Perjuangan Haji Rohman Mendirikan Es Cendol Elizabeth yang Kini Legendaris

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Warga Indonesia, khususnya Bandung pasti sudah tidak asing lagi hidangan Es Cendol Elizabeth. Es Cendol yang melegenda ini sudah dikenal oleh banyak orang. Bahkan saat ini, banyak bisnis cendol yang mendompleng pada kepopuleran Cendol Elizabeth.
Sosok di balik cendol legendaris itu adalah Haji Rohman. Pria tersebut telah merintis bisnis cendolnya sejak 1972. Bukan jalan yang mudah, Haji Rohman mengawali bisnis kulinernya hanya menggunakan gerobak keliling.
Haji Rohman besar di Pekalongan. Sejak kecil dirinya sudah harus mencari uang untuk membantu perekonomian keluarga.
Hal tersebut dikarenakan sang ayah sudah meninggal sejak Haji Rohman masih duduk di bangku 2 SD. Selain itu, ia juga merupakan satu-satunya anak laki-laki dalam keluarga.
Oleh karena itulah Rohman memegang tanggung jawab sebagai tulang punggung keluarga. Akhirnya ia memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikannya dan memilih untuk berjualan minuman segar yaitu es cendol.
Awalnya, Rohman menjual dagangan es cendolnya di daerah Leo Genteng, Astana Anyar, Kota Bandung. Ia menjual dagangannya dengan cara berkeliling menggunakan gerobak kecil miliknya.
Setelah berkeliling, Rohman memarkirkan dagangannya di depan sebuah rumah Jalan Ciateul. Pemilik rumah tersebut merupakan langganan cendol Rohman.
Selain berlangganan, pemilik rumah itu juga tak jarang membantu Rohman berjualan. Dikarenakan Rohman tidak dapat menulis, pemilik rumah itu membantunya dalam mencatat pesanan pembeli.
Diketahui pemilik rumah tersebut bernama Elizabeth (Bu Eli). Dari sinilah muncul nama Es Cendol Elizabeth yang sekarang dikenal banyak orang.
Melihat konsumen yang semakin meningkat, akhirnya pada 2003 Rohman memutuskan untuk membuat toko untuk dagangannya. Toko yang nyaman dan luas itu terletak di Jalan Inhoftank, Bandung.
Omzet yang diperoleh toko Es Cendol Elizabeth bisa mencapai sekitar Rp 10 juta per hari. Kepopuleran Cendol Elizabeth juga semakin luas. Tak hanya di Bandung, tapi juga sudah dikenal hingga luar daerah Jawa Barat, seperti Jakarta, Solo, Jogja, dan Surabaya.
