Perjalanan Mahasiswa yang Dulunya Drop Out 2 Kali, Kini Berharta Rp 680 Triliun

Konten dari Pengguna
22 Juni 2021 12:18
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Perjalanan Mahasiswa yang Dulunya Drop Out 2 Kali, Kini Berharta Rp 680 Triliun (923)
zoom-in-whitePerbesar
Larry Ellison/koalahero.com
ADVERTISEMENT
Menjadi seorang pengusaha yang sukses tentu saja tidak bisa didapatkan secara instan dan mudah. Meski terdapat beberapa orang yang menjalankan bisnis yang diturunkan dari keluarganya, tetapi banyak juga orang yang memulai bisnis mereka benar-benar dari 0.
ADVERTISEMENT
Bagi mereka yang memulai bisnis dari awal, tentu akan banyak perjuangan dan rintangan yang harus dihadapi demi mencapai titik sukses.
Seperti halnya yang dialami oleh Larry Ellison yaitu pendiri perusahaan perangkat lunak yang bernama Oracle Company. Perusahaan Oracle adalah perusahaan teknologi yang berfokus dalam mengembangkan sistem manajemen basis data terbesar di dunia.
Perusahaan Oracle sudah sangat terkenal sebagai pengembang teknologi. Khususnya dengan produk-produk yang dikeluarkan seperti Oracle RDBMS, Mysql, dan Java.
Dalam perjalanan membangun dan mengembangkan Oracle, Larry ternyata memiliki kisah yang cukup memilukan pada masa kecilnya.
Pria dengan nama lengkap Lawrence Joseph Ellison ini lahir di Manhattan, New York, Amerika Serikat pada 17 Agustus 1944. Ibunya merupakan seorang ibu tunggal bernama Florence Spellman.
ADVERTISEMENT
Ayah Larry adalah seorang pilot angkatan udara Amerika Serikat yang diketahui berasal dari Italia, sedangkan ibunya adalah seorang Yahudi. Saat usianya masih 9 bulan, Larry mengidap penyakit radang paru-paru.
Karena kondisi ekonomi ibunya saat itu sedang sulit tetapi ibunya ingin Larry hidup bahagia dan sejahtera, akhirnya ia diserahkan kepada bibi dan pamannya yaitu Lillian dan Louis Ellison untuk dirawat dengan baik.
Bibi dan pamannya dengan senang hati mengadopsi Larry. Setelah itu Larry pindah dan dibesarkan di Chicago, AS bersama orang tua angkatnya. Sedangkan ibunya sedang mencari pekerjaan di California.
Saat menginjak usia sekolah dasar, ia bersekolah di Eugene Field Elementary School, yang setara dengan sekolah dasar. Lalu ia melanjutkan pendidikannya di South Shore High School. Setelah lulus mengenyam pendidikan sekolah, Larry melanjutkan studinya ke Universitas di University of Illinois, jurusan Ilmu Fisika.
ADVERTISEMENT
Tapi sangat disayangkan, nasibnya tak baik. Tidak lama ia berkuliah, ia terpaksa harus drop out karena ibu angkatnya telah meninggal dunia dan ia tak mampu meneruskan biaya kuliah dan juga tak mampu memiliki nilai yang bagus.
Seiring berjalannya waktu, Larry kemudian memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya di Chicago University. Namun sayangnya, ia harus drop out lagi untuk yang kedua kali karena ia tak sanggup membayar biaya kuliah.
Karena ia sudah berhenti kuliah, ia memutuskan untuk pindah ke Berkeley, California dengan bermodalkan uang yang sangat sedikit. Untuk dapat menghidupi dirinya, ia mencoba melamar berbagai jenis pekerjaan.
Ia tertarik pada bidang komputer, kemudian ia memperdalam dan mempelajarinya secara otodidak. Karena ketertarikannya pada komputer, akhirnya ia mendapatkan pekerjaan di perusahaan bernama Fireman’s Fund sebagai teknisi komputer.
ADVERTISEMENT
Ia sempat berpindah-pindah pekerjaan sampai pada suatu saat ia bekerja di perusahaan bernama Ampex sebagai programmer dan pengembang mainframe IBM. Saat bekerja disana, ia mendalami teori basis data relasional.
Sampai pada tahun 1977, ia memberanikan mengajak temannya untuk mendirikan suatu perusahaan pengembangan perangkat lunak yang berfokus pada manajemen basis data yaitu Oracle.
Bermodalkan US$ 2000 atau setara Rp 28 juta, perusahaannya telah mendapat klien terbesar dan dipercaya oleh CIA. Oracle berkembang dengan pesat, dan sukses menjadi perusahaan pengembang software kedua setelah Microsoft.
Karena kesuksesannya, Larry masuk kedalam daftar salah satu orang terkaya di dunia. Dilansir dari Forbes, ia mndapat peringkat ke 7 dengan total kekayaan sebesar US$ 52,3 miliar atau setara Rp 680 Triliun.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020