Konten dari Pengguna

Pernah Gagal Bikin Aplikasi, Ben Silbermann Sukses Bangun Pinterest

Profil Orang Sukses

Profil Orang Sukses

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pinterest. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pinterest. Foto: Shutterstock

Nama Pinterest sudah tidak asing lagi di telinga netizen global. Apalagi untuk orang-orang yang sangat menyukai keindahan dan estetika visual.

Seperti yang diketahui, Pinterest merupakan salah satu media sosial yang berfokus pada visual, terutama foto. Namun, popularitas Pinterest tidak sebesar Instagram karena minimnya fitur yang terdapat pada Pinterest dibandingkan dengan Instagram.

Ben Silbermann merupakan orang di balik hadirnya Pinterest. Pria kelahiran tahun 1982 tersebut adalah seorang pendiri dan juga CEO Pinterest. Ben adalah lulusan dari Yale University jurusan Ilmu Politik.

Sebelum mendirikan Pinterest, Ben pernah bekerja di Google dalam grup pemasaran online. Setelah ia keluar dari Google, Ben bersama temannya Paul Sciarra membuat aplikasi untuk iPhone bernama Tote. Namun, aplikasi tersebut tidak terlalu menarik banyak pengguna.

Pendiri Pinterest, Ben Silbermann, berbicara di depan logo perusahaan di New York Stock Exchange (NYSE), selama IPO perusahaan di New York City pada 18 April 2019. Foto: Johannes Eisele/AFP

Hingga pada akhirnya ia mengajak Evan Sharp untuk bergabung dan membuat produk pinboard bernama Pinterest. Ide Pinterest sendiri berasal dari hobi masa kecilnya yang gemar mengoleksi sesuatu.

Saat dirilis ke publik di tahun 2011, jumlah unduh yang mereka terima di luar dugaan. Bahkan Pinterest pernah masuk ke dalam daftar 50 Situs Terbaik 2011 versi majalah Time.

Pinterest kemudian melakukan penawaran perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di tahun 2019 dan berhasil meraup pendanaan sebesar USD 12 miliar.

Menurut data dari Forbes, Ben memiliki 38 persen saham Pinterest dan mendapatkan 454 juta pengguna di seluruh dunia pada Juni 2021. Ia juga memiliki kekayaan bersih sebesar USD 1,6 miliar atau setara Rp 23,6 triliun (kurs Rp 14.800 per dolar AS).