Konten dari Pengguna

Biografi HB Jassin, Pahlawan Bahasa dan Kesusastraan Indonesia

Profil Tokoh

Profil Tokoh

Menyajikan informasi profil tokoh ternama dari Indonesia maupun mancanegara.

·waktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Profil Tokoh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Biografi HB Jassin. Foto: Unsplash/Iñaki del Olmo
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Biografi HB Jassin. Foto: Unsplash/Iñaki del Olmo

Mengenal biografi HB Jassin yang merupakan sosok terkenal sebagai tokoh pengarang, cendekiawan muslim. Kehadirannya sangat penting untuk kemajuan pendidikan Bahasa Indonesia di kalangan anak sekolah dan perguruan tinggi.

Sebab selama hidup, HB Jassin telah membuat beberapa karya dan referensi menarik dan penting di bidang kritik dan dokumentasi sastra.

Maka dari itu tidak heran bila Hans Bague Jassin yang dikenal dengan nama H.B. Jassin disebut sebagai Paus Sastra Indonesia.

Siapa HB Jassin?

Ilustrasi Biografi HB Jassin. Foto: Unsplash/Giammarco Boscaro

Hans Bague Jassin, atau lebih sering disingkat menjadi H.B. Jassin selalu dihubungkan dengan dokumentasi sastra Indonesia dan H.B. Jassin adalah orang yang secara penuh mencurahkan perhatiannya kepada kerja dokumentasi.

Itulah sebabnya, orang yang bermaksud mencari informasi tentang sastra Indonesia tidak dapat melepaskan dirinya dengan hasil pengumpulan bahan dokumentasi yang disusun oleh H.B. Jassin.

Ia berasal dari keluarga Islam yang taat. Ayahnya Bague Mantu Jassin, pegawai BPM (Bataafsche Petroleum Maat-schappij), pernah bertugas di Balikpapan, sehingga kota itu meninggalkan kenangan yang manis baginya.

Ibunya Habiba Jau, sangat mencintainya. Di kota Medan ia banyak berkenalan dengan seniman dan para calon seniman, diantaranya Chairil Anwar.

Dalam perjalanannya pulang ke Gorontalo tahun 1939, ia mampir untuk bertemu dengan Sutan Takdir Alisjahbana di Jakarta.

Biografi HB Jassin

Ilustrasi Biografi HB Jassin. Foto: Unsplash/Thomas Kelley

Jassin lahir di Gorontalo, pada tanggal 31 Juli 1917 dari seorang Bague Mantu Jassin, seorang karyawan Bataafsche Petroleum Maatschappij yang beragama Islam dan bibliofil, dan istrinya Habibah Jau.

Ia memiliki lima saudara laki-laki dan perempuan. Ia bersekolah di hollandsch-inlandsche school, sekolah berbahasa Belanda untuk penduduk asli Indonesia, di Gorontalo, tempat ia mulai banyak membaca.

Keluarganya kemudian pindah ke Medan, Sumatera Utara, tempat ia bersekolah di hogere burger school, atau program pendidikan menengah lima tahun untuk penduduk asli Indonesia.

Selama periode ini, ia mulai menulis ulasan sastra, yang diterbitkan di majalah-majalah lokal. Ia juga membaca banyak karya sastra Barat.

Setelah menyelesaikan studinya di Medan, Jassin kembali ke Gorontalo, di mana ia bekerja di kantor residen setempat tanpa dibayar.

Pada tahun 1940, ia ditawari posisi di Balai Pustaka, rumah penerbitan negara milik Belanda, oleh direktur eksekutif saat itu, Sutan Takdir Alisjahbana.

Ia memulai kariernya di bidang penulisan cerita pendek dan puisi, tetapi kemudian beralih ke bidang resensi dan dokumentasi. Selama pendudukan Jepang, ia menerbitkan beberapa karya, baik puisi maupun cerita pendek, di harian Asia Raja yang disponsori Jepang.

Pada tahun 1953, ia mendaftar di program studi sastra Universitas Indonesia (UI), merangkap sebagai dosen mata kuliah yang berkaitan dengan sastra Indonesia modern.

Setelah lulus pada tahun 1957, ia menghabiskan dua tahun di Yale di Amerika Serikat untuk mempelajari sastra perbandingan. Sekembalinya ke Jakarta, ia melanjutkan bekerja sebagai dosen di UI.

Jassin dipecat dari jabatannya di UI pada tahun 1964, setelah ia menjadi salah satu penandatangan utama Manifesto Kebudayaan 1963 sebagai respons terhadap tekanan kiri yang terus berlanjut dalam sastra (terutama dari Lembaga Kebudajaan Rakjat, di antara organisasi-organisasi lainnya).

Manifesto tersebut dilarang pada tanggal 8 Mei 1964, yang mengakibatkan tindakan terhadap semua penandatangannya.

Pada tahun 1971, ia diadili atas tuduhan penistaan agama karena menolak untuk mengungkapkan nama sebenarnya dari penulis cerita pendek "Langit Makin Mendung" yang dimuat dalam sastra yang disuntingnya.

Cerita yang ditulis dengan nama pena Ki Pandji Kusmin tersebut menggambarkan Allah sebagai sosok yang mirip dengan manusia.

Ia dijatuhi hukuman satu tahun penjara dengan masa percobaan. Ia menghabiskan dua tahun untuk berdebat menentang putusan tersebut. Setelah masa percobaannya, ia kembali ke UI sebagai dosen tetap. Dua tahun kemudian, ia dianugerahi gelar doktor kehormatan.

Pada tahun 1976, ia mendirikan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin (HBJLDC), yang berlokasi di Taman Ismail Marzuki , dengan buku-buku dari koleksinya sendiri, yang dimulai pada tahun 1940.

Pada tahun 1978, ia menghasilkan terjemahan Al -Qur'an, berjudul Al Quran Bacaan Mulia (Al-Quran, Kitab Mulia), yang lebih dalam bentuk syair daripada prosa tradisional.

Hal ini kontroversial karena persepsi publik bahwa ia kurang memahami Islam dan pengetahuan bahasa Arab. Ia kemudian membuat terjemahan lain, Al-Quran Berwajah Puisi (Al-Quran dalam Puisi), yang juga terbukti kontroversial.

Jassin mulai menggunakan kursi roda pada tahun 1996 karena stroke. Akibat stroke tersebut, rekan-rekannya mengambil alih pekerjaan pada empat terjemahan yang sedang dikerjakannya.

Jassin sendiri berusaha untuk melanjutkan pekerjaannya dengan bantuan keponakannya, tetapi tidak mampu mempertahankan kecepatannya sebelumnya.

Ia meninggal di Rumah Sakit Umum Cipto Mangunkusumo di Jakarta setelah menderita stroke (yang keenam) pada pagi hari tanggal 11 Maret 2000.

Sekitar 200 orang menghadiri upacara doa untuknya di HBJLDC, termasuk penulis terkenal Taufiq Ismail, Ajip Rosidi, dan Goenawan Mohamad. Ia kemudian dimakamkan dalam upacara pemakaman kenegaraan di Taman Makam Pahlawan Kalibata di Jakarta Selatan.

Pendidikan HB Jassin

Ilustrasi Biografi HB Jassin. Foto: Unsplash/Jessica Ruscello

Dikutip dari laman ensiklopedia.kemdikbud.go.id, H.B Jassin menempuh pendidikan di Fakultas Sastra UI, lulus tahun 1957, menerima Dr. Honoris Causa dari UI (1957), dan melanjutkan ke Universitas Yale, AS (1958-1959).

Karier HB Jassin

Ilustrasi Biografi HB Jassin. Foto: Unsplash/Priscilla Du Preez 🇨🇦

Setelah mengetahui biografi HB Jassin dan pendidikannya, berikut adalah perjalanan karier HB Jassin:

  • Kantor Asisten Residen Gorontalo tahun 1939

  • Redaktur Balai Pustaka tahun 1940-1942

  • Dosen di Fakultas Sastra, Universitas Indonesia tahun 1953-1959

  • Dosen luar biasa di Fakultas Sastra, Universitas Indonesia sejak tahun 1961 (menjadi pembimbing skripsi), dan menjadi Lektor tetap di Fakultas Sastra, Universitas Indonesia sejak tahun 1973 hingga pensiun.

  • Pegawai di Lembaga Bahasa Nasional (sekarang Pusat Bahasa), Departemen Pendidikan Nasional tahun 1954-1973.

  • Redaktur majalah Pudjangga Baroe tahun 1940-1942

  • Redaktur Pandji Poestaka tahun 1942-1945

  • Redaktur Pantja Raja tahun 1945—1947

  • Redaktur Mimbar Indonesia tahun 1947-1956

  • Redaktur Zenith tahun 1951-1954

  • Redaktur Bahasa dan Budaja tahun 1952-1963

  • Redaktur Kisah tahun 1953-1956

  • Redaktur Seni tahun 1955

  • Redaktur Sastra tahun 1961-1964 dan 1967—1969

  • Redaktur Medan Ilmu Pengetahuan, Buku Kita, dan Horison sejak tahun 1975 sampai 1980-an.

Karya Sastra HB Jassin

Ilustrasi Biografi HB Jassin. Foto: Unsplash/Jamie Taylor

Selama perjalanan hidupnya, banyak ulasan dan kritik Jassin yang dahulu berserakan dikumpulkan dan diterbitkan oleh orang lain. Jassin dengan inisiatif sendiri juga menghasilkan banyak karya buku, antara lain

  • Angkatan 45 (1951)

  • Tifa Penyair dan Daerahnya (1952)

  • Kesusastraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esai (4 jilid, 1954-1967)

  • Chairil Anwar Pelopor Angkatan ‘45 (1956)

  • Tenggelamnya Kapal Van der Wijck dalam Polemik (1963)

  • Heboh Sastra 1968: Sebuah Pertanggungjawaban (1970)

Karya bunga rampai yang terbit atas inisiatif Jassin adalah sebagai berikut:

  • Pancaran Cita: Kumpulan Cerita Pendek dan Lukisan (1946)

  • Kesusastraan Indonesia di Masa Jepang (1948)

  • Gema Tanah Air: Prosa dan Puisi (1948)

  • Kisah: 13 Cerita Pendek (1955)

  • Analisa: Sorotan atas Cerita Pendek (1961)

  • Amir Hamzah: Raja Penyair Pujangga Baru (1962)

  • Pujangga Baru: Prosa dan Puisi (1963)

  • Angkatan 66: Prosa dan Puisi (1968).

Penghargaan yang Diperoleh

Ilustrasi Biografi HB Jassin. Foto: Unsplash/Sylvia Yang

Penghargaan yang pernah diterima H.B. Jassin, yaitu sebagai berikut:

  • Satyalencana Kebudayaan dari Pemerintah RI tahun 1969

  • Hadiah Martinus Nijhoff dari Prins Bernhard Fonds (Belanda) 1973

  • Hadiah Seni dari Pemerintah RI tahun 1983

  • Hadiah Magsaysay dari Yayasan Magsaysay, Filipina Tahun 1987.

  • Ia juga tercatat sebagai anggota Akademi Jakarta sejak 1970 (seumur hidup) dan Ketua Yayasan Dokumentasi Sastra H.B Jassin sejak 1976.

Baca Juga: Biografi Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional

Itulah biografi HB Jassin, seorang yang layak dikenal oleh generasi muda Indonesia. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat untuk mengenal sosok pahlawan peradaban. (glg)