Tak Lanjut Kuliah, Lembert Benedicto Buka Restoran Ayam Terbesar di Filipina

ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kisah inspiratif datang dari seorang pria asal Filipina, Lembert Benedicto yang lahir dari keluarga miskin dan tidak mampu membiayai kuliah namun kini berhasil menjadi pengusaha sukses.
Lembert Benedicto merupakan pemilik franchise Lembest Lechon Manok terbesar di negaranya. Dilansir Business News, ia menceritakan bagaimana hidupnya berubah signifikan, dari yang hampir tidak punya harapan namun bisa meraih mimpi besarnya.
Menurutnya, terkadang menjadi pengusaha sukses tidak selalu membutuhkan ijazah perguruan tinggi. Ada banyak pengusaha terkenal yang keberhasilan wirausahanya berasal dari ketabahan dan tekad yang dimiliki.
Hampir di setiap sudut jalan di Filipina, terdapat kios Lechon Manok yang sudah dipercaya sebagai restoran ayam panggang legendaris. Meskipun persaingannya ketat, kios milik Lembert telah menemukan jalannya sendiri hingga memiliki banyak pelanggan setia.
Meskipun memanggang lechon manok mungkin cukup mudah, pemiliknya meneliti dan mengamati untuk menjadikannya salah satu yang terbaik.
Berbisnis Jadi Impian Sejak Kecil
Lembert mengaku bisnis lechon manoknya dibangun dari mimpi masa kecil. Tumbuh dalam keluarga besar dengan kesulitan finansial, mereka sangat jarang makan makanan enak.
Suatu ketika Lembert untuk pertama kalinya, mencicipi lechon manok. Ia kagum dengan kenikmatan dari makanan tersebut. Sejak saat itu ia berharap suatu hari bisa mencari nafkah dari bisnis itu.
Lembert tidak dapat mencapai perguruan tinggi dan berhenti belajar ketika dia lulus SMA. Ia beruntung masih mendapatkan pekerjaan sebagai petugas penagihan dan mulai menabung untuk modal usaha.
Setelah mengumpulkan sejumlah modal, ia segera memilih untuk membangun bisnis lechon manok karena lebih mudah dikelola daripada yang lain.
Usaha yang Dibangun tanpa Persiapan
Ayam Lechon Lembest milik Lembert merupakan usaha tanpa persiapan serius baginya karena dia tidak memiliki pengetahuan tentang bisnis. Dia bahkan tidak memiliki resep lechon jempolan pada awalnya.
Pengusaha yang gigih itu mengatakan bahwa dia sendirian mencoba apa yang berhasil dan yang tidak. Lembert segera menyadari bagaimana membuat produknya berbeda dari yang lain.
Agar lebih kreatif, mereka juga menawarkan menu khas yang tidak ditawarkan orang lain. Dari mulut ke mulut, Lambest menjadi sangat populer.
Lembert bangga lebih dari 100 waralaba, miliknya adalah yang terbesar. Sementara untuk pembagian hasil, tujuh puluh persen keuntungan adalah pemegang waralaba sedangkan sisanya 30 persen milik perusahaan.
