Konten dari Pengguna

Menelusuri Asal Usul Desa Sendangsikucing Kendal dan Makna di Balik Namanya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hardiat Dani S tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Menelusuri Asal Usul Desa Sendangsikucing Kendal dan Makna di Balik Namanya (Sumber Gambar: AI Image Generator)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Menelusuri Asal Usul Desa Sendangsikucing Kendal dan Makna di Balik Namanya (Sumber Gambar: AI Image Generator)

Desa Sendangsikucing merupakan salah satu desa di Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, yang menyimpan sejarah panjang tentang pembentukan wilayah dan asal-usul namanya. Di balik nama yang unik tersebut, tersimpan perjalanan sebuah pedukuhan yang berkembang menjadi desa mandiri melalui proses pemekaran wilayah pada awal dekade 1970-an. Sejarah ini menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Sendangsikucing sekaligus memperlihatkan bagaimana nama sebuah desa lahir dari kondisi lingkungan dan pengalaman hidup masyarakat pada masa lampau.

Sebelum berdiri sebagai desa definitif, wilayah Sendangsikucing merupakan bagian dari Desa Bulak, yang saat itu masih berada di Kecamatan Weleri. Kawasan tersebut terdiri atas dua pedukuhan, yakni Dukuh Persil dan Dukuh Larangan, yang telah ada sejak tahun 1882 bersamaan dengan berdirinya Desa Bulak di bawah kepemimpinan Mbah Tunut. Seiring bertambahnya luas wilayah dan kebutuhan pelayanan pemerintahan yang lebih efektif, pada tahun 1971 kedua pedukuhan tersebut memisahkan diri dan membentuk desa baru yang kemudian diberi nama Desa Sendangsikucing.

Momentum penting dalam sejarah desa terjadi pada 24 September 1971, ketika Desa Sendangsikucing resmi memiliki pemerintahan definitif. Tokoh yang dipercaya memimpin desa pertama kali adalah Mbah Duto, seorang Sinder Tanah Bulusan yang dikenal memiliki kemampuan kepemimpinan, kecerdasan serta dihormati oleh masyarakat setempat. Berdasarkan catatan sejarah desa, Mbah Duto diangkat secara langsung sebagai lurah pertama oleh Gubernur Jawa Tengah saat itu, Mayjen Munadi. Peristiwa tersebut menjadi tonggak awal penyelenggaraan pemerintahan desa yang mandiri dan menjadi dasar perkembangan Sendangsikucing hingga sekarang.

Nama Sendangsikucing sendiri memiliki makna yang erat kaitannya dengan kondisi alam pada masa lalu. Kata "sendang" berarti mata air atau tempat pemandian, sedangkan "si kucing" merujuk pada banyaknya kucing yang berada di kawasan tersebut. Menurut sejarah yang diwariskan masyarakat, dahulu terdapat sebuah sendang yang dimanfaatkan untuk memandikan kucing ketika musim kemarau panjang karena sumber air lain mengering. Berangkat dari keberadaan sendang tersebut, Mbah Duto bersama para sesepuh desa kemudian menetapkan nama Sendangsikucing sebagai identitas desa yang baru terbentuk. Menurut budayawan Dani Satria, S.Sos., kisah ini menunjukkan bahwa penamaan desa tidak sekadar bersifat administratif, tetapi juga merekam hubungan masyarakat dengan lingkungan alam di sekitarnya.

Kini, lebih dari lima dekade setelah resmi berdiri, Desa Sendangsikucing terus berkembang sebagai salah satu desa pesisir di Kecamatan Rowosari yang tetap menjaga identitas sejarah dan budayanya. Tradisi masyarakat, termasuk kegiatan sedekah laut yang masih dilestarikan hingga kini, menjadi bukti bahwa warisan sejarah tidak hanya tersimpan dalam dokumen, tetapi juga hidup dalam kehidupan sosial masyarakat. Dengan memahami asal-usul Desa Sendangsikucing, masyarakat tidak hanya mengenal sejarah pembentukan wilayahnya, tetapi juga semakin menghargai nilai-nilai budaya, gotong royong dan kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.