Konten dari Pengguna

Rocco Commisso, Imigran Miskin Sukses Ubah Nasib Kini Berharta Rp 103 Triliun

Profil Orang Sukses

Profil Orang Sukses

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rocco Commisso, pemilik klub bola Fiorentina. Foto: ACF Fiorentina
zoom-in-whitePerbesar
Rocco Commisso, pemilik klub bola Fiorentina. Foto: ACF Fiorentina

Rocco Commisso kala itu berusia 12 tahun, bersama keluarganya ia dipaksa untuk bermigrasi dari Italia ke Amerika Serikat. Sayangnya, keluarga itu pindah tanpa memiliki sepeser harta. Rocco dan keluarganya harus mencari pekerjaan untuk bisa bertahan hidup.

Banyak kesulitan, baik dalam beradaptasi dengan budaya yang berbeda, maupun dalam diterima dan diintegrasikan ke dalam masyarakat lain. Ayahnya bekerja sebagai tukang kayu dengan penghasilan rendah.

Tak disangka, Rocco memiliki keahlian dalam permainan akordeon solo. Dalam sebuah kompetisi bakat, ia berhasil menarik perhatian manajer Wakefield dan membuat Rocco bisa masuk sekolah tanpa tes. Namun untuk membantu sang Ayah, ia tetap harus bekerja selagi belajar.

Rocco setidaknya bekerja selama 40 jam dalam seminggu. Berkat kerja kerasnya itu dah kecerdasannya ia berhasil mendapatkan beasiswa kuliah di Columbia University. Di sisi lain, Rocco mencintai dunia olahraga khususnya sepak bola.

Keberuntungan terus mengikutinya, Rocco berhasil diberi kesempatan untuk bergabung dengan tim sepak bola AS di ajang olimpiade. Rocco yang lulus kuliah dengan penghargaan lulusan terbaik, optimis untuk bekerja di industri perbankan dan investasi.

Rocco Commisso, pemilik klub bola Fiorentina. Foto: ACF Fiorentina

Sayangnya, tak ada satupun perusahaan yang menerima dan banyak diskriminasi yang ia dapatkan. Rocco tak jua mendapat pekerjaan di Wall Street karena ia merupakan warga Italia. Melihat fakta tersebut, ia tak langsung menyerah.

Pekerjaan pertama didapatkan di Chase Manhattan Bank namun dipindahkan ke Royal Bank of Canada. Ia berhasil mewujudkan impiannya untuk bekerja di dunia perbankan, namun takdir berkata lain.

Akhirnya ia memutuskan untuk beralih ke industri elektronik, tepatnya perusahaan Cablevision atau TV kabel sebagai CFO. Ia bertahan 9 tahun lamanya, sebelum akhirnya mendirikan perusahaan sendiri bernama Mediacom.

Setelah berbagai rintangan yang dihadapi, kerja keras tersebut tak mengkhianati pencapaiannya kini. Bisnisnya mengalami pertumbuhan yang luas biasa hingga menjadikan Rocco sebagai salah satu orang terkaya di dunia.

Rocco Commisso kini jadi salah satu profil orang sukses yang banyak menginspirasi berkat kegigihannya meraih kesuksesan. Ia dikenal sebagai pengusaha televisi kabel terbesar kelima di Amerika Serikat, meskipun ia asli Italia.

Kekayaannya kini mencapai USD 7,3 miliar atau setara dengan Rp 103 triliun. Bahkan dengan kekayaan itu, Rocco nyaris membeli AC Milan, walaupun kini ia menjadi Presiden Fiorentina, salah satu klub sepak bola asal Italia.