Waspada Diabetes Mengintai Diam-Diam

Peneliti Kesehatan Masyarakat dan Pemilik Klinik HA-Medika
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Hardiat Dani S tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular yang kerap disebut sebagai silent killer karena berkembang secara perlahan dan sering kali tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Banyak penderita baru menyadari dirinya mengidap diabetes setelah muncul komplikasi serius, seperti gangguan penglihatan, penyakit jantung, hingga kerusakan ginjal. Perubahan gaya hidup modern, pola makan tinggi gula dan lemak, serta rendahnya aktivitas fisik menjadi faktor utama meningkatnya prevalensi diabetes di Indonesia, termasuk pada kelompok usia produktif.
Secara ilmiah, diabetes terjadi ketika tubuh tidak mampu memproduksi insulin secara cukup atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Akibatnya, kadar glukosa dalam darah meningkat dan merusak berbagai organ tubuh. Tanpa pengendalian yang tepat, hiperglikemia kronis dapat memicu komplikasi jangka panjang yang menurunkan kualitas hidup. Oleh karena itu, deteksi dini melalui pemeriksaan gula darah dan edukasi kesehatan menjadi kunci penting dalam upaya pencegahan diabetes.
Pencegahan diabetes sejatinya dapat dilakukan melalui perubahan perilaku hidup sehat, seperti menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga, mengelola stres, dan menjaga berat badan ideal. Edukasi kesehatan berperan besar dalam membentuk kesadaran masyarakat bahwa diabetes bukan hanya penyakit keturunan, tetapi sangat dipengaruhi oleh gaya hidup. Pendekatan promotif dan preventif perlu diperkuat agar masyarakat tidak terlambat menyadari risiko yang mengintai.
Menurut dr. Hayin Naila, dari HA-Medika Kendal, diabetes juga perlu menjadi perhatian sejak masa kehamilan dan menyusui. Ia menekankan bahwa pengelolaan gula darah yang baik pada ibu berpengaruh terhadap kesehatan jangka panjang ibu dan anak. Pola makan sehat dan edukasi sejak dini sangat penting untuk mencegah risiko diabetes, termasuk diabetes gestasional, yang sering tidak disadari oleh ibu. Ia juga menambahkan bahwa kebiasaan hidup sehat yang dibangun dalam keluarga akan menjadi fondasi pencegahan penyakit metabolik di masa depan.
Sebagai kesimpulan, diabetes merupakan ancaman kesehatan yang mengintai secara diam-diam dan dapat menimbulkan dampak serius jika tidak dikendalikan sejak dini. Peningkatan kesadaran, deteksi dini, serta penerapan gaya hidup sehat menjadi langkah utama dalam pencegahan diabetes. Dengan dukungan tenaga kesehatan dan edukasi berkelanjutan, masyarakat diharapkan mampu lebih waspada dan proaktif dalam menjaga kesehatan guna menekan beban diabetes di Indonesia.
