Konten dari Pengguna

Ketika Leher Terlalu Lama Bekerja: Mengenal Neck Strain dan Penanganannya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hardiat Dani S tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ketika Leher Terlalu Lama Bekerja: Mengenal Neck Strain dan Penanganannya (Sumber Gambar: AI Image Generator)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ketika Leher Terlalu Lama Bekerja: Mengenal Neck Strain dan Penanganannya (Sumber Gambar: AI Image Generator)

Leher adalah bagian tubuh yang sering bekerja tanpa kita sadari. Berjam-jam menatap layar komputer, menggunakan telepon genggam dengan kepala menunduk, mengemudi dalam waktu lama, hingga mempertahankan posisi tubuh yang sama saat bekerja dapat membuat otot leher terus berada dalam kondisi tegang. Jika berlangsung berulang, kondisi tersebut dapat memicu neck strain, yaitu ketegangan atau cedera pada otot dan jaringan lunak di sekitar leher. Keluhannya dapat berupa rasa kaku, pegal, nyeri ketika menggerakkan leher, hingga keterbatasan gerak. Masalah ini mungkin terdengar sederhana, tetapi ketika dibiarkan dan aktivitas pemicunya terus berlangsung, keluhan dapat mengganggu produktivitas dan kualitas hidup.

Persoalannya bukan semata-mata berapa lama seseorang duduk, melainkan bagaimana leher dipaksa mempertahankan posisi tertentu. Otot leher sebenarnya dirancang untuk bergerak dan menopang kepala, bukan bekerja statis tanpa jeda sepanjang hari. Kebiasaan menundukkan kepala saat menggunakan gawai atau bekerja di depan komputer dapat meningkatkan beban pada struktur leher. Karena itu, pencegahan tidak harus menunggu munculnya rasa sakit. Mengubah posisi secara berkala, memberikan jeda dari layar, menjaga posisi kepala dan bahu tetap nyaman, serta melakukan peregangan ringan dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi beban berulang pada otot leher.

Praktisi Sport Massage dari HA-Medika Kendal, Dani Satria, M.Kes., menjelaskan bahwa ketika leher mulai terasa kaku, respons pertama seharusnya bukan langsung memaksakan gerakan atau melakukan pijatan keras. Penanganan awal dapat disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keluhan, antara lain dengan mengurangi sementara aktivitas yang memperburuk gejala, tetap melakukan gerakan ringan dalam batas nyaman, serta memperbaiki ergonomi ketika bekerja. Kompres hangat juga dapat membantu memberikan rasa nyaman pada sebagian orang, terutama ketika keluhan berkaitan dengan ketegangan otot. Namun, apabila nyeri semakin berat, berlangsung terus-menerus, muncul setelah cedera, atau disertai gejala seperti kelemahan, kesemutan yang menetap, gangguan keseimbangan, maupun nyeri yang menjalar ke lengan, pemeriksaan tenaga kesehatan lebih penting daripada mencoba melakukan penanganan sendiri.

Dalam konteks inilah sport massage dapat menjadi salah satu pendekatan komplementer yang menarik untuk dibicarakan. Sport massage pada dasarnya menggunakan berbagai teknik manipulasi jaringan lunak yang dapat ditujukan untuk membantu relaksasi dan mengurangi ketegangan otot. Pada keluhan yang berkaitan dengan otot tegang akibat aktivitas, pendekatan tersebut berpotensi membantu meningkatkan kenyamanan dan persepsi terhadap kekakuan. Namun, sport massage sebaiknya tidak diposisikan sebagai obat untuk semua jenis nyeri leher. Terapis perlu mempertimbangkan kondisi orang yang akan ditangani, sementara keluhan yang tidak biasa, berat, atau menetap sebaiknya terlebih dahulu mendapatkan evaluasi profesional. Pijatan yang terlalu kuat pada kondisi tertentu justru dapat memperburuk masalah.

Leher kaku bukan sekadar persoalan “salah bantal” atau tanda bahwa tubuh membutuhkan pijatan. Dalam banyak kasus, ia dapat menjadi sinyal bahwa tubuh terlalu lama dipaksa mempertahankan pola aktivitas yang sama. Karena itu, penanganan terbaik tidak berhenti pada menghilangkan rasa tidak nyaman, tetapi juga memperbaiki kebiasaan yang menjadi pemicunya. Istirahat aktif, ergonomi yang lebih baik, peregangan, aktivitas fisik yang sesuai, dan bila diperlukan sport massage dapat menjadi bagian dari pendekatan untuk menjaga kesehatan otot leher. Tubuh tidak selalu meminta kita berhenti bekerja; terkadang ia hanya meminta kita bekerja dengan cara yang lebih manusiawi.