Konten dari Pengguna

Maraknya Buzzer, Masyarakat Harus Kritis Terhadap Unggahan di Sosial Media

Ilmu Komunikasi UMY

Ilmu Komunikasi UMY

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ilmu Komunikasi UMY tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Webminar Inagurasi Ilmu Komunikasi UMY 2021 "Komunikasi Publik Pemerintah di Era Post Truth"
zoom-in-whitePerbesar
Webminar Inagurasi Ilmu Komunikasi UMY 2021 "Komunikasi Publik Pemerintah di Era Post Truth"

Seiring berkembangnya zaman, semakin mudah dan leluasa untuk kita mengakses informasi di sosial media. Namun, kita juga harus pintar dalam memilah mana yang fakta dan mana yang hoaks.

“Ketika kita tidak kritis terhadap berita yang muncul, tidak tahu apakah itu hoaks atau tidak, maka kita bisa dikendalikan oleh buzzer,” jelas Tri Hastuti Nur Rochimah, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dalam acara webinar yang bertema Komunikasi Publik Pemerintah di Era Post Truth, Rabu (20/10/21).

Di era post truth ini dengan berkedok kebebasan berekspresi, buzzer menyebarkan informasi yang tidak jelas kebenarannya tanpa menampilkan identitas diri. Hal ini, terus menerus dapat memperkeruh ruang publik. “Yang menjadi tugas kita adalah kita perlu kritis dan hati-hati ketika hidup di dunia digital,” ujar Tri Hastuti.

Acara webinar ini diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta secara online yang dihadiri oleh segenap dosen dan mahasiswa angkatan 2021.