Konten dari Pengguna

Ralat: Tukang Obat Rumahan yang Kini Jadi Pengusaha Farmasi Terkemuka

Profil Orang Sukses

Profil Orang Sukses

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jahja Santoso (Foto: sanbe-farma.com)
zoom-in-whitePerbesar
Jahja Santoso (Foto: sanbe-farma.com)

RALAT

Judul artikel ini telah mengalami perubahan, karena judul sebelumnya memuat data yang keliru. Dengan ini kesalahan telah diperbaiki sesuai surat HAK JAWAB Nomor: 241/HP&A/X/2020 dan kami mohon maaf atas kekeliruan tersebut.

*****

Semua orang tampaknya kenal dengan Sanbe Farma, perusahaan farmasi terbesar di Indonesia yang produk-produk obatnya telah menjadi konsumsi rumah sakit-rumah sakit di Indonesia.

Menurut catatan Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia, Sanbe Farma menjadi pabrik paling subur nomor 1 di Indonesia. Dikutip dari laman resmi perusahaan, disebutkan dari 10 produk teratas yang secara etis diresepkan, 4 produk berasal dari Sanbe.

Cakupan pasar Sanbe Farma di Indonesia mencakup lebih dari 37.000 dokter yang dilayani oleh 1.000 perwakilan medis, melalui jaringan kerja yang meliputi 1.100 orang Sales, 35 depot, 60 sub-depot. Sedangkan tenaga kerja korporat Sanbe Farma disebut mencapai 8.000 personil.

Semua itu berhasil diraih dari kerja keras arsitek yang ada di belakangnya, yakni Jahja Santoso, pemilik sekaligus pendiri Sanbe Farma. Ketekunan dan kerja keras yang dimiliki Jahja Santoso membawa Sanbe Farma menjadi raksasa industri farmasi.

Kesuksesan seorang Jahja Santoso memang menggiurkan. Namun, perlu diketahui, untuk dapat menduduki posisi seperti saat ini, Jahja Santoso harus melewati pengalaman pahit dan proses yang celana.

Berawal Jadi Tukang Obat Rumahan

Jahja Santoso lahir pada 18 Januari 1945, tahun di mana Indonesia membacakan proklamasinya dan merdeka. Ia menyelesaikan studinya di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1968 silam.

Selepas kuliah, Jahja tak mau tinggal diam. Ia berpikir bahwa ia harus segera mencapai mimpinya. Untuk memodali cita-citanya, Jahja memberanikan diri membuka pabrik obat rumahan di kediamannya sendiri.

Obat buatan Jahja adalah obat generik. Ia benar-benar tekun menjalani profesinya sebagai tukang obat. Karena itulah, toko obat Jahja semakin hari semakin membesar.

Toko obat Jahja sudah tak sanggup lagi menampung. Akhirnya, Jahja mulai berani membangun sebuah pabrik pada 1981. Pabrik itu amat besar dan berdiri kokoh di kawasan Leuwigajah, Bandung.

Bahkan, kian hari pabriknya kian diperbesar lagi. Apalagi saat pabriknya mulai memproduksi antibiotik, pabrik milik Jahja benar-benar butuh tambahan bangunan.

Sanbe Farma kini juga telah merambah operasi internasional di 20 negara.

*****

Penjelasan Ralat:

Kami telah mendapatkan surat Hak Jawab dari pihak Jahja Santoso melalui kuasa hukumnya dari HENDROPRIYONO AND ASSOCIATES dengan Nomor: 241/HP&A/X/2020 yang dikirimkan pada 9 Oktober 2020. Dalam surat tersebut, pihak Jahja Santoso menjelaskan keberatannya atas data dalam artikel yang menyebut “Menurut catatan Forbes, Jahja Santoso ternyata punya harta sebesar Rp 50 triliun”. Setelah dilakukan verifikasi ulang, kami kurang cermat mengutip data. Sehingga, kami telah melakukan ralat pada judul dan isi artikel.

Atas kesalahan ini, kami memohon maaf kepada Jahja Santoso dan para pembaca. Terima kasih atas koreksi yang disampaikan kepada kami.