Profil Alexander Sabar, Eks Perwira Polri yang Kini Jadi Pejabat Baru di Komdigi

Menyajikan informasi profil tokoh ternama dari Indonesia maupun mancanegara.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Profil Tokoh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Profil Alexander Sabar mencerminkan perjalanan karier yang luar biasa dalam dunia kepolisian dan penegakan hukum.
Sebagai perwira tinggi Polri, ia telah menjalani berbagai tugas strategis yang membentuk keahliannya di bidang intelijen dan keamanan digital.
Kini, setelah diangkat sebagai Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital di Kementerian Komunikasi dan Digital, ia menghadapi tantangan baru dalam dunia digital yang semakin kompleks.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Profil Alexander Sabar
Mengutip dari LinkedIn Alexander Sabar, berikut adalah profil hingga perjalanan kariernya.
Alexander Sabar adalah seorang Brigadir Jenderal Polisi yang memiliki perjalanan panjang dalam dunia kepolisian dan penegakan hukum.
Setelah menamatkan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1996, Alexander memulai kariernya di kepolisian dengan tekad untuk mengabdi dalam menjaga keamanan dan ketertiban negara.
Dengan keahliannya yang terus berkembang, ia kemudian berfokus pada bidang intelijen dan forensik digital yang kini sangat relevan dengan tantangan di era digital.
Dalam perjalanannya, Alexander Sabar telah menempuh pendidikan dan pelatihan khusus sepanjang kariernya. Ia mengikuti berbagai pelatihan yang menambah kompetensinya dalam hal investigasi digital dan forensik.
Di antaranya adalah kursus Computer Investigation and Forensics yang diadakan oleh Interpol Amerika Serikat, Virtual Forensic Computing (VFC) Method Training yang diselenggarakan oleh Cyber Crimes Investigation Center.
Lalu ada juga Computer Investigation and Forensic Training dari International Criminal Investigative Training Assistance.
Selain itu, ia juga berpartisipasi dalam The 2nd Interpol Train the Trainer Workshop on Computer Forensics for Asia and South Pacific yang semakin mengasah kemampuannya di bidang ini.
Selain pendidikan khusus di bidang forensik digital, Alexander juga memperoleh pendidikan di FBI National Academy (FBI-NA), sebuah lembaga pelatihan bergengsi di Amerika Serikat yang hanya menerima sejumlah perwira terpilih dari seluruh dunia.
Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dari lembaga internasional tersebut semakin memperkaya kompetensinya dalam menghadapi kejahatan digital dan ancaman terorisme di Indonesia.
Baca Juga: Profil Pengisi Suara Moana 2 beserta Sinopsisnya
Biodata Alexander Sabar
Berikut adalah beberapa informasi tentang Alexander Sabar:
Nama lengkap: Alexander Sabar
Jabatan saat ini: Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi)
Lulusan: Akademi Kepolisian (Akpol) 1996
Pendidikan tambahan: Pelatihan dalam bidang forensik digital, termasuk dari Interpol dan lembaga internasional lainnya
Pengalaman kerja: Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88 Antiteror, Direktur Intelijen Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Kepala Sub-Direktorat Intelijen BNPT
Dilantik sebagai Plt Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi
Alexander Sabar resmi mendapat jabatan baru diKementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) pada Senin, 27 November 2024.
Ia diangkat oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Meutya Hafid sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital.
Penunjukan ini langkah strategis dalam memperkuat upaya pemerintah dalam menghadapi ancaman yang muncul di dunia digital, yang semakin kompleks dan merugikan masyarakat seperti kejahatan siber dan perjudian online.
Dengan latar belakang yang mumpuni di bidang penegakan hukum dan teknologi forensik digital, Alexander Sabar diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam pengawasan ruang digital Indonesia.
Posisi Plt Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital yang kini dijabat oleh Alexander Sabar adalah bagian dari upaya besar pemerintah untuk menghadapi tantangan era digital yang terus berkembang.
Peran yang diemban Alexander sangat krusial, mengingat ia harus menangani masalah serius seperti pencurian data pribadi, penyebaran konten ilegal, serta kejahatan dunia maya lainnya yang semakin marak.
Menurut Meutya Hafid, kerja sama yang erat antara Kemkomdigi dan lembaga penegak hukum akan menjadi kunci dalam menanggulangi ancaman-ancaman tersebut, yang terus berkembang seiring pesatnya kemajuan teknologi.
Meutya Hafid menegaskan pentingnya keberadaan posisi baru ini dalam struktur Kemkomdigi, yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 174 Tahun 2024.
Dengan adanya direktorat ini, Kemkomdigi dapat lebih fokus dalam menangani isu-isu yang berkaitan dengan pengawasan ruang digital dan perlindungan data pribadi.
Alexander Sabar memiliki kompetensi yang tepat untuk memimpin lembaga tersebut.
Hal ini karena pengalaman luasnya dalam bidang investigasi kriminal dan forensik digital sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan digital yang semakin kompleks.
Sebagai Plt, Alexander Sabar bertanggung jawab untuk merumuskan dan melaksanakan kebijakan yang berkaitan dengan pengawasan ruang digital, serta memastikan kegiatan di dunia maya berjalan sesuai dengan regulasi yang ada.
Selain itu, ia juga diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara Kemkomdigi dan berbagai lembaga penegak hukum lainnya dalam mengatasi masalah judi online, yang belakangan menjadi salah satu ancaman besar di masyarakat.
Dengan pengalamannya yang kaya di bidang penegakan hukum dan forensik digital, Alexander dipercaya dapat meningkatkan efektivitas pengawasan dan perlindungan data pribadi di Indonesia.
Keahliannya dalam menangani kejahatan digital akan sangat bermanfaat dalam membangun ruang digital yang aman, terbuka, dan sesuai dengan norma yang berlaku.
Baca Juga: Biodata Dylan Wang, Pemain Utama Drama China Only for Love
Perjalanan Karier Alexander Sabar
Karier Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Alexander Sabar dimulai pada tahun 1996 setelah lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol), yang menandai awal perjalanan panjangnya di dunia kepolisian Indonesia.
Sejak awal kariernya, Alexander terlibat dalam berbagai tugas penting, yang membentuk pengalaman dan keahliannya dalam penegakan hukum.
Setelah menempuh pendidikan di Akpol, Alexander langsung terjun ke dunia kerja sebagai anggota kepolisian, yang memberikan fondasi kuat untuk pengembangan kariernya di berbagai bidang.
Seiring berjalannya waktu, ia dipromosikan ke berbagai jabatan strategis di kepolisian, mulai dari posisi-posisi operasional hingga jabatan yang lebih senior.
Salah satu tonggak penting dalam kariernya adalah ketika ia menjabat sebagai Kepala Bagian Bantuan Operasi di Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88) pada tahun 2023.
Dalam peran ini, Alexander berperan penting dalam perencanaan dan pelaksanaan operasi anti-terorisme yang kompleks. Di Densus 88, ia bekerja dengan berbagai lembaga keamanan untuk menangani ancaman terorisme yang berkembang di Indonesia.
Tugas ini mengasah kemampuannya dalam manajemen operasi besar, yang memerlukan keterampilan dalam koordinasi lintas lembaga dan pengambilan keputusan cepat.
Setelah itu, pada tahun 2022, Alexander mendapatkan jabatan di Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sebagai Kepala Sub-Direktorat Intelijen.
Dalam peran ini, Alexander terlibat dalam pengawasan dan pengendalian ancaman terorisme di Indonesia.
Ia bekerja dengan intelijen dan pihak berwenang lainnya untuk mengidentifikasi potensi ancaman teroris dan merancang strategi mitigasi.
Jabatan ini memperluas wawasan dan keahlian Alexander dalam menangani ancaman berbasis intelijen. Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dari kedua posisi tersebut semakin memperkuat kemampuan Alexander di dunia keamanan siber dan penegakan hukum digital.
Berbagai pelatihan internasional yang ia ikuti, termasuk forensik digital dan kejahatan dunia maya, semakin menambah wawasan teknisnya.
Alexander mengikuti pelatihan-pelatihan penting seperti Computer Investigation and Forensics dari Interpol dan berbagai pelatihan lainnya yang terkait dengan penyelidikan dunia maya.
Pada tahun 2024, Alexander Sabar menerima amanah baru sebagai Plt Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital di Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi).
Penunjukan ini mencerminkan pengakuan terhadap keahlian dan rekam jejaknya dalam penanganan ancaman kejahatan digital.
Posisi ini memberikan tantangan baru baginya, yakni mengawasi ruang digital Indonesia yang semakin kompleks, dengan fokus pada masalah-masalah seperti perjudian daring, pencurian data, dan penyebaran konten ilegal.
Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang matang, serta keterampilan dalam pengawasan dunia maya, Alexander Sabar kini dihadapkan pada tantangan untuk menjaga ruang digital Indonesia tetap aman dan terlindungi.
Keberhasilannya dalam menangani ancaman di dunia nyata, seperti terorisme dan narkoba, diharapkan dapat diterjemahkan dengan baik dalam menghadapi tantangan di dunia maya.
Dengan segala pengalaman dan pencapaiannya, profil Alexander Sabar menunjukkan dedikasi dan keahlian yang luar biasa dalam mengatasi tantangan di dunia digital dan penegakan hukum. (Shofia)
Baca Juga: Biografi Sultan Alaudin Riayat Syah dan Sejarah Kesultanan Aceh
