Konten dari Pengguna

Stabilitas Harga Material Penting untuk Menjaga Iklim Investasi Properti

Hardiat Dani S

Hardiat Dani S

Peneliti Kesehatan Masyarakat dan Pemilik Klinik HA-Medika

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hardiat Dani S tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Stabilitas Harga Material Penting untuk Menjaga Iklim Investasi Properti (Sumber Gambar: ChatGPT AI)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Stabilitas Harga Material Penting untuk Menjaga Iklim Investasi Properti (Sumber Gambar: ChatGPT AI)

Kenaikan harga material bangunan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian berbagai pelaku usaha, termasuk sektor properti dan konstruksi. Fluktuasi harga bahan seperti semen, besi, baja dan material pendukung lainnya dinilai berpotensi mempengaruhi perencanaan proyek pembangunan di berbagai daerah.

Di Kabupaten Kendal, fenomena tersebut turut menjadi sorotan Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kendal. Organisasi pengusaha muda tersebut menilai stabilitas harga material merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan investasi dan pertumbuhan sektor properti di daerah.

Ketidakpastian harga material tidak hanya berdampak pada biaya pembangunan, tetapi juga dapat mempengaruhi kepercayaan investor dalam mengambil keputusan bisnis. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi memperlambat realisasi proyek yang sebenarnya memiliki manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.

Ketua Bidang X (Infrastruktur, Tata Ruang, Properti dan Perhubungan) BPC HIPMI Kendal, Dani Satria mengatakan bahwa dunia usaha pada dasarnya mampu beradaptasi dengan berbagai dinamika pasar, namun stabilitas tetap menjadi kebutuhan utama dalam menciptakan iklim investasi yang sehat.

“Investor tidak semata-mata mencari biaya yang murah, tetapi juga membutuhkan kepastian. Ketika harga material bergerak terlalu fluktuatif, maka perhitungan investasi menjadi lebih kompleks dan tingkat kehati-hatian investor cenderung meningkat,” kata Ketua Bidang X (Infrastruktur, Tata Ruang, Properti dan Perhubungan) BPC HIPMI Kendal, Dani Satria di Kendal, Jawa Tengah, Senin (01/06/2026).

Menurut Dani, sektor properti memiliki efek berganda yang besar terhadap perekonomian daerah karena melibatkan banyak sektor usaha lainnya. Mulai dari industri bahan bangunan, jasa konstruksi, transportasi hingga tenaga kerja lokal akan merasakan dampak dari berkembang atau melambatnya sektor tersebut.

“Stabilitas harga material pada akhirnya bukan hanya kepentingan pengembang atau kontraktor, melainkan juga berkaitan dengan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah. Semakin kondusif iklim usaha yang tercipta, semakin besar pula peluang investasi masuk dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat,” imbuh Dani.

HIPMI Kendal menilai bahwa diperlukan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha dan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga keseimbangan pasar material bangunan. Langkah-langkah seperti penguatan rantai pasok, efisiensi distribusi, serta pengembangan industri bahan bangunan dalam negeri dapat menjadi bagian dari solusi jangka panjang.

Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, HIPMI Kendal tetap optimistis terhadap prospek sektor properti dan konstruksi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Kendal yang terus berkembang sebagai kawasan industri dan investasi. Dengan stabilitas harga material yang lebih terjaga serta dukungan kebijakan yang adaptif, sektor properti diyakini akan tetap menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah di masa mendatang.