Konten dari Pengguna

Siapa Pelatih Italia Sekarang? Ini Biodata, Perjalanan Karier, dan Prestasinya

Profil Tokoh

Profil Tokoh

Menyajikan informasi profil tokoh ternama dari Indonesia maupun mancanegara.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Profil Tokoh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pelatih Italia Sekarang, Unsplash/Yunus Tuğ
zoom-in-whitePerbesar
Pelatih Italia Sekarang, Unsplash/Yunus Tuğ

Tidak sedikit yang mempertanyakan mengenai siapa pelatih Italia sekarang. Bagi orang yang bukan penggemar bola mungkin hal itu tidak begitu dipedulikan, tetapi berbeda lagi dengan pecinta bola terutama pendukung setia club Italia.

Sebelumnya, tersebar rumor bahwa pelatih yang menduduki kursi pelatih Italia dipecat. Hal itu karena Italia mengalami kekalahan saat bertanding di babak 16 besar Euro 2024 yang akhirnya menyebabkan banyak orang mendesak FIGC untuk memecat sang pelatih.

Meskipun begitu, ternyata FIGC tetap mempertahankan pelatih tersebut untuk menangani Timnas Italia. Lalu, sebenarnya siapa pelatih Italia? Simak penjelasan selengkapnya di sini.

Biodata Pelatih Italia Sekarang

Ilustrasi pelatih italia sekarang, Photo by Ruben Leija on Unsplash

Saat ini, Italia dilatih oleh seorang profesional bernama Luciano Spalletti yang memiliki banyak pencapaian dalam dunia sepak bola maupun kepelatihan. Berikut profilnya:

  • Nama lengkap: Luciano Spalletti

  • Tanggal lahir: 7 Maret 1959 (umur 65)

  • Tempat lahir: Certaldo, Italia

  • Tinggi badan: 180 cm

Sebelum menjadi pelatih, Spalletti merupakan pemain bola yang tempil di berbagai pertandingan. Secara ringkas, berikut perjalanan karirnya menjadi seorang pemain sepakbola:

  • 1984–1985 bergabung dengan tim Castelfiorentino yang tercatat telah mencetak gol sebanyak 7 kali

  • 1985–1986 bergabung dengan tim Entella yang tercatat telah mencetak gol sebanyak 2 kali pada 27 pertandingan

  • 1986–1990 bergabng dengan tim Spezia yang tercatat mencetak gol sebanyak 7 kali pada 120 pertandingan

  • 1990–1991 bergabung dengan tim Viareggio yang tercatat telah mencetak gol sebanyak 1 kali pada 29 pertandingan

  • 1991–1993 bergabung dengan tim Empoli yang tercatat telah mencetak gol sebanyak 3 kali pada 60 pertandingan

Jika ditotal, selama Spalletti menjadi seorang pemain sepakbola, dirinya telah mengikuti sebanyak 236 pertandingan dengan total gol yang dicetaknya sebanyak 13 kali.

Baca Juga: Profil Shin Tae Yong, Pelatih Legendaris di Dunia Sepak Bola Indonesia

Perjalanan Karier Kepelatihan

Setelah pensiun menjadi pemain sepakbola, Spalletti melebarkan sayapnya menjadi seorang pelatih sepakbola. Pada awal karirernya, ia membersamai Empoli sehingga berhasil promosi 2 kali berturut-turut di seri C1 ke Seri A pada musim 1995-1996 dan 1996-1997.

Berikutnya, ia menjabat sebagai manajer di Udinese. Selama musim 2004 - 2005, Spalletti mampu membawa Udinese masuk ke urutan keempat di Serie A dan mengamankan tempat di Liga Champion. Selain itu, berikut penjelasan mengenai perjalanan karier pelatih sepakbola tersebut:

1. AS Roma

Pada musim 2005 - 2006, Spalletti mulai melatih AS Roma yang mengantarkan club itu memecah rekor kemenangan berurutan di Serie A dengan kemenangan 2-0 atas Lazio. Sayangnya, di akhir musim, dirinya tidak berhasil mengantarkan AS Roma menduduki posisi ke 4.

Meski sempat gagal, AS Roma berhasil memperbaiki posisinya dengan mempersembahkan dua gelar juara Coppa Italia musim 2006-2007 dan 2007-2008. Pencapaian lain yang tidak kalah membanggakannya adalah berhasil mendapatkan gelar Piala Super Italia pada tahun 2007.

2. Zenit St.Petersburg

Perjalanan kariernya menjadi pelatih sepakbola berlanjut ke club Zenit St. Petersburg dengan durasi kontrak selama 3 tahun. Zenit St. Petersburg menjadikannya sebagai pelatih dengan harapan bisa mengantarkan mereka memenangkan gelar Liga Primer Rusia, menyabet Piala Rusia, dan masuk ke babak penyisihan Liga Primer Rusia.

Sesuai harapan, Zenit berhasil memenangkan Piala Rusia pada 16 Mei 2010 dengan mengalahkan FC Sibir Novosibirsk di final. Sebelumnya, club tersebut juga berhasil mengalahkan Volga Tver di perempat final dan Amkar Perm di semifinal.

Di bawah pelatihan Spalletti, setidaknya Zenit bisa mencetak 12 kali kemenangan dan 4 kali seri dengan total 40 poin di musim Liga Primer 2010. Pencapaian tersebut merupakan rekor Liga Primer Rusia terbaru untuk kemenangan terbanyak.

3. Kembali ke Roma

Setelah habis masa kontrak dengan Zenit, Spalletti kembali dipanggil oleh Roma pada pertengahan musim 2015-2016. Tidak berjalan mulus, ia dikritik oleh Francesco Totti akibat tidak memberi banyak kesempatan Totti bermain sekembalinya dari cedera.

Karena kejadian itu, nama Totti dicoret dari club oleh Spalletti pada saat Roma menang 5-0 atas Palermo. Namun, ternyata keputusan tersebut malah mendapatkan kecaman dari banyak pihak, termasuk penggemar dan media.

Akhirnya pada 30 Mei 2017, Spalletti memutuskan untuk meninggalkan Roma dengan persetujuan bersama. Meski pada tugas kedua kalinya bersama Roma mengalami masa yang kurang menyenangkan, tetapi ia bisa mengantarkan club tersebut ke Liga Champions selama dua musim berturut-turut.

4. Inter Milan

Selang 10 hari meninggalkan Roma, dirinya dikonfirmasi menjadi manajer di Inter Milan. Tidak tanggung-tanggung, kontrak yang diberikan cukup lama, yaitu selama 2 tahun.

Pada awal kepemimpinannya, Spalletti berhasil mengantarkan Inter Milan memenangkan turnamen internasional Champions Cup di Singapura setelah mengalahkan Olympique Lyon, Bayern Munich, dan Chelsea.

Tidak hanya itu, Inter Milan juga bisa memenangkan pertandingan pertamanya di Serie A 2017-2018 setelah mengalahkan Fiorentina dengan skor 3-0 di Giuseppe Meazza.

Tepat satu minggu setelahnya, mereka kembali memenangkan pertandingan keduanya melawan mantan klubnya AS Roma di Stadion Olimpico Roma dengan memperoleh skor 1-3.

Pencapaian-Pencapaian Spalletti

Ilustrasi pelatih italia sekarang, Photo by Jannik Skorna on Unsplash

Sepanjang kariernya hingga saat ini, sudah ada banyak sekali pencapaian Spalletti baik ketika bersama Empoli, Roma, Zenit, ataupun club lainnya. Jika penasaran dengan berbagai pencapaiannya, simak penjelasan berikut:

Terkait Kepelatihan

1. Empoli

  • Promosi Serie B: 1996–1997

  • Juara perebutan tempat promosi Serie C: 1995–1996

2. Roma

  • Piala Italia: 2006–2007, 2007–2008

  • Piala Super Italia: 2007

3. Zenit St. Petersburg

  • Liga Utama Rusia: 2010, 2011–2012

  • Piala Rusia: 2009–2010

  • Piala Super Rusia: 2011

Individual

  • Manajer Serie A Terbaik: 2005–2006, 2006–2007

  • Panchina d'Oro: 2004–2005

  • Manajer Serie A Terbaik Bulanan: September 2021, Februari 2022, Oktober 2022

Gelar

  • Sebagai pelatih

  • Empoli

  • Promosi Serie B: 1996–1997

  • Juara perebutan tempat promosi Serie C: 1995–1996

4. AS Roma

  • Piala Italia: 2006–2007, 2007–2008

  • Piala Super Italia: 2007

  • Zenit St. Petersburg

  • Liga Utama Rusia: 2010, 2011–2012

  • Piala Rusia: 2009–2010

  • Piala Super Rusia: 2011

Individual

  • Manajer Serie A Terbaik: 2005–2006, 2006–2007

  • Panchina d'Oro: 2004–2005

  • Manajer Serie A Terbaik Bulanan: September 2021, Februari 2022, Oktober 2022

Masa Kepelatihan Spalletti di Beberapa Squad

Sebagai pelatih yang telah mengawali karir kepelatihannya sejak tahun 1955, Spalletti sudah mendampingi berbagai squad dan mengantarkan mereka mencapai berbagai prestasi. Perjalanan karir kepelatihannya telah dirangkum pada ulasan berikut:

  • 1995–1998 Empoli

  • 1998–1999 Sampdoria

  • 1999–2000 Venezia

  • 2001 Udinese

  • 2001–2002 Ancona

  • 2002–2005 Udinese

  • 2005–2009 AS Roma

  • 2009–2014 Zenit St. Petersburg

  • 2016–2017 AS Roma

  • 2017–2019 Inter Milan

  • 2021–2023 Napoli

  • 2023- Italia

Hingga saat ini, Spalletti masih menjadi pelatih Skuad Italia meski banyak yang meminta FIGC memutus kontrak dengannya. Hanya saja, ia tidak mendapat kesempatan kedua ini secara cuma-cuma. Ada target yang harus dikejar, yaitu membawa Timnas Italia lolos ke Piala Dunia 2026 mendatang.

Pertandingan pertama yang harus dihadapi Italia pada 7 September 2024 adalah pertandingan melawan Prancis. Spalletti dituntut untuk berusaha keras agar squad Italia bisa membawa keberhasilan yang memuaskan.

Pada pertandingan tersebut, keseriusan Spalletti menjawab tantangan yang diterimanya dipertaruhkan. Banyak orang berharap ia mampu membawa squa Italia menuju masa keemasannya dengan memenangkan berbagai pertandingan besar.

Baca Juga: Profil Harry Kane, Kapten Legendaris Timnas Inggris

Daftar Pemain Skuad Italia di Bawah Pelatihan Spalletti

Pada saat pertandingan melawan Ekuador, untuk memaksimalkan hasilnya, Spalletti membagi tugas setiap pemain skuad Italia sesuai keahliannya. Tentu saja, pemilihannya tidak sembarangan dan dipertimbangkan matang-matang, di bawah ini daftar pemainnya:

  • Kiper: Gianluigi Donnarumma (Paris Saint-Germain), Marco Carnesecchi (Atalanta), Guglielmo Vicario (Tottenham Hotspur), Alex Meret (Napoli)

  • Bek: Alessandro Bastoni (Inter), Destiny Udogie (Tottenham), Francesco Acerbi (Inter Milan), Raoul Bellanova (Torino), Alessandro Buongiorno (Torino), Andrea Cambiaso (Juventus), Giovanni Di Lorenzo (Napoli), Federico Dimarco (Inter), Matteo Darmian (Inter), Giorgio Scalvini (Atalanta)

  • Gelandang: Giacomo Bonaventura (Fiorentina), Michael Folorunsho (Verona), Nicolo Barella (Inter Milan), Davide Frattesi (Inter), Jorginho (Arsenal), Lorenzo Pellegrini (AS Roma), Manuel Locatelli (Juventus)

  • Penyerang: Lorenzo Lucca (Udinese), Mattia Zaccagni (Lazio), Riccardo Orsolini (Bologna), Giacomo Raspadori (Napoli), Federico Chiesa (Juventus), Mateo Retegui (Genoa), Nicolo Zaniolo (Aston Villa)

Pertanyaan mengenai siapa pelatih Italia sekarang sudah terjawab. Di atas juga telah dijelaskan profil, pencapaian, dan hal-hal menarik lainnya dari Spalletti.

Baca Juga: Siapa Pelatih Tottenham Hotspur Sekarang? Ini Profil Lengkapnya