kumparan
search-gray
Mom10 Februari 2020 15:36

Gigel.id buatan alumni SBM ITB ini Fasilitasi Sewa mainan anak

Konten kiriman user
Gigel.id buatan alumni SBM ITB ini Fasilitasi Sewa  mainan anak  (268406)
Berangkat dari pengalaman pribadi pasangan orang tua, Putri Arinda dan Muhammad Syahdani mendirikan usaha penyewaan mainan anak Gigel.id.
BANDUNG,- Mainan anak dinilai bisa menimbulkan masalah jika tidak memiliki ruang yang cukup di rumah. Bagi orang tua yang tidak punya tempat penyimpanan barang di rumah atau gudang, tempat persewaan bisa jadi solusi tersendiri. Seperti diketahui, mainan anak jaman sekarang makan tempat. Kalau sudah tidak dipakai lagi pasti bingung mau diletakkan di mana.
ADVERTISEMENT
Maka jasa sewa mainan atau perlengkapan anak pun menjadi solusinya.
Saat ini, semakin banyak perusahaan yang menyewakan perlengkapan dan mainan anak. Adalah Gigel.id, sebuah perusahaan jasa penyewaan mainan anak yang didirikan sejak Agustus 2016 ini bisa menjadi salah satu solusi persoalan tersebut.
Berangkat dari pengalaman pribadi pasangan orang tua, Putri Arinda dan Muhammad Syahdani mendirikan usaha penyewaan mainan anak Gigel.id. Ternyata, mereka mengalami nasib yang sama dengan orang tua lainnya. Jika ada penyewaan, maka orang tua tidak perlu membuang uang begitu banyak untuk sesuai yang mungkin tidak perlukan.
"Saya rasa hal ini adalah hal yang tidak efektif dan sangat boros. Pada saat itu saya juga bertanya pada teman sekitar dan ternyata mereka mengalami pengalaman yang sama,"katanya ketika ditemui di Bandung.
ADVERTISEMENT
Gigel.id menyediakan kebutuhan bayi dan balita diantaranya baby crib, bath tubs, nursing pillow, stroller, car seats, bouncers, sterilizers, air purifier, sampai barang-barang printilan kecil, seperti earmuff, sampai tas nya stroller bisa disewa di Gigel.id. Dan yang paling penting, semua barangnya original dan berkualitas.
Dengan melakukan transaksi Rp100.000 di Gigel.id, anda akan mendapat 1 point yang bisa ditukarkan dengan voucher Rp.5.000. Ini bisa dipakai saat konsumen ingin menyewa mainan lagi.
"Biaya menyewa bisa jadi solusi agar Anda bisa lebih hemat, tapi kebutuhan anak tetap terpenuhi.
Sebelumya, pasangan orang tua ini sempat ragu menjalankan bisnis ini. Sebab, hanya dilakukan berdua dan menggunakan semua uang tabungan pribadi. "Jadi bisa dibilang kalau bisnis ini gagal, ya habis juga semuanya,"ujarnya
ADVERTISEMENT
Dia juga menampik soal anggapan bahwa orang-orang yang merintis startup adalah “trustfund babies.
Meskipun tentu saja trustfund babies memiliki privilege lebih banyak dibandingkan orang biasa seperti dari akses finansial, networking dan lainnya.
Saat ini juga sudah banyak akselerator dan inkubator yang bisa membantu co-founder startup untuk mendanai bisnis mereka selama business plan memang bagus ditambah memiliki team yang kuat. Misalnya, Tokopedia, Bukalapak, Ruang Guru yang merupakan unicorn startup bukan merupakan trustfund babies.
"Jadi kayaknya jangan langsung pesimis tapi memang harus bekerja lebih keras dan disiplin,"katanya
Sama halnya, dengan anggapan bahwa asumsi kalau cuma anak orang kaya yang memakai modal orang tua buat bikin startup. Ia menuturkan tidak semuanya seperti itu, banyak cara untuk mendapatkan modal. "Jadi don't give up,"tegasnya
ADVERTISEMENT
Berkenaan dengan masalah pelik dalam berbisnis di Indonesia yakni birokrasi berbelit-belit. Putri menilai
masih dalam tahap wajar, contohnya perpajakan. Untungnya dari awal memang Gigle.id memiliki konsultan pajak yang membantu untuk menangani masalah ini.
"Ini juga menjadi salah satu yang harus diingat para startup, dari awal kalau bisa sudah harus transparan dan jelas bagian keuangan dan perpajakan supaya nggak ada masalah kedepannya,"ungkapnya
Adapun, tantangan terbesar saat menjalankan startup adalah dalam mengedukasi customer. Masih ada sebagian kecil yang mengira menyewa itu tidak higienis, sebenarnya dengan menyewa, bukan hanya bisa menghemat uang lebih banyak juga
membantu sustainability bumi dari sampah mainan yang terbuang begitu saja.
"Itu nggak bener. Justru kita juga turut membantu sustainability bumi lho dengan barang-barang yang memiliki umur lebih panjang,"tegasnya
ADVERTISEMENT
Dia juga menambahkan bisnis starup bukan hanya bertujuan mendulang keuntungan tapi memiliki nilai sosial juga. Misalnya, Gigel.id pada Juli 2019 ini lalu mengeluarkan fitur marketplace dimana para orang tua bisa listing barang-barang mereka yang tidak terpakai lagi untuk disewa oleh orang tua lainnya.
"Ini sebetulnya juga merupakan bagian dari misi sosial kami dimana kami ingin empower orang tua khususnya para ibu bahwa mereka bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari barang yang sudah tidak terpakai,"jelasnya
Gigel.id buatan alumni SBM ITB ini Fasilitasi Sewa  mainan anak  (268407)
Sedangkan, tantangan mengembangkan startup penyewaan perlengkapan bayi ini bisa dari segala aspek. Mulai dari pengadaan barang, funding, marketing & promotion dan lainnya.
Selain itu, resistensi customer untuk menggunakan website dan melakukan pembayaran online. Meskipun sekarang sudah mulai semakin sedikit customer seperti itu. Mungkin dari sisi supply tenaga kerja IT masih sedikit sedangkan demand banyak, jadi yang terjadi rebut-rebutan.
ADVERTISEMENT
"Tapi disitu jugalah serunya karena selalu ada tantangan baru yang belum pernah dirasakan sebelumnya,"ucapnya
Putri mengaku masih akan tetap bertahan di bisnis startup ini. Pasalnya, sudah dari tahun 2014 memutuskan untuk menjadi entrepreneur. Terlebih, sekarang Gigle.id sudah punya karyawan hampir 40 orang. Tidak hanya keluarganya saja hidup dari usaha ini tapi juga orang lain sehingga semakin banyak motivasi untuk tetap berjuang di dunia startup.
"I enjoy being an entrepreneur more than an employee. Jadi ya memang sudah jalannya harus berjuang disini,"tutupnya
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white