Profil Bimo Wijayanto, Pendidikan, Karier, dan Fakta Menariknya

Menyajikan informasi profil tokoh ternama dari Indonesia maupun mancanegara.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Profil Tokoh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Profil Bimo Wijayanto menarik perhatian publik setelah dirinya resmi dilantik sebagai Direktur Jenderal Pajak pada Mei 2025.
Ia dikenal sebagai birokrat muda yang cerdas dan berpengalaman di bidang ekonomi dan investasi. Latar belakang pendidikannya yang kuat, baik di dalam negeri maupun luar negeri, menjadikan Bimo sosok yang kompeten untuk memimpin reformasi perpajakan.
Berikut akan membahas profil lengkap Bimo Wijayanto, mulai dari pendidikan, perjalanan karier, hingga fakta menarik tentang dirinya.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Profil Bimo Wijayanto
Bimo Wijayanto adalah seorang birokrat dan ekonom Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Pajak di Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Dikutip dari laman resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia www.pajak.go.id, Bimo Wijayanto lahir di Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur pada 5 Juli 1977.
Dengan latar belakang pendidikan yang kuat dan pengalaman luas di berbagai instansi pemerintah, Bimo dikenal sebagai sosok yang kompeten dalam bidang ekonomi dan investasi.
Pendidikan Bimo Wijayanto
Bimo Wijayanto memiliki latar belakang pendidikan yang kuat dan beragam, mencerminkan dedikasinya terhadap bidang ekonomi dan kebijakan publik.
Perjalanan akademisnya dimulai dari pendidikan menengah di SMA Taruna Nusantara (Tarnus) Magelang, tempat ia lulus pada tahun 1995 sebagai bagian dari angkatan ketiga.
Setelah itu, ia melanjutkan studi ke Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM), dan menyelesaikan pendidikannya pada tahun 2000.
Pada tahun 2004, ia meraih gelar Master of Business Administration (MBA) in Accounting and Finance dari University of Queensland, Australia.
Kemudian, pada tahun 2010, Bimo memulai studi doktoralnya di University of Canberra, Australia, dan berhasil meraih gelar Ph.D in Economics pada tahun 2015.
Tesis doktoralnya berjudul Indonesian Personal Income Tax Microsimulation: Tax Base Construction, Revenue, Distribution and Compliance Analysis (Case Study of Income Tax Reform 2008).
Atas prestasinya, ia menerima penghargaan Hadi Soesastro Australia Award pada tahun 2014 dari pemerintah Australia. Selain itu, ia juga menjalani program postdoctoral di Duke University, Amerika Serikat, pada tahun 2014.
Riwayat Pendidikan Bimo Wijayanto:
SMA Taruna Nusantara (Tarnus), Magelang
Lulus tahun 1995, angkatan ketiga (TN 3).
Sarjana (S1) Akuntansi – Universitas Gadjah Mada (UGM)
Lulus tahun 2000 dari Fakultas Ekonomi.
Magister (S2) – University of Queensland, Australia
Meraih gelar MBA in Accounting and Finance pada tahun 2004.
Doktor (S3) – University of Canberra, Australia
Memulai studi pada tahun 2010 dan meraih gelar Ph.D in Economics pada tahun 2015.
Program Postdoctoral – Duke University, Amerika Serikat
Menjalani program postdoctoral pada tahun 2014.
Karier Bimo Wijayanto
Bimo Wijayanto memulai karier profesionalnya sebagai auditor di perusahaan konsultan keuangan global, PricewaterhouseCoopers (PwC), selama dua tahun.
Pengalaman ini memberikan dasar yang kuat dalam bidang akuntansi dan keuangan sebelum ia beralih ke sektor pemerintahan.
Pada tahun 2003, Bimo bergabung dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Di DJP, ia menempati berbagai posisi strategis, termasuk sebagai Kepala Seksi Dampak Kebijakan Makro Ekonomi pada Direktorat Potensi Kepatuhan dan Penerimaan.
Selain itu, ia juga menjabat sebagai Analis Senior di Center for Tax Analysis (CTA) pada tahun 2014 hingga 2015.
Setelah pengalamannya di DJP, Bimo melanjutkan kariernya di Kantor Staf Presiden (KSP) sebagai Tenaga Ahli Utama di Kedeputian Bidang Politik dan Keamanan serta Kedeputian Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Sosial, Budaya, dan Ekologi Strategis dari Januari 2016 hingga Agustus 2020.
Pada September 2020, Bimo diangkat sebagai Asisten Deputi Investasi Strategis pada Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves). Ia menjabat posisi ini hingga Desember 2024.
Selanjutnya, pada Desember 2024, Bimo ditunjuk sebagai Sekretaris Deputi Bidang Kerja Sama Ekonomi dan Investasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Selain peran-peran tersebut, Bimo juga aktif di sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sejak Juni 2022, ia menjabat sebagai Komisaris Independen di PT Phapros Tbk, anak perusahaan dari PT Kimia Farma Tbk.
Puncak karier Bimo tercapai ketika ia dilantik sebagai Direktur Jenderal Pajak oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada 23 Mei 2025, menggantikan Suryo Utomo.
Penunjukan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat institusi Direktorat Jenderal Pajak dalam mengamankan penerimaan negara.
Fakta Menarik Bimo Wijayanto
Bimo Wijayanto, Direktur Jenderal Pajak Republik Indonesia yang baru dilantik pada 23 Mei 2025, memiliki sejumlah fakta menarik yang mencerminkan perjalanan hidup dan kariernya yang inspiratif.
Latar Belakang Pendidikan yang Kuat
Bimo merupakan alumni SMA Taruna Nusantara, melanjutkan studi di Universitas Gadjah Mada, dan meraih gelar MBA dari University of Queensland serta Ph.D dari University of Canberra.
Penghargaan Internasional
Ia menerima Hadi Soesastro Australia Award pada tahun 2014 atas prestasinya dalam bidang ekonomi dan kebijakan publik.
Karier di Pemerintahan
Bimo pernah menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden dan Asisten Deputi Investasi Strategis di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.
Aktif di Sektor BUMN
Sejak Juni 2022, ia menjabat sebagai Komisaris Independen di PT Phapros Tbk, anak perusahaan dari PT Kimia Farma Tbk.
Kekayaan yang Transparan
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), total kekayaan Bimo mencapai sekitar Rp6,67 miliar.
Mandat dari Presiden
Penunjukan Bimo sebagai Dirjen Pajak merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat institusi Direktorat Jenderal Pajak dalam mengamankan penerimaan negara.
Demikian profil Bimo Wijayanto, sosok pemimpin visioner dengan rekam jejak yang menginspirasi. Diharapkan kepemimpinannya membawa kemajuan signifikan bagi sistem perpajakan Indonesia ke depan. (Yln)
Baca juga: Profil Agus Andrianto, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan
