Malam Itu, Venus Seolah Berada di Cekungan Bulan

Peneliti Kesehatan Masyarakat dan Pemilik Klinik HA-Medika
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hardiat Dani S tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Senin malam, 14 September 2026, sekitar pukul 19.00 WIB, Horizon Astronomy and Atmospheric Science Network (HASAN Institute) sempat memperhatikan langit dari arah barat. Ada pemandangan yang cukup menarik: Bulan tampak sebagai sabit tipis, sementara sebuah titik cahaya sangat terang terlihat begitu dekat dengannya. Secara visual, benda terang itu bahkan tampak seperti berada di bagian cekungan sabit Bulan. Tidak sempat mengabadikannya dengan kamera, tetapi pemandangan singkat tersebut cukup membuat HASAN Institute bertanya-tanya: benda langit apa yang sedang menemani Bulan malam itu?
Setelah mencocokkannya dengan informasi astronomi, benda terang tersebut sangat mungkin adalah Venus. Pada 14 September 2026, Bulan sabit memang berada sangat dekat dengan Venus dan keduanya dapat diamati di langit barat setelah Matahari terbenam. The Planetary Society mencatat bahwa pada malam tersebut Bulan sabit akan berpasangan dekat dengan Venus yang sangat terang di langit barat, sementara sumber pengamatan langit lainnya juga menyebut Venus dan Bulan sebagai pasangan mencolok pada senja malam itu.
Fenomena seperti ini dikenal sebagai konjungsi, yakni ketika dua benda langit tampak berdekatan jika dilihat dari Bumi. Istilah "berdekatan" penting dipahami sebagai kedekatan secara visual dari sudut pandang kita, bukan berarti Bulan dan Venus benar-benar bersebelahan di ruang angkasa. Bulan merupakan satelit alami Bumi, sedangkan Venus adalah planet kedua dari Matahari yang berada jutaan kilometer jauhnya. Karena pergerakan orbit masing-masing, posisi keduanya dari perspektif Bumi terus berubah sehingga pada waktu tertentu tampak sangat dekat di langit.
Menariknya, Venus memang sedang menjadi salah satu objek paling terang di langit senja September ini. Venus tampak seperti bintang yang sangat terang karena memantulkan cahaya Matahari, meskipun sebenarnya ia bukan bintang. Bahkan, pada sekitar pertengahan September, Venus sedang menuju kondisi sangat terang di langit malam. Karena itulah, ketika dipandang berdampingan dengan Bulan sabit yang tipis, cahaya Venus terlihat sangat mencolok. Fenomena pada 14 September tersebut juga memiliki karakteristik khusus di sejumlah wilayah, ketika Bulan secara perspektif dapat melintas di depan Venus dan menghasilkan apa yang disebut okultasi Venus oleh Bulan.
Pengalaman sederhana melihat langit malam itu menjadi pengingat bahwa fenomena astronomi tidak selalu membutuhkan teleskop atau peralatan khusus. Kadang-kadang, cukup berhenti sejenak, melihat ke arah langit setelah Matahari tenggelam dan kita bisa menemukan sesuatu yang sebenarnya sedang berlangsung di antara benda-benda langit. Bulan sabit yang tampak seolah "memeluk" Venus mungkin hanya berlangsung singkat dari sudut pandang kita, tetapi ia menunjukkan betapa dinamisnya langit yang setiap malam kita lihat. Sayangnya, beberapa pengamat benda langit tidak sempat mengambil foto malam itu. Namun mungkin justru pengalaman tersebut menjadi alasan untuk lebih sering menengadah ke langit—karena bisa jadi, ada fenomena menarik yang sedang berlangsung tepat di atas kepala kita.
