Tanoto Bersaudara, Konglomerat yang Menyumbang Rp 234 Miliar untuk Pendidikan

Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Membangun lapangan pekerjaan adalah salah satu dampak positif dari berdirinya sebuah bisnis, namun bukan itu saja. Bisnis dapat membantu orang-orang seandainya pendiri atau pemilik bisnis tersebut mau menyisihkan pendapatan yang ia miliki untuk menolong sesama.
Indonesia sendiri memiliki beberapa orang kaya yang dikenal dermawan, seperti Anderson Tanoto dan Belinda Tanoto. Mereka berada di urutan ke 23 dalam daftar “Asia’s 2019 Heroes Philantrophy: Catalysts For Change” dari majalah Forbes.
Daftar tersebut berisi 30 orang Asia dengan berbagai macam latar belakang yang dinilai dermawan dan rela mendermakan pendapatannya dalam jumlah besar. Anderson dan Belinda bersanding dengan nama-nama besar seperti Jack Ma, Azim Premji, dan Theodore Permadi Rahmat.
Di tahun tersebut, Belinda dan Anderson telah menyumbang dana sebesar USD 16,7 juta atau Rp 234 miliar untuk menunjang edukasi bagi anak-anak hingga universitas. Jumlah dana yang disumbangkan diketahui mengalami peningkatan sebesar 30 persen dari tahun 2018 dan ditujukan untuk menghindari adanya hambatan di bidang pendidikan yang sudah menimpa 10 juta anak di Indonesia.
Dana tersebut disumbangkan melalui yayasan miliki mereka, yakni Tanoto Foundation. Didirkan oleh orang tua mereka, Sukanto Tanoto yang merupakan salah satu pengusaha ternama di Indonesia dan Tinah Bingei Tanoto, pada tahun 1981,
Yayasan ini memiliki tujuan untuk memperbaiki taraf hidup dan kesempatan setiap individu lewat pendidikan.
Program-program mereka bergerak di di bidang pengembangan pendidikan, kepemimpinan, serta medis. yayasan ini juga pernah memberikan pelatihan kepada masyarakat pedesaan di Tiongkok dan mendukung penelitian penyakit lazim di Asia yang dilakukan di Singapura.
Bukan itu saja, tercatat sebanyak 15.000 ribu guru diberi pelatihan dan hampir 7.500 mahasiswa diberi beasiswa oleh yayasan ini.
Dalam yayasan, Anderson dan Belinda berada di jajaran dewan penasihat. Anderson bertanggung jawab untuk menjalin kemitraan internasional dengan perguruan tinggi dan pengembangan para pemimpin muda. Adapun Belinda berfokus pada inisiatif investasi sumber daya manusia melalui pengembangan anak usia dini, pencegahan stunting, dan mengembangkan sinergi dengan lembaga filantropi dan organiasi lainnya.
Meskipun menjadi seorang pengusaha, Belinda diketahui paling aktif dalam bergerak di yayasan ini. Ia berfokus pada pengembangan anak usia dini. Adapun Anderson menyisihkan seperlima waktunya bagi program pelatihan kepemimpinan yayasan yang bersinergi dengan tujuan pembangunan berkelanjutan PBB.
Sebagaimana tokoh lain di dalam Profil Orang Sukses, baik Anderson dan Belinda memilik karir sebagai pebisnis. Keduanya merupakan direktur dari perusahaan Royal Golden Eagle. Perusahaan ini menaungi 8 perusahaan yang ada bergerak pada pengelolaan pulp dan kertas, kelapa sawit, serat viscose, pengembangan sumber daya energi minyak dan gas, dan selulosa khusus.
