
Pimpinan perusahaan kemudian dipegang oleh Rahul Bajaj. Di bawah pimpinannya, grup Bajaj berkembang menjadi bisnis konglomerat dengan 40 perusahaan di berbagai sektor seperti kendaraan roda dua, jasa keuangan, dan peralatan listrik.
Semasa hidupnya, Rahul Bajaj sempat dianugerahi Padma Bhushan, salah satu penghargaan sipil tertinggi di dunia. Ia juga mantan anggota Rajya Sabha, majelis tinggi parlemen India. Ia dikenal sebagai sosok yang vokal dan tidak pernah ragu untuk menyampaikan kebenaran kepada pemegang kuasa.
Rahul Bajaj sempat menempuh pendidikan di Universitas Havard untuk studi MBA. Sekembalinya dari Amerika, yaitu pada 1970, Rahul Bajaj mengambil alih Bajaj Auto.
Selama beberapa dekade, Bajaj Auto berhasil menguasai pasar motor skuter India. Brand nya dikenal dengan iklan “Hamara Bajaj” atau diartikan “Bajaj Kami”. Slogan itu mencerminkan loyalitas merek yang telah dibangun Rahul di antara masyarakat menengah India.
Namun pada 1984, Bajaj Auto mengalami persaingan yang cukup ketat. Pasar sepeda motor seperti dari Honda Jepang mulai mendominasi pasar dan akhirnya menyalip Bajaj Auto.
Rahul Bajaj kemudian menyerahkan Bajaj Auto kepada kedua putranya, Rajiv dan Sanjiv pada 2005 untuk bertanggung jawab atas layanan keuangan. Kemudian tahun lalu, Rahul Bajaj resmi mengundurkan diri sebagai ketua Bajaj Auto, namun tetap menjadi ketua emeritus.
Sedangkan beberapa grup perusahaan di Bajaj dipimpin oleh sepupu dekat Rahul yaitu Niraj, Shekhar, dan Madhur.
