Konten dari Pengguna

Perjalanan Tukul Arwana, Mantan Sopir Angkot yang Jadi Juragan Kontrakan

Profil Orang Sukses

Profil Orang Sukses

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tukul Arwana. Foto: Munady Widjaja
zoom-in-whitePerbesar
Tukul Arwana. Foto: Munady Widjaja

Di balik kesuksesan seseorang, pasti ada kerja keras dan proses yang harus dilewati. Seperti yang dialami pelawak dan presenter kawakan Indonesia, Tukul Arwana.

Tukul tumbuh dalam keluarga yang sederhana. Hal inilah yang membuat pria kelahiran Semarang 1963 ini, memiliki daya juang dan semangat yang tinggi.

Pria yang terlahir dengan nama Riyanto ini memiliki daya tahan tubuh yang kurang baik, ia mudah terserang penyakit. Kedua orang tuanya memutuskan untuk menambah namanya menjadi Tukul Riyanto. Ajaibnya, sejak namanya diubah ia jarang terserang penyakit.

Komedi, merupakan bakat alami yang dimiliki Tukul Arwana. Sejak duduk di kelas VI SD ia sudah mulai mengembangkan bakatnya dengan mengikuti berbagai macam perlombaan lawak. Tak ada perjuangan yang sia-sia, ia berhasil menjuarai berbagai perlombaan lawak tersebut.

Permasalahan ekonomi mulai menerpa keluarganya, ketika Tukul duduk di bangku kelas 3 SMP. Rumah yang ditempatinya selama ini harus dijual. Puncaknya, ketika ia duduk di bangku SMA. Tukul kesulitan untuk membayar biaya sekolah.

Tak pantang menyerah, Tukul memutuskan untuk mencari pekerjaan sambilan guna membiayai sekolahnya. Lulus dari SMA, Tukul memutuskan untuk bekerja sebagai sopir angkutan umum. Profesi ini ia lakoni selama bertahun-tahun, sebelum akhirnya hijrah ke Jakarta.

Tukul pergi ke Jakarta bersama kedua rekannya yakni Joko Dewo, dan Tony Rastafara di tahun 1992. Berniat mengubah hidup di Jakarta, Tukul malah melakoni profesi lamanya menjadi sopir. Namun bedanya, kali ini ia menjadi sopir pribadi bukan sopir angkutan umum.

Selang beberapa tahun, Tukul Arwana memutuskan untuk meminang pujaan hatinya, Susiana. Meskipun belum merdeka secara finansial, Tukul percaya ia bisa meraih kesuksesan ketika ia bersama orang yang disayang.

Kondisi perekonomian Tukul mulai membaik tatkala ia bekerja di Radio Humor SK bersama rekan pelawak yang lain seperti Bagito, Patrio, Ulfa Dwiyanti, dan lain-lain.

Namanya mulai melambung ketika Tukul didapuk menjadi model video klip "Air" bersama dengan artis cilik Joshua Suherman di tahun 1997.

Tukul Arwana semakin terkenal di masyarakat ketika dia menjadi pembawa acara dalam acara talk show “Bukan Empat Mata”. Kesuksesan yang selama ini ia impikan berhasil ia genggam. Bahkan dirinya sempat didapuk sebagai selebriti dengan bayaran termahal.

Tawaran menjadi bintang sinetron, film, bahkan iklan terus berdatangan. Tak ada yang menyangka, jika seorang mantan sopir berhasil menjadi salah satu selebriti papan atas Indonesia.

Kabar duka datang ditengah puncak kariernya yang cemerlang. Sang istri yang amat ia cintai berpulang untuk selamanya. 2016 merupakan tahun yang berat bagi hidupnya.

Selang beberapa lama Tukul akhirnya bangkit dan mulai menata kembali hidupnya. Pundi-pundi uang yang ia peroleh, ia gunakan untuk investasi. Bukan berupa saham atau emas, melainkan kontrakan.

Tukul memiliki kontrakan 200 pintu yang tersebar di Jabodetabek. Penghasilan yang berhasil ia raup dari bisnis kontrakan ini mencapai Rp 500 juta per bulan. Selain menjadi juragan kontrakan, Tukul juga menggeluti bisnis lain di bidang kuliner yakni Bakso Tukul.

Kesuksesan yang ia raih merupakan buah dari kerja keras dan doa yang selalu ia haturkan di setiap sujudnya. Semua orang bisa sukses jika memiliki kemauan dan tekad yang kuat. Terus berusaha dan berdoa hingga kesuksesan berhasil kamu genggam.

(AAG)