Konten dari Pengguna

Putus Sekolah, Mel Morris Jadi Sosok Dibalik Suksesnya Game Online Candy Crush

Profil Orang Sukses

Profil Orang Sukses

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Game Candy Crush Saga (Sumber: pexels.com/Beata Dudová)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Game Candy Crush Saga (Sumber: pexels.com/Beata Dudová)

Apakah Anda termasuk pemain salah satu game online populer “Candy Crush Saga”? Game ini meledak sejak diluncurkan pada April 2012 dan terus jaya hingga saat ini.

Ternyata, kesuksesan game tersebut tak lepas dari pendanaan yang diberikan oleh pria bernama Melvyn “Mel” Morris. Ia merupakan pebisnis sukses asal Inggris. Namanya juga dikenal sebagai pemilik klub sepak bola Derby County F.C sejak 2015.

Sebenarnya, pria ini awalnya merupakan sales man lantai kayu. Mengutip laporan Daily Mail, Selasa (01/03), itu adalah pekerjaan yang ia lakukan usai memutuskan untuk putus sekolah pada usia 16 tahun.

Setelah meninggalkan sekolah, pria kelahiran Littleover, Derbyshire ini mencari nafkah melalui perusahaan lantai kayu dan properti asal Spanyol. Ia juga sempat menjadi konsultan manajemen saat usia 20-an.

Awal pencapaiannya di bidang teknologi adalah melalui uDate. Situs kencan yang diluncurkan pada 1999 itu berhasil diminati masyarakat bahkan menjadi situs kencan terbesar ke dua saat itu. Morris akhirnya menjual uDate senilai USD 100 juta pada 2003.

Sebenarnya melalui penghasilan itu, Morris bisa saja menggunakan kekayaannya untuk bersantai. Namun ia lebih memilih untuk menginvestasikan sebagian uangnya untuk mengembangkan King, perusahaan rintisan Anglo-Swedia yang berfokus untuk menciptakan berbagai permainan di internet.

Lebih dari satu dekade kemudian, Morris menuai apa yang sudah ia investasikan. King menciptakan game Candy Crush Saga dan langsung menunjukkan keberhasilan sejak diluncurkan.

Satu tahun setelah Candy Crush Saga dirilis, tepatnya pada 2013, game tersebut menjadi aplikasi berpenghasilan tinggi dan diunduh lebih dari 500 juta kali.

Morris tergabung untuk mengembangkan King dari 2003 sampai 2014. Kemudian melalui penjulalan King kepada Activision Blizzard, Morris mendapat kekayaan £450 juta.

Keberhasilan itu tentu berpengaruh pada kekayaan Morris. Pada 2015, nama Melvyn “Mel” Morris sudah masuk dalam jejeran orang terkaya Inggris versi Sunday Times Rich List.

Sumber tersebut juga melansir, pada 2020 Morris memiliki kekayaan USD 515 juta atau Rp 7 triliun. Kekayaan tersebut tentu juga datang dari perusahaan lain yang ia pegang.