Profil Tom Lembong, Eks Menteri Kabinet Jokowi

Menyajikan informasi profil tokoh ternama dari Indonesia maupun mancanegara.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Profil Tokoh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Profil Tom Lembong atau yang bernama lengkap Thomas Trikasih Lembong, A.B., adalah seorang politikus Indonesia, bankir, dan ekonom Indonesia. Ia juga pernah menjabat sebagai salah satu menteri di kabinet Presiden Joko Widodo.
Dikutip dari p2k.stekom.ac.id, sejak tanggal 27 Juli 2016 hingga 23 Oktober 2019, ia menjabat Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Pada periode sebelumnya ia juga menjabat sebagai Menteri Perdagangan Indonesia dari tanggal 12 Agustus 2015 hingga 27 Juli 2016.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Profil Tom Lembong
Tom Lembong lahir dari ayahnya yang bernama Yohanes Lembong (Ong Joe Gie), seorang dokter ahli jantung dan THT lulusan Universitas Indonesia asal Manado, dan ibunya yang bernama Yetty Lembong, seorang ibu rumah tangga asal Tuban.
Kemudian ia menikah dengan seorang perempuan bernama Maria Franciska Wihardja pada tahun 2002, dan dikaruniai dua orang anak yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.
Ia dan keluarganya merupakan penganut agama Katolik. Ia juga memiliki kerabat yang bernama Eddie Lembong dan Yohanes Lembong.
Baca juga: Profil Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia
Biodata Tom Lembong
Berikut ini informasi seputar biodata Tom Lembong, seorang politikus Indonesia yang pernah menjabat menteri di kabinet Jokowi:
Nama: Tom Lembong
Nama Lengkap dan Gelar: Thomas Trikasih Lembong, A.B.
Agama: Katolik
Tempat Lahir: Jakarta, Indonesia
Tanggal Lahir: 4 Maret 1971
Umur: 53 Tahun
Nama Istri: Franciska Wihardja
Tahun Pernikahan: 2002
Jumlah Anak: 2
Pendidikan: Universitas Harvard
Pekerjaan: Pengusaha, Bankir, Politikus
Nama Akun Instagram: @tomlembong
Pendidikan Tom Lembong
Ia mengenyam pendidikan sekolah dasar di Jerman hingga ia genap berusia 10 tahun. Saat kembali ke Indonesia, ia melanjutkan SD dan SMP di Sekolah Regina Pacis, di Jakarta. Saat di bangku SMA, ia kemudian pindah ke Boston, Massachusetts, Amerika Serikat.
Kemudian ia menempuh kuliah dengan mengambil jurusan bidang arsitektur dan perancangan kota di Universitas Harvard, Amerika Serikat. Kemudian ia lulus pada tahun 1994.
Setelah ia menyelesaikan pendidikannya, ia pun memulai kariernya pada tahun 1995 dengan bekerja di Divisi Ekuitas Morgan Stanley di Singapura.
Kemudian ia juga sempat bekerja sebagai bankir investasi di Deutsche Securities Indonesia sejak tahun 1999 hingga tahun 2000.
Baca juga: Profil Susi Pudjiastuti, Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia
Karier Tom Lembong
Setelah ia berhasil menyelesaikan pendidikannya, ia memulai kariernya dengan bekerja pada tahun 1995 di Divisi Ekuitas Morgan Stanley Singapura.
Setelah ia menyelesaikan pekerjaannya di Singapura, ia pun kemudian bekerja sebagai bankir investasi di Deutsche Securities Indonesia pada tahun 1999-2000.
Ia juga pernah dipercaya untuk menjabat sebagai kepala divisi dan wakil presiden senior di Badan Penyehatan Perbankan Nasional atau BPPN dari tahun 2000 hingga 2002.
Pada saat itu, BPPN masih berada di bawah Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia. Badan ini memiliki tugas untuk melakukan rekapitulasi dan restrukturisasi sektor perbankan Indonesia.
Khususnya setelah Indonesia sempat mengalami Krisis Keuangan Asia pada tahun 1998. Setelah itu, ia kemudian memilih untuk bekerja di Farindo Investments dari tahun 2002 hingga 2005.
Kemudian pada tahun 2006, ia menjadi salah satu pendiri dan direktur utama satu perusahaan ekuitas swasta di Singapura yang bernama Quvat Management.
Selain itu, ia juga menjadi presiden komisaris di PT Graha Layar Prima Tbk atau BlitzMegaplex dari tahun 2012 hingga 2014.
Kemudian kariernya di dunia politik Indonesia, ditandai pada saat dirinya kembali ke kursi pemerintahan pada tahun 2013. Pada saat itu dirinya menjabat sebagai penasihat ekonomi dan penulis pidato untuk Gubernur DKI Jakarta pada saat itu, Joko Widodo atau Jokowi.
Ia pun tetap menjadi penulis sepanjang masa jabatan pertama Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia. Ia adalah orang di balik layar yang telah menulis beberapa pidato Presiden Jokowi.
Salah satu pidato yang ditulisnya adalah pidato berjudul “Game of Thrones” pada pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali pada tahun 2018, dan pidato “Thanos” pada Forum Ekonomi Dunia.
Setelah meninggalkan kursi pemerintahan, ia pun mendirikan Consilience Policy Institute yang secara resmi buka untuk beroperasi di Singapura. Lembaga ini merupakan wadah pemikir yang melakukan advokasi kebijakan ekonomi internasional dan reformis di Indonesia.
Pada bulan Agustus 2021, Gubernur DKI Jakarta yang menjabat saat itu, Anies Baswedan, menunjuknya sebagai Ketua Dewan PT Jaya Ancol. Hal tersebut adalah satu-satunya Badan Usaha Milik Pemerintah Provinsi di Indonesia yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Kemudian pada tanggal 29 Oktober 2024, Kejaksaan Agung Republik Indonesia menetapkan dirinya sebagai tersangka korupsi kasus impor gula. Ia diduga memberikan izin impor gula kristal putih pada saat kondisi gula di Indonesia dalam keadaan surplus, serta menunjuk pihak swasta yang melakukan impor.
Riwayat Jabatan dan Penghargaan Tom Lembong
Berikut ini riwayat jabatan yang pernah diemban semasa perjalanan karier politiknya:
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal BKPM ke-18: Masa jabatan 27 Juli 2016 hingga 23 Oktober 2019 pada masa Presiden Joko Widodo
Menteri Perdagangan Indonesia ke-30: Masa jabatan 12 Agustus 2015 hingga 27 Juli 2016 pada masa Presiden Joko Widodo
Ia juga pernah meraih beberapa penghargaan baik tingkat Nasional maupun Internasional, yaitu:
Young Global Leader (YGL) oleh World Economic Forum di Davos tahun 2008.
Asia Society Australia-Victoria Distinguished Fellowship, tahun 2017.
Order of Diplomatic Service Merit, First Class Second Grade (Gwanghwa Medal) di Korea Selatan pada tanggal 8 Desember 2020.
Demikian informasi seputar profil Tom Lembong dengan pengalaman dan perjalanan kariernya sebagai politikus Indonesia. Penghargaan dan pencapaiannya adalah bentuk dedikasi yang telah ia berikan untuk Indonesia.(Win)
Baca juga: Profil Amran Sulaiman, Menteri Pertanian Republik Indonesia 2024
