Angka Kredit dan Karier: Jangan Sampai SKP Bagus, tapi Karier Jalan di Tempat

Saya berprofesi sebagai ASN di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Karawang
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Pungky Hermayanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
“Sudah Berapa Angka Kredit Saya?” Pertanyaan ini mungkin terdengar sederhana, tetapi bagi pejabat fungsional, jawabannya bisa menentukan seberapa cepat karier bergerak.
Setelah berlakunya PermenPANRB Nomor 1 Tahun 2023 dan Peraturan BKN Nomor 3 Tahun 2023, mekanisme angka kredit mengalami perubahan penting: angka kredit tidak lagi sekadar dikumpulkan dari butir kegiatan melalui mekanisme lama, tetapi berkaitan erat dengan predikat kinerja.
PermenPANRB Nomor 1 Tahun 2023 menetapkan koefisien angka kredit tahunan berdasarkan jenjang, sedangkan Peraturan BKN Nomor 3 Tahun 2023 mengatur kebutuhan angka kredit untuk kenaikan pangkat dan kenaikan jenjang. Bahkan, kenaikan pangkat mensyaratkan masa minimal dua tahun dalam pangkat terakhir, terpenuhinya angka kredit yang dipersyaratkan, serta predikat kinerja paling rendah baik selama dua tahun terakhir.
Memahami “Peta” Angka Kredit. Mari kita sederhanakan. Untuk JF kategori keahlian, koefisien angka kredit tahunan adalah 12,5 untuk Ahli Pertama, 25 untuk Ahli Muda, 37,5 untuk Ahli Madya, dan 50 untuk Ahli Utama. Sementara untuk kategori keterampilan, koefisiennya adalah 3,75 untuk Pemula, 5 untuk Terampil, 12,5 untuk Mahir, dan 25 untuk Penyelia. Angka-angka tersebut menjadi semacam “target perjalanan” tahunan.
Untuk kenaikan pangkat, misalnya Ahli Pertama III/a ke III/b membutuhkan paling sedikit 50 angka kredit, sedangkan Ahli Muda III/c ke III/d membutuhkan 100 angka kredit. Pada jenjang Ahli Madya, kebutuhan untuk kenaikan pangkat adalah 150 angka kredit, sedangkan Ahli Utama IV/d ke IV/e membutuhkan 200 angka kredit.
Lalu Berapa untuk Naik Jenjang? Di sinilah sering terjadi salah persepsi. Kenaikan pangkat tidak selalu sama dengan kenaikan jenjang jabatan. Untuk JF keahlian, kenaikan dari Ahli Pertama ke Ahli Muda membutuhkan angka kredit kumulatif paling sedikit 100, dari Ahli Muda ke Ahli Madya 200, dan dari Ahli Madya ke Ahli Utama 450. Sedangkan pada JF keterampilan, Pemula ke Terampil membutuhkan 15, Terampil ke Mahir 60, dan Mahir ke Penyelia 100 angka kredit kumulatif.
Ada ketentuan khusus bagi JF yang pengangkatannya dimulai dari Ahli Pertama III/b atau Terampil II/c. Selain angka kredit, kenaikan jenjang juga terkait ketersediaan kebutuhan jabatan dan pemenuhan persyaratan lain yang ditetapkan dalam ketentuan JF.
Sekarang Kita masuk ke Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). “Kalau begitu, angka kredit saya dihitung dari mana?” Jawabannya: kinerja yang dituangkan dalam SKP menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
BKN menjelaskan bahwa kinerja utama pejabat fungsional dalam SKP disusun dalam bentuk target angka kredit, sementara capaian angka kredit diperoleh dari hasil penilaian SKP yang kemudian ditetapkan dalam bentuk angka kredit. Predikat kinerja tahunan dikonversikan menjadi angka kredit: Sangat Baik = 150%, Baik = 100%, Cukup/Butuh Perbaikan = 75%, Kurang = 50%, dan Sangat Kurang = 25% dari koefisien angka kredit tahunan. Jadi, SKP bukan sekadar dokumen administrasi yang selesai dibuat di awal tahun; ia merupakan salah satu “mesin” yang menggerakkan perolehan angka kredit.
Contohnya Begini. Misalnya, seorang pejabat fungsional Ahli Muda memiliki koefisien angka kredit tahunan 25. Jika pada suatu tahun ia memperoleh predikat kinerja Baik, angka kredit tahunannya menjadi 25. Jika memperoleh Sangat Baik, secara kuantitatif menjadi 37,5 atau 150% dari 25. Sebaliknya, jika predikatnya Cukup/Butuh Perbaikan, perolehannya menjadi 18,75. Bayangkan pejabat tersebut sedang mengejar kenaikan jenjang dari Ahli Muda menuju Ahli Madya yang membutuhkan angka kredit kumulatif paling sedikit 200.
Dengan demikian, kualitas kinerja tahunan bukan sekadar memengaruhi “nilai SKP,” tetapi ikut menentukan kecepatan akumulasi angka kredit. Dalam perspektif manajemen kinerja, Wibowo dalam bukunya terbitan tahun 2016 menjelaskan bahwa manajemen kinerja merupakan proses sistemik dan menyeluruh yang menghubungkan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan perbaikan kinerja.
Jangan Kejar Angka Kredit di Akhir Tahun. Kesalahan yang sering terjadi adalah baru memikirkan angka kredit ketika akan mengurus kenaikan pangkat atau jenjang. Padahal, angka kredit seharusnya dipandang sebagai hasil dari kinerja yang direncanakan, bukan angka yang dikejar secara mendadak.
Penelitian Prasetyo dalam Jurnal Kebijakan dan Manajemen PNS juga menunjukkan bahwa PermenPANRB Nomor 1 Tahun 2023 membawa perubahan besar dalam penilaian kinerja JF, salah satunya dengan dihapusnya mekanisme Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) dalam pola lama. Karena itu, pejabat fungsional perlu memahami sejak awal: jenjang saya apa, koefisien tahunannya berapa, target angka kreditnya berapa, berapa kebutuhan untuk kenaikan pangkat, dan berapa kebutuhan untuk kenaikan jenjang. Dengan pemahaman tersebut, SKP tidak lagi dipandang sebagai kewajiban administratif, tetapi sebagai peta perjalanan karier.
Cek Angka Kredit Anda Hari Ini. Jadi, masihkah kita berpikir bahwa SKP hanya urusan penilaian tahunan dan angka kredit hanya urusan tim kepegawaian? Sudah saatnya paradigma itu diubah. Coba buka kembali SKP Anda dan tanyakan tiga hal: “Berapa koefisien angka kredit jenjang saya? Berapa angka kredit yang sudah saya miliki? Dan berapa lagi yang saya butuhkan untuk naik pangkat atau naik jenjang?”
Jika tiga pertanyaan tersebut belum bisa dijawab, mungkin inilah saatnya membuat peta karier pribadi. Ingat, karier pejabat fungsional tidak bergerak hanya karena waktu berlalu; ia bergerak karena kinerja direncanakan, hasil dibuktikan, predikat kinerja diperoleh, dan angka kredit terakumulasi. Sebagaimana ditegaskan dalam literatur pengembangan SDM yang mana dikutip dalam artikel KPKNL Pamekasan yaitu pengembangan kompetensi dan kinerja merupakan bagian penting untuk meningkatkan produktivitas pegawai.
Jadi, jangan menunggu mendekati batas kenaikan pangkat baru menghitung angka kredit. Mulailah menghitung hari ini, karena karier yang direncanakan akan lebih mudah dikendalikan.
