Sempat Bangkrut, William Kini Jadi Orang Terkaya Dunia dari Bisnis Game Online

Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Terkadang kita memainkan suatu game online, baik di PC maupun mobile, tetapi tidak tahu menahu mengenai aktor di balik kehebatan game-game tersebut. Jika kamu pernah memainkan game besutan NetEase, tentu harus mengenal Ding Lei.
Nama lengkapnya William Ding Lei, ia CEO sekaligus pendiri perusahaan raksasa asal Tiongkok, NetEase. Pria kelahiran 1 Oktober 1971 itu merupakan pionir di balik kehebatan game-game besutan NetEase.
Tak hanya memberikan kenikmatan saat bermain, Ding Lei juga merupakan aktor di balik kesuksesan dan kekayaan NetEase. Situs Forbes mencatat namanya di daftar orang terkaya di dunia ke-40.
Dari hasil jualan game, Ding Lei kini mampu menyimpan harta sebesar 28,9 miliar dolar AS atau senilai Rp 440 triliun. Dengan harta sebanyak itu, Ding Lei jauh melampau Dietrich Mateschitz, bos Red Bull, yang duduk di peringkat ke-45.
Di dalam negeri, namanya tercatat sebagai orang terkaya ke-8 di seantero Tiongkok. Padahal, setahun lalu namanya masih berada di urutan ke-81 orang terkaya di dunia. Namun, berkat konsistensinya, jumlah hartanya terus meningkat seiring berjalannya waktu.
Bangkrut Pada Langkah Pertama
Menjadi seorang pebisnis atau pengusaha jelas-jelas tidak semudah membalik telapak tangan. Tak jarang para pengusaha yang kini sukses telah melampaui banyak rintangan semasa hidupnya. Seperti bangkrut atau terkena musibah ekonomi dadakan.
Ding Lei pun tak luput dari pengalaman demikian. Jauh sebelum menaruh namanya di daftar orang terkaya versi Forbes, Ding Lei sempat mengalami masa kelam dalam hal berbisnis.
Pada 1997 silam, tahun-tahun awal internet mengudara, Ding Lei sudah mencoba mendirikan perusahaan NetEase-nya. Bermodal pengalaman dan nekat, Ding Lei membuka NetEase dengan tiga orang karyawan.
Awalnya, NetEase bergerak di bidang perangkat lunak. Namun, di era itu, bayang-bayang anjloknya saham perusahaan telekomunikasi benar-benar menghantui. Benar saja, saat terjadi dotcom bubble pada tahun 2000an, NetEase terombang-ambing dan hampir bangkrut.
Sebagai seorang pebisnis, jiwa adaptasi tentu harus sangat mumpuni. Seperti itulah Ding Lei. Karena kehabisan modal dan tak kunjung mendapat untung, Ding Lei kemudian membawa NetEase banting stir ke bidang game online.
Pasca banting stir, perusahaannya mulai membaik. Ia mendaftarkan NetEase ke dalam daftar bursa saham Nasdaq. Mendapat kucuran dana 70 juta dolar AS, Ding Lei mulai mengepakkan sayap besar pertamanya.
Saat perjalanan sudah hampir mulus, tiba-tiba muncullah sebuah musibah baru. NetEase terlibat skandal pengaturan akuntansi keuangan. Tak ingin rugi, para investor akhirnya mundur karena saham-sahamnya ditangguhkan selama empat bulan.
Bertahun-tahun lamanya Ding Lei mengembalikan kepercayaan para pemodal. Akhirnya, NetEase kembali bangkit hingga menjadi raksasa seperti sekarang.
Berita terbaru, NetEase kini tak hanya berfokus pada dunia game saja. Mereka mulai membuka peluang bisnis baru dengan mengembangkan komik. Bahkan, NetEase dikabarkan sudah bekerjasama resmi dengan Marvel untuk menerbitkan komik Marvel di perusahaan mereka.
