Konten dari Pengguna

Sudhamek AWS, Pengusaha yang Masuk Jajaran Orang Kaya RI Berkat Jualan Camilan

Profil Orang Sukses

Profil Orang Sukses

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Chairman GarudaFood Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto.
 Foto: pri/HO ANTARA
zoom-in-whitePerbesar
Chairman GarudaFood Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto. Foto: pri/HO ANTARA

Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto atau biasa dikenal Sudhamek AWS adalah seorang pengusaha atau pebisnis generasi kedua dari Garudafood setelah ayahnya, Darmo Putro mendirikan PT Tudung di Pati, Jawa Tengah sebagai produsen tepung tapioka.

Sudhamek lahir pada 20 Maret 1956 di Rembang, Jawa Tengah. Sebelum terjun ke perusahaan keluarga, ia menyelesaikan studinya di Universitas Kristen Satya Wacana pada 1982 dengan jurusan pendidikan hukum dan ekonomi. Sudhamek juga sempat bekerja di pabrik rokok PT Gudang Garam selama delapan tahun.

Setelah masuk ke perusahaan pada 1990, ia membenahi manajemen dan SDM di dalamnya dan mulai meluncurkan produk komersial berupa camilan kacang kulit dengan merek 'Garuda'. Sebelumnya, perusahaan memang menjual kacang kulit, namun tidak ada merek dari produk yang dijual tersebut.

Sudhamek mengubah perusahaan tersebut menjadi perusahaan modern. Setelah sukses dengan produk kacang kulit 'Garuda', perusahaan mulai memproduksi aneka produk lainnya seperti kacang bersalut dan aneka camilan lainnya.

Di tahun 1998, Garudafood mengakuisisi PT Triteguh Manunggal Sejati dan meluncurkan produk Okky Jelly Drink di jajaran produknya. Sejak saat itu, Garudafood terus berkembang dengan lini produk camilan lainnya seperti wafer, keripik kentang, biskuit dan teh kemasan.

Pada tahun 2012, Sudhamek melepas posisi direktur utama di perusahaan tersebut dan menjabat sebagai Komisaris Utama Garuda Food Group dan Tudung Group hingga sekarang. Dan di tahun 2018, perusahaannya melantai di bursa saham dengan kode emiten GOOD.

Berkat kesuksesannya mengembangkan perusahaan Garudafood, ia masuk ke dalam jajaran 50 Orang Terkaya di Indonesia versi Forbes tahun 2021. Kekayaan bersihnya pada saat itu mencapai USD 995 juta, dikutip Forbes.