Konten dari Pengguna

Sosok Mohammed Al Amoudi, Raja Minyak Saudi dan Miliarder Ethiopia

Profil Orang Sukses

Profil Orang Sukses

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mohammad Al Amoudi  Foto: Dok. Forbes
zoom-in-whitePerbesar
Mohammad Al Amoudi Foto: Dok. Forbes

Arab Saudi memang dikenal sebagai rumah segelintir sosok crazy rich, salah satunya Mohammed Al Amoudi. Raja minyak Saudi ini merupakan putra blasteran Saudi dan Ethiopia yang memiliki segudang portofolio dari perusahaan konstruksi, pertanian, dan energi di seluruh Swedia, Arab Saudi, dan Ethiopia.

Kekayaan awalnya tumbuh dari konstruksi di Arab Saudi. Salah satu asetnya yang paling berharga adalah penyulingan minyak Preem, yang merupakan perusahaan bahan bakar terbesar di Swedia.

Di Ethiopia ia telah berinvestasi di bidang pertanian, produksi semen dan pertambangan emas. Perusahaannya, Saudi Star Agricultural Development telah mengolah ribuan hektar tanah termasuk buah-buahan, sayuran, sereal, kopi, teh, bunga dan sawah untuk pelanggan di Ethiopia maupun luar negeri.

Al Amoudi Kontributor Perekonomian Terbesar di Tanah Kelahirannya, Ethiopia

Al Amoudi adalah putra dari keturunan Saudi dan Ethiopia. Dia dibesarkan di Ethiopia kemudian saat berusia 19 tahun Al Amoudi pindah ke Arab dan menjadi warga negara Arab Saudi.

Ia memiliki dua perusahaan utama yang mengendalikan berbagai gurita bisnisnya yakni Corral Petroleum Holding dan Organization Companies (MIDROC). Ada berbagai bidang mulai dari minyak, pertambangan, pertanian, hotel, rumah sakit, dan sebagainya.

Tidak hanya itu, Al Amoudi juga memperluas bisnisnya hingga ke mancanegara. Ia memiliki kilang minyak di Maroko dan Swedia.

Al Amoudi bahkan berinvestasi dalam meningkatkan perekonomian tanah kelahirannya Ethiopia. Dia memiliki tambang emas di negara tersebut dan menjadi kontributor bagi hasil terbesar dengan pemerintah. Ia juga mendirikan pabrik semen dan membuat lahan pertanian di negara itu. Hasil pertaniannya diekspor ke berbagai negara, termasuk dipakai oleh perusahaan-perusahaan ternama seperti Starbucks dan Lipton.

Untuk membangun negeri itu ia turut berkontribusi dalam pembangunan bendungan di daerah barat laut Ethiopia. Selain itu ia juga menggerakkan pendidikan di negeri tersebut dengan membantu universitas di sana untuk melatih tenaga kerja manajerial.

Dengan kekayaan 6,45 miliar dolar USD, Forbes mencatat Al-Amoudi masuk dalam jajaran orang terkaya di Afrika dan orang terkaya di Ethiopia berkat aset industrinya di Swedia, Arab Saudi, dan Ethiopia.

Investasinya saat ini di Preem dan Svenska masing-masing bernilai 1,66 miliar dolar USD dan 720 juta dolar USD. Sementara itu, aset lainnya, termasuk Midroc Gold dan Okote Gold yang berbasis di Ethiopia, masing-masing bernilai USD 1,13 miliar dan USD 993 juta.