Profil Fiersa Besari, Perjalanan Karier, dan Daftar Karyanya

Menyajikan informasi profil tokoh ternama dari Indonesia maupun mancanegara.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Profil Tokoh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Profil Fiersa Besari dikenal luas sebagai musisi, penulis, dan petualang yang menginspirasi banyak orang melalui karya-karyanya.
Sosoknya semakin populer berkat lirik lagu yang puitis serta buku-buku yang penuh makna.
Selain itu, kecintaannya terhadap alam membuatnya aktif berbagi pengalaman mendaki gunung di media sosial.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Profil Fiersa Besari
Berikut adalah profil Fiersa Besari lengkap dengan perjalanan kariernya, mengutip dari p2k.stekom.ac.id.
Fiersa Besari lahir pada 3 Maret 1990 di Bandung, Jawa Barat. Ia merupakan anak pertama dari pasangan Arif Rachman dan Yanti Sri Wahyuni.
Sejak kecil, ia telah menunjukkan minat besar terhadap seni, terutama musik dan sastra.
Fiersa Besari menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Yapari-ABA Bandung dengan jurusan Sastra Inggris.
Meskipun mendalami bahasa asing, kecintaannya terhadap sastra Indonesia semakin kuat seiring berjalannya waktu.
Dalam kehidupan pribadinya, Fiersa menikah dengan Aqia Nurfadla pada 14 Juli 2019.
Pernikahan mereka dikaruniai seorang putri bernama Kinasih Menyusuri Bumi yang lahir pada 16 Februari 2021.
Selain sebagai musisi dan penulis, ia juga aktif membagikan pemikirannya melalui media sosial, terutama Twitter dan YouTube.
Biodata Fiersa Besari
Berikut biodata singkat dari Fiersa Besari:
Nama Lengkap: Senju Fiersa Besari
Nama Panggung: Fiersa Besari
Tempat, Tanggal Lahir: Bandung, 3 Maret 1990
Pendidikan: STBA Yapari-ABA Bandung, Sastra Inggris
Pekerjaan: Musisi, Penulis, YouTuber
Pasangan: Aqia Nurfadla (menikah 2019)
Anak: Kinasih Menyusuri Bumi
Hobi: Menulis, mendaki gunung, bermusik
Akun Instagram: @fiersabesari
Akun YouTube: Fiersa Besari
Baca Juga: Daftar Pemain Film Komang, Sinopsis, dan Jadwal Tayangnya
Perjalanan Karier Fiersa Besari
Fiersa Besari memulai perjalanan kariernya sebagai musisi independen yang berkarya secara mandiri.
Sejak awal, ia menunjukkan ketertarikan pada dunia musik dengan bereksperimen dalam berbagai genre sebelum akhirnya menemukan ciri khasnya di musik folk dan pop akustik.
Pada tahun 2012, ia merilis album pertamanya yang berjudul 11:11, yang menjadi langkah awalnya dalam dunia musik.
Namun, namanya mulai dikenal luas setelah lagu-lagunya seperti Celengan Rindu dan Waktu yang Salah viral di media sosial, terutama di platform YouTube dan Spotify.
Musiknya yang penuh makna dengan lirik puitis membuatnya memiliki banyak penggemar, terutama dari kalangan anak muda yang bisa merasakan kedalaman emosional dalam setiap lagunya.
Selain bermusik, Fiersa Besari juga menekuni dunia kepenulisan dan berhasil menerbitkan beberapa buku yang laris di pasaran.
Buku pertamanya, Garis Waktu, dirilis pada 2016 dan langsung mendapat sambutan hangat dari pembaca. Gaya tulisannya yang sederhana tetapi penuh makna membuat banyak orang tertarik pada karyanya.
Kesuksesan buku pertamanya membuatnya terus menulis hingga melahirkan berbagai karya lain seperti Konspirasi Alam Semesta, Catatan Juang, Arah Langkah, dan Tapak Jejak.
Buku-bukunya sering kali memadukan kisah perjalanan hidup, refleksi diri, serta romansa yang dekat dengan kehidupan anak muda.
Selain dikenal sebagai musisi dan penulis, Fiersa Besari juga memiliki hobi mendaki gunung. Kecintaannya terhadap alam sering ia bagikan melalui unggahan di media sosial dan kanal YouTube pribadinya.
Ia kerap membagikan perjalanan mendakinya ke berbagai gunung di Indonesia, termasuk Rinjani dan Semeru, serta membagikan pengalaman dan refleksi hidupnya selama perjalanan.
Dalam video tersebut, ia juga menceritakan pengalaman mendaki malam yang mencekam, memberikan gambaran nyata tentang tantangan yang dihadapi para pendaki.
Baru-baru ini, Fiersa terlibat dalam pendakian ke Puncak Carstensz di Papua, yang dikenal sebagai salah satu puncak tertinggi dan paling menantang di Indonesia.
Sayangnya, ekspedisi ini diwarnai oleh tragedi dengan meninggalnya dua pendaki. Fiersa sendiri berhasil selamat dan telah dievakuasi dengan selamat.
Popularitasnya semakin meningkat seiring dengan produktivitasnya dalam berkarya.
Keberhasilannya dalam dua bidang sekaligus menjadikannya sebagai salah satu figur inspiratif bagi banyak anak muda yang ingin berkarya di luar jalur industri besar.
Dalam perjalanan kariernya, Fiersa Besari juga menerima berbagai nominasi dan penghargaan yang mengukuhkan posisinya di dunia musik.
Ia pernah masuk nominasi AMI Awards dalam kategori Artis Solo Pria Pop dan Album Pop Terbaik.
Meski sering menolak untuk terlalu terikat dengan industri musik mainstream, kehadirannya tetap diakui sebagai salah satu musisi berbakat di Indonesia.
Musiknya yang penuh makna, dikombinasikan dengan kepiawaiannya dalam menulis, menjadikannya sebagai salah satu figur yang unik di dunia seni Tanah Air.
Diskografi Fiersa Besari
Sebagai musisi, Fiersa Besari telah merilis beberapa album dan lagu yang mendapat banyak apresiasi dari pendengar. Berikut daftar albumnya:
Album 11:11 (2012)
Album Tempat Aku Pulang (2014)
Album Konspirasi Alam Semesta (2015)
Album *Album Berjalan Mundur (2016)
Album Garis Terdepan (2019)
Album 20:20 (2020)
Selain album, ia juga merilis beberapa single populer yang juga berkolaborasi dengan sejumlah penyanyi ternama berikut:
"Waktu yang Salah" (2014; bersama Thantri Sundari)
"Edelweiss" (2014; bersama Vica)
"Ibu Pertiwi" (2019; bersama Iwan Fals dan Once Mekel) — lagu tema film Bumi Manusia
"Runtuh" (2021; bersama Feby Putri)
"Balada Si Roy" (2022; bersama Eet Sjahranie) — lagu tema film Balada Si Roy
"Kembali Untuk Mengulang by Collabonation Mini Camp Artist" (2023; bersama Ari Lesmana, Hindia, dan Feby Putri)
Baca Juga: Profil Yuha Hearts2Hearts, Perjalanan Karier, dan Fakta Menariknya
Buku Fiersa Besari
Sebagai penulis, Fiersa Besari dikenal dengan gaya penulisan yang puitis dan penuh makna. Berikut beberapa buku yang telah ia terbitkan:
Garis Waktu (2016)
Konspirasi Alam Semesta (2017)
Catatan Juang (2017)
Arah Langkah (2018)
11:11 (2018)
Tapak Jejak (2019)
Buku-bukunya banyak mengangkat tema perjalanan, cinta, dan pencarian makna hidup, menjadikannya salah satu penulis favorit di kalangan anak muda.
Nominasi dan Penghargaan Fiersa Besari
Buku-bukunya banyak mengangkat tema perjalanan, cinta, dan pencarian makna hidup, menjadikannya salah satu penulis favorit di kalangan anak muda.
Nominasi AMI Awards 2019 – Kategori Artis Solo Pria Pop
Nominasi AMI Awards 2020 – Kategori Album Pop Terbaik (20:20)
Nominasi AMI Awards 2021 – Kategori Karya Produksi Folk/Country/Balada Terbaik (Pelukku untuk Pelikmu)
IKAPI Awards 2019 – Rookie of the Year (Menang)
Piala Maya 2020 – Lagu Tema Terpilih (Pelukku untuk Pelikmu, Nominasi)
Billboard Indonesia Music Awards 2020 – Top Male Singer of the Year (Menang)
Anugerah Musik Indonesia 2022 – Karya Produksi Folk/Country/Balada Terbaik (Runtuh bersama Feby Putri, Menang)
Dengan perjalanan karier yang penuh warna, profil Fiersa Besari menunjukkan bahwa ia bukan hanya seorang musisi dan penulis berbakat, tetapi juga sosok yang menginspirasi lewat karya dan petualangannya. (Shofia)
Baca Juga: Profil Codeblu, Food Vlogger Indonesia yang Terkenal
