Kisah Utsman bin Affan dari Lahir sampai Wafat, Khulafaur Rasyidin Ketiga

Menyajikan informasi profil tokoh ternama dari Indonesia maupun mancanegara.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Profil Tokoh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Utsman bin Affan adalah salah satu dari sahabat Nabi Muhammad saw yang pertama masuk Islam. Tepatnya setelah dakwah Nabi dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Ia masuk Islam atas ajakan sahabatnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq. Kisah Utsman bin Affan dari lahir sampai wafat penting diketahui oleh umat Islam di mana pun berada.
Ia dikenal sebagai salah satu sahabat yang ikut berhijrah ke Habasyah (Ethiopia) bersama istrinya, Ruqayyah binti Muhammad, untuk menghindari tekanan dari kaum Quraisy. Kemudian, ia juga ikut hijrah ke Madinah bersama kaum Muslimin lainnya.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Biografi Utsman bin Affan
Berikut ini biografi Utsman bin Affan yang dirangkum dari journal.staiypiqbaubau.ac.id, Peradaban Islam Masa Utsman Bin Affan.
Nama Lengkap: Utsman bin Affan bin Abil Ash bin Umayyah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf
Nama Kunyah: Abu Amr, Abu Abdillah
Nama Julukan: Dzun Nurain (Pemilik Dua Cahaya)
Tempat Lahir: Makkah, Jazirah Arab
Tahun Lahir: 576 M
Wafat: 17 Juni 656 M (Usia 79-80 Tahun)
Tempat Wafat: Madinah, Jazirah Arab
Makam: Pemakaman Baqi’, Madinah
Baca juga: Kisah Nabi Zakaria Lengkap dari Lahir sampai Wafat, Mukjizat, dan Keteladanannya
Kisah Utsman bin Affan dari Lahir Sampai Wafat
Dari kisah Utsman bin Affan dari lahir sampai wafat, diketahui salah satu sahabat nabi ini berasal dari keluarga kaya Bani Umayyah, salah satu suku Quraisy yang berpengaruh di Makkah.
Ayahnya, Affan bin Abil Ash, adalah seorang pedagang kaya, sementara ibunya, Arwa binti Kurayz, memiliki hubungan darah dengan Rasulullah saw melalui kakeknya, Abdu Manaf.
Utsman bin Affan mendapatkan julukan Dzun Nurain atau “Pemilik Dua Cahaya” karena menikahi dua putri Rasulullah saw secara berturut-turut.
Kedua putri yang menjadi istrinya yaitu Ruqayyah binti Muhammad (meninggal pada saat Perang Badar), dan Ummu Kultsum binti Muhammad (meninggal pada tahun ke-9 Hijriah).
Tidak ada sahabat lain yang mendapatkan kehormatan menikahi dua putri Rasulullah, sehingga ia mendapatkan julukan tersebut.
Kepemimpinan Sebagai Khalifah Ketiga (644-656 M)
Setelah Umar bin Khattab wafat akibat pembunuhan, Utsman bin Affan terpilih sebagai Khalifah ketiga melalui musyawarah yang dibentuk oleh Umar sebelum wafat.
Musyawarah yang dibentuk itu, terdiri dari enam sahabat utama:
Ali bin Abi Thalib
Utsman bin Affan
Abdurrahman bin Auf
Sa’ad bin Abi Waqqash
Zubair bin Awwam
Thalhah bin Ubaidillah
Setelah musyawarah, Abdurrahman bin Auf memberikan hak pilih kepada kaum Muslimin, dan akhirnya Utsman dipilih sebagai khalifah ketiga. Ia memimpin selama 12 tahun, yang terbagi menjadi dua periode:
Utsman bin Affan adalah khalifah yang dikenal sebagai sosok dermawan, lembut, dan cinta damai. Kepemimpinannya membawa banyak kemajuan, tetapi juga menghadapi tantangan besar yang berujung pada konflik politik.
Kepemimpinannya berlangsung selama 12 tahun dan terbagi menjadi dua periode:
1. Periode Awal (644-649 M) - Masa Keemasan
Pada periode awal, pemerintahan Utsman bin Affan membawa banyak kemajuan bagi umat Islam:
Menaklukkan Armenia, Afrika Utara, dan sebagian Persia.
Memperluas wilayah Islam hingga ke wilayah kekuasaan Romawi Timur (Bizantium).
Kompilasi mushaf Al-Qur’an dengan membentuk tim untuk menyusun dan menyeragamkan bacaan Al-Qur’an, yang kemudian dikenal sebagai Mushaf Utsmani.
Menyebarkan mushaf tersebut ke berbagai wilayah Islam untuk menghindari perbedaan bacaan.
Membangun bendungan, jalan, dan masjid di berbagai daerah.
Memperkuat angkatan laut Islam untuk menghadapi Bizantium.
2. Periode Akhir (650-656 M) - Masa Konflik
Pada periode kedua, muncul ketidakpuasan dari sebagian rakyat, terutama akibat kebijakan Utsman yang dianggap lebih mengutamakan keluarganya dari Bani Umayyah dalam pemerintahan.
Hal ini memicu pemberontakan di berbagai daerah, yang akhirnya berujung pada pengepungan rumahnya di Madinah.
Terlepas dari berbagai fitnah yang muncul, jasa-jasanya dalam menyebarkan Islam, membukukan Al-Qur’an, dan memperluas wilayah Islam tetap dikenang dalam sejarah Islam.
Baca juga: Kisah Nabi Ayub Lengkap dengan Dalil dan Hikmahnya yang Bisa Dipelajari
Wafatnya Utsman bin Affan
Pada tahun 656 M, para pemberontak yang tidak puas dengan kepemimpinannya mengepung rumahnya selama 40 hari.
Meski ditawari bantuan oleh para sahabat, Utsman memilih untuk tidak menggunakan kekerasan demi menghindari pertumpahan darah sesama Muslim.
Pada tanggal 17 Juni 656 M, para pemberontak berhasil menerobos masuk ke rumahnya dan membunuhnya saat ia sedang membaca Al-Qur’an. Beliau menjadi khalifah pertama yang wafat akibat pembunuhan politik.
Warisan dan Peninggalan Utsman bin Affan
Beberapa warisan dan peninggalannya yang paling terkenal yaitu:
Mushaf Utsmani, yang menjadi standar bacaan Al-Qur’an hingga saat ini.
Penguatan sistem administrasi pemerintahan Islam.
Ekspansi besar-besaran wilayah Islam hingga mencapai perbatasan Eropa.
Pembangunan infrastruktur dan perbaikan sistem ekonomi dalam pemerintahan Islam.
Utsman bin Affan adalah khalifah ketiga dalam sejarah Islam yang dikenal sebagai sosok dermawan, lembut hati, dan sangat mencintai Islam.
Meskipun pada akhir kepemimpinan kisah Utsman bin Affan dari lahir sampai wafat menghadapi banyak tantangan dan fitnah, jasa-jasanya dalam perkembangan Islam tetap dikenang hingga kini. (Zen)
Baca juga: Profil Gus Azmi, Vokalis Grup Sholawat Syubbanul Muslimin
