28 Ramadhan 1446 HJumat, 28 Februari 2025
Jakarta
chevron-down
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Konten dari Pengguna

Profil Yuliana Tasno, Dirut PSIM Yogyakarta yang Cantik dan Cerdas

Profil Tokoh
Menyajikan informasi profil tokoh ternama dari Indonesia maupun mancanegara.
28 Februari 2025 20:13 WIB
·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Profil Tokoh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Profil Yuliana Tasno. Unsplash/Janosch Diggelmann
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Profil Yuliana Tasno. Unsplash/Janosch Diggelmann
ADVERTISEMENT
Profil Yuliana Tasno mencerminkan sosok pemimpin visioner yang mencetak sejarah sebagai perempuan pertama yang menjabat sebagai dirut PSIM Yogyakarta sejak tahun 2023.
ADVERTISEMENT
Dia diketahui menjadi salah satu sosok penting di balik promosinya PSIM Yogyakarta ke Liga 1 2025/2026.
PSIM dipastikan promosi otomatis ke Liga 1 2025/2026 setelah berhasil lolos ke final Liga 2 2024/2025 atau setelah meraih kemenangan 2-1 atas PSPS Pekanbaru pada tanggal 17 Februari 2025.

Profil Yuliana Tasno

Dikutip dari situs p2k.stekom.ac.id, profil Yuliana Tasno, yang akrab disapa Liana Tasno, diketahui bahwa dia adalah dirut PSIM Yogyakarta sejak tahun 2023.
Dia diketahui menggantikan Bima Sinung. Liana mencetak sejarah sebagai perempuan pertama yang memimpin klub tersebut. Sebagai pemimpin, Liana memiliki visi untuk membawa PSIM ke level yang lebih tinggi.
Dia tidak hanya fokus pada aspek manajerial tetapi juga berusaha meningkatkan performa tim dengan mendukung kebijakan perekrutan pemain yang lebih kompetitif serta membangun ekosistem sepak bola yang profesional.
ADVERTISEMENT
Di bawah kepemimpinannya, PSIM semakin memperkuat hubungan dengan sponsor dan mitra strategis sehingga klub dapat berkembang lebih stabil di tengah tantangan industri sepak bola Indonesia.
Meskipun berbasis di Jakarta, Liana rutin mengunjungi Yogyakarta untuk menjalin komunikasi langsung dengan para pemain, staf, dan manajemen klub.
Kehadirannya di lapangan menunjukkan komitmennya dalam mengelola PSIM secara langsung dan memastikan bahwa semua elemen dalam tim bekerja sesuai dengan visi yang telah dia tetapkan.
Selain mengelola aspek bisnis dan teknis, Liana juga aktif membangun budaya kerja yang solid dan profesional di lingkungan klub.
Dia percaya bahwa kesuksesan PSIM tidak hanya bergantung pada performa di lapangan tetapi juga pada sinergi antara manajemen, pemain, dan pendukung.
Dengan dedikasi dan kepemimpinannya, dia berharap PSIM dapat mencapai prestasi yang lebih gemilang di masa depan.
ADVERTISEMENT

Biodata Yuliana Tasno

Yuliana Tasno adalah seorang pemimpin perempuan yang dikenal atas kiprahnya di dunia sepak bola Indonesia. Kepemimpinannya di PSIM menjadikannya figur inspiratif, terutama dalam industri yang didominasi oleh laki-laki.
Dia menjadi pionir dalam dunia manajemen sepak bola dengan pendekatan profesional dan inovatif. Berikut adalah biodata Yuliana Tasno.

Pendidikan Yuliana Tasno

Yuliana Tasno diketahui merupakan alumni Univeritas Tarumanegara. Dia nendapatkan gelar sarjana seni program desain grafis dan menempuh masa perkuliahan dari tahun 2001 hingga 2005.
Setelahnya, dia menempuh pendidikan magister sebanyak 2 kali di kampus yang sama. Dia mengambil program magister pemasaran dari tahun 2006 hingga 2008 dan juga mengambil program magister bisnis internasional, hukum pajak, dan perdagangan.
ADVERTISEMENT

Jejak Karier Yuliana Tasno

Dari profil Yuliana Tasno diketahui bahwa dia memulai kariernya dengan menjadi technical marketing specialist di MetalFX tahun 2004.
Sepak bola bukan ranah baru untuk Yuliana Tasno. Dari tahun 2016 hingga 2017, dia pernah menjadi creative marketing associate di IBL atau Indonesian Basketball League.
Pada tahun 2017, dia juga pernah menjadi panitia penyelenggara ASIAN GAMES 2018 di Jakarta (INASGOC). Dari September 2018 hingga Juni 2019, dia pernah menjabat sebagai CMO di GOIFEX Indonesia.
Dari Agustus 2017 hingga Agustus 2018, dia juga pernah menjabat sebagai brand building dan communication manager.
Di tahun 2019, dia awalnya menjabat sebagai wakil direktur komersial PSIM dari bulan Juni 2019 hingga Februari 2021. Dari bulan Maret 2021 hingga Januari 2023, dia kemudian diangkat sebagai direktur bisnis PSIM.
ADVERTISEMENT
Dari Februari hingga Juli 2023, dia dipercaya menjabat dirut interim atau dirut sementara PSIM dan setelahnya dia menjabat sebagai dirut PSIM sampai sekarang.
Sebelum menjadi direktur utama PSIM, dia sempat menjabat sebagai manajer brand dan komunikasi di PSSI.
Masa awal Yuliana Tasno juga dibarengi dengan gelagat jor-joran PSIM mengejar tiket promosi. Di musim 2019, PSIM mendatangkan sederet bintang untuk memperkuat jajarannya seperti Witan Sulaeman, Christian Gonzales, dan Raphael Maitimo.
Tetapi ambisi PSIM harus kandas di tengah jalan karena harus menelan kegagalan melangkah ke 8 besar dan di laga penutup. PSIM terpaksa menutup kompetisi dengan kalah 2-3 atas Persis Solo.
PSIM kembali gagal mendapatkan tiket promosi di musim 2021 dan 2023/2024. Baru di musim keduanya menjabat sebagai dirut PSIM, Liana berhasil mencapai ambisi besar klubnya.
ADVERTISEMENT

Fakta Menarik Yuliana Tasno

Sebagai sosok yang berperan besar dalam perkembangan PSIM Yogyakarta, Yuliana Tasno memiliki banyak hal menarik yang membuatnya diperbincangkan di dunia sepak bola Indonesia.
Yuliana Tasno juga memiliki sejumlah fakta menarik yang membuatnya menonjol di dunia sepak bola Indonesia. Berikut beberapa fakta menarik Yuliana Tasno.

1. Memiliki Hobi Lari

Berkecimpung di dunia sepak bola, Liana juga merupakan sosok yang menyukai olahraga itu sendiri. Dia mengaku dalam sebuah kesempatan jika dia telah kecanduan olahraga.
Menurutnya, jika lebih dari 3 hari berolahraga, dia akan merasa lemas dan tidak produktif dalam melakukan pekerjaan. Olahraga yang rajin dilakukannya adalah lari. Dia bahkan sanggup melakukan lari maraton sejauh 42 kilometer. Olahraga lain yang giat dilakukannya adalah latihan beban.
ADVERTISEMENT

2. Dosen

Yuliana Tasno diketahui sempat menjadi dosen di almamaternya, Universitas Tarumanegara. Dia telah menjadi dosen sejak tahun 2008 di Fakultas Ilmu Komunikasi.

3. Dikenal Tomboy sejak Kecil

Dalam sebuah wawancara, Yuliana Tasno mengaku dikenal tomboy semasa kecil. Dia juga menyampaikan dia kerap memakai kaos bola untuk kesehariannya di rumah bahkan dahulu dia memiliki potongan rambut cepak seperti laki-laki.
Profil Yuliana Tasno menunjukkan dedikasinya dalam membangun PSIM Yogyakarta agar semakin profesional dan kompetitif, dengan harapan meraih prestasi lebih gemilang di kancah sepak bola Indonesia. (Mey)