Internship di Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah - Bank Indonesia

Mahasiswa di Universitas Pendidikan Indonesia
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Puput Zahra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada Februari 2025 mencapai 7,28 juta jiwa atau sebesar 4,76% dari total angkatan kerja, yang mengalami peningkatan lebih dari 83 ribu pengangguran pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Adapun tingkat pengangguran terbuka berdasarkan tingkat pendidikannya, pengangguran di Indonesia didominasi oleh individu yang telah menyelesaikan pendidikan pada tingkat SMA, SMK, dan Sarjana.
Dikutip dari laporan Katadata berdasarkan data BPS pada tahun 2025, tingkat pengangguran dengan gelar sarjana melonjak cukup pesat dibandingkan dengan pengangguran tingkat lainnya sebesar 13,89% pada Februari 2025. Lonjakan pengangguran tingkat sarjana di Indonesia, menurut Antonio dalam Ayuningtyas (2015) disebabkan karena banyaknya lulusan sarjana yang tidak memiliki pengalaman bekerja sehingga tidak memiliki kesiapan untuk memasuki dunia kerja.
Menghadapi gejolak persaingan dunia kerja yang semakin ketat, diperlukan sinergitas di antara beberapa pihak seperti lembaga pendidikan tinggi, pemerintah, serta sektor industri, dalam memberikan pengalaman bekerja secara nyata untuk meningkatkan kompetensi dan membentuk keterampilan kerja bagi mahasiswa.
Dalam rangka mempersiapkan dan membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan kerja, Pemerintah melalui Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi No. 53 tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi mewajibkan mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan magang di dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja yang relevan, dengan perguruan tinggi sebagai fasilitator dalam pemenuhan beban belajar di luar program studi dan kegiatan magang.
Melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), penulis berkesempatan untuk mengikuti kegiatan Magang Mandiri di Bank Indonesia. Adapun tujuan magang ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan yang penulis dapatkan terkait ilmu ekonomi dan keuangan syariah, mengasah skill dalam bidang penelitian, serta meningkatkan work experience dan beradaptasi dengan practical reality yang tidak penulis dapatkan secara langsung di perguruan tinggi.
Kegiatan magang berlangsung dari bulan Februari sampai Mei, untuk penempatan unit kerja Spesialis Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (JSP) dengan membantu fokus riset utama yaitu IPRS (Islamic Profit Rate Swap), serta satu riset tambahan yaitu Halal Value Chain – Islamic Fashion. Sebuah pengalaman yang luar biasa dapat secara langsung dibimbing oleh Direktur DEKS Prof. Rifki Ismal, yang telah memberikan kesempatan untuk belajar di Bank Indonesia.
Dalam kesempatan magang ini penulis dilibatkan dalam pencarian data dan literature untuk kebutuhan riset. Penulis juga dipercaya untuk memegang akun Refinitiv Eikon sebagai tools untuk mendapatkan data market sebagai bahan riset. Selain itu, penulis juga membantu rencana riset lain seperti riset ekspor impor Haji Indonesia dengan mengumpulkan data Domestik Non Delivery Forward (DNDF) Syariah dengan mengumpulkan data literature, dan riset Cash Recovery Rate (CRR) dengan membuat notulensi setiap melaksanakan rapat. Adapun penugasan lainnya, penulis kerap dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan tertentu seperti bedah buku KEKSI, BPS, dan SHEFO 2025, rapat rencana pengembangan Bullion Bank bersama OJK, rapat kerja Pasar Uang Pasar Valas (PUVA) Syariah, dan pengalaman luar biasa lainnya.
