Konten dari Pengguna

Perjalanan Steve Ballmer, dari Karyawan hingga Pernah Jadi CEO Microsoft

Profil Orang Sukses

Profil Orang Sukses

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Steve Ballmer. Foto: REUTERS/Mike Segar
zoom-in-whitePerbesar
Steve Ballmer. Foto: REUTERS/Mike Segar

Steven Anthony atau bisa dikenal dengan Steve Ballmer adalah seorang pengusaha Amerika yang menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Microsoft dari Januari 2000 hingga Februari 2014.

Sebelum menjadi CEO, ia memegang sejumlah posisi penting di Microsoft, memimpin beberapa departemen termasuk operasi , pengembangan sistem operasi, serta penjualan dan dukungan.

Dia juga pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Eksekutif, Penjualan dan Dukungan, dan Presiden Microsoft. Sebagai teman kuliah Bill Gates, salah satu pendiri Microsoft, Ballmer adalah salah satu karyawan awal perusahaan. Bahkan, ia adalah manajer bisnis pertama yang dipekerjakan oleh Gates.

Lahir dari keluarga kaya, Steve Ballmer tumbuh menjadi siswa yang sangat brilian dengan keterampilan luar biasa dalam matematika. Dia lulus dari Harvard College dan bekerja sebentar di Procter & Gamble sebelum bergabung dengan Stanford Graduate School of Business.

Sosok Karyawan yang Loyal dan Memegang Sejumlah Posisi

Lahir dari etnis Swiss dan Yahudi, Ballmer memang dikenal sosok anak yang cemerlang sejak belajar di sekolah. Ia mengenyam pendidikan di Detroit Country Day School dengan beasiswa dan lulus dengan nilai sempurna 800 pada bagian matematika SAT.

Kemudian dia mendaftar di Harvard College dan lulus dengan nilai magna cum laude dengan A.B. dalam matematika terapan dan ekonomi, pada tahun 1977. Di kampus itulah ia berteman dengan Bill Gates.

Ballmer menyukai olahraga dan menjadi manajer tim sepak bola Harvard Crimson. Dia juga bekerja di surat kabar The Harvard Crimson serta Harvard Advocate.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia bergabung dengan Procter & Gamble sebagai asisten manajer produk, jabatan yang dipegangnya selama dua tahun. Kemudian bergabung dengan Stanford Graduate School of Business pada tahun 1979.

Teman kuliah Ballmer, Bill Gates, pada saat itu putus sekolah untuk ikut mendirikan Microsoft. Setelah menyelesaikan tahun pertamanya di sekolah bisnis, Ballmer mendekati temannya berharap untuk memperoleh pekerjaan di perusahaannya.

Gates malah meminta Ballmer untuk mengambil pekerjaan penuh waktu mengelola operasi perusahaan. Pada tahun 1980, Ballmer meninggalkan Stanford Graduate School of Business dan bergabung dengan Microsoft pada bulan Juni, menjadi manajer bisnis pertama yang dipekerjakan oleh Gates.

Ballmer bisa dibilang karyawan yang sangat loyal. Salah satu perannya yang paling awal adalah merekrut karyawan yang kompeten untuk perusahaan yang sedang berkembang. Meskipun bukan seorang programer sendiri, Ballmer memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi bakat potensial.

Selama beberapa tahun berikutnya ia memegang banyak posisi penting di perusahaan dan pada Februari 1992, ia diangkat menjadi Wakil Presiden Eksekutif, Penjualan dan Dukungan. Dalam posisi ini ia memimpin pengembangan .NET Framework.

Pada Juli 1998 ia dipromosikan menjadi Presiden Microsoft, posisi yang dipegangnya hingga Februari 2001. Ballmer secara resmi ditunjuk sebagai Chief Executive Officer (CEO) pada Januari 2000.

Pensiun dari Microsoft, Ballmer sekarang berfokus pada salah satu hasratnya yang lain dengan saat ini menjadi pemilik Los Angeles Clippers dari National Basketball Association (NBA).

Di bawah Kepemimpinan Ballmer, Pendapatan Microsoft Naik 215 Persen

Di bawah kepemimpinannya, Microsoft mendiversifikasi rangkaian produknya untuk memasukkan produk-produk seperti sistem konsol permainan elektronik Xbox dan keluarga pemutar media portabel Zune.

Microsoft mencatat peningkatan laba yang fenomenal selama masa jabatan Ballmer sebagai CEO. Pendapatan tahunan perusahaan melonjak dari USD 25 miliar menjadi USD 70 miliar, sementara laba bersihnya meningkat 215 persen menjadi USD 23 miliar.

Meskipun sudah tidak menjabat sebagai CEO Microsoft lagi, Ballmer saat ini menduduki posisi orang terkaya ke sembilan di dunia versi Forbes 2022. Dilaporkan bahwa kekayaannya saat ini mencapai USD 82,7 miliar atau Rp 1.227 triliun.