Konten dari Pengguna

Pelestarian Kesenian Terbang Jidor: Warisan Budaya Desa Dilem, Mojokerto

Puspa Megaa

Puspa Megaa

Hallo, aku mahasiswa semester 5 dari jurusan sosial ekonomi perikanan, Universitas Brawijaya

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Puspa Megaa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penulis: M. Sulton Ikmalluddin

Desa Dilem terletak di lereng pegunungan Anjasmoro. Desa Dilem memiliki sebuah warisan budaya yang hingga saat ini masih dilestarikan, yaitu kesenian tradisional Terbang Jidor. Desa Dilem merupakan permata tersembunyi di Gondang, Mojokerto, dan menjadi tempat bernaungnya kesenian tradisional yang langka, unik, dan indah bernama Terbang Jidor.

Penampilan Seni Terbang Jidor Pada Acara Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445. Foto: Tim MMD 756
zoom-in-whitePerbesar
Penampilan Seni Terbang Jidor Pada Acara Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445. Foto: Tim MMD 756

Kesenian ini bukan hanya sebuah bentuk hiburan, tetapi juga merupakan warisan berharga yang telah diserahkan secara turun-temurun selama bertahun-tahun. Terbang Jidor tidak hanya menjadi bagian penting dari budaya masyarakat Desa Dilem, tetapi juga menjadi tanda penghormatan dan pengabdian kepada para leluhur yang telah memberikan warisan berharga ini kepada masyarakat Desa Dilem. Seni ini menjadi sarana yang kuat untuk mempertahankan identitas budaya dan menghargai warisan yang ditinggalkan oleh generasi sebelumnya.

Namun, Terbang Jidor bukan hanya tentang penampilan visual yang menawan. Musik pengiring ini juga memainkan peran krusial dalam membangkitkan suasana magis. Orkestra tradisional yang terdiri dari jidor, terbang, kendang, ketipung, dan tamborin memainkan melodi yang khas, menciptakan harmoni yang menyejukkan hati para pendengarnya. Suara gending-gending klasik yang terdengar menyatu dengan udara pegunungan yang segar, memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi siapa pun yang mendengarkannya.

Penampilan Rutin Seni Terbang Jidor Setiap Hari Minggu. Foto: Tim MMD 756

Meskipun Terbang Jidor telah bertahan selama bertahun-tahun, kesenian ini juga menghadapi tantangan modernisasi dan perubahan sosial. Namun, masyarakat Desa Dilem menunjukkan kegigihan dan ketekunan yang luar biasa dengan tetap melanjutkan upaya mereka dalam melestarikan kebudayaan ini. Mereka tidak hanya menyelenggarakan rutinitas Terbang Jidor, tetapi juga dengan penuh semangat mengajarkan generasi muda tentang nilai-nilai dan makna yang tersembunyi di balik tradisi ini. Melalui upaya mereka yang dibarengi tekad kuat, diharapkan dapat menjaga warisan budaya yang berharga ini agar terus hidup dan dihargai oleh generasi-generasi mendatang.

Seorang pegiat senior Terbang Jidor menjelaskan bahwa tujuan diadakannya shalawat nabi Terbang Jidor adalah sebagai "melekan", yang berarti membangkitkan semangat dan keceriaan agar masyarakat tidak tidur sore-sore. Selain itu, tujuan utamanya adalah untuk mensholawatkan masyarakat Desa Dilem agar mendapatkan fadilah dari shalawat nabi dan mendapatkan keselamatan.

Pelestarian Terbang Jidor merupakan komitmen yang mendalam bagi masyarakat Desa Dilem. Mereka menyadari pentingnya melestarikan warisan budaya ini untuk melindungi nilai-nilai budaya mereka dari pengaruh negatif globalisasi dan modernisasi. Setiap penampilan Terbang Jidor menjadi momen untuk memperkuat rasa kebersamaan dan kebanggaan akan budaya mereka. Ini bukan hanya tentang mempertahankan seni tradisional semata, tetapi juga tentang menjaga identitas budaya dan jiwa keguyuban komunitas Desa Dilem. Kesenian ini menjadi jembatan yang menghubungkan generasi saat ini dengan leluhur mereka, sambil memberikan inspirasi dan kebanggaan kepada mereka yang menikmati alunannya.

Penampilan Seni Terbang Jidor Pada Acara Penutupan MMD Universitas Brawijaya. Foto: Tim MMD 756

Seiring dengan perkembangan zaman, Terbang Jidor diharapkan dapat terus tumbuh dan berkembang. Kolaborasi dengan pihak eksternal, seperti pemerintah, akademisi, dan LSM, dapat membantu mendukung pelestarian dan promosi kesenian ini secara lebih luas. Melalui upaya bersama, Terbang Jidor dapat terus menjadi warisan budaya yang tak ternilai harganya dan menjadi cerminan dari identitas dan kekayaan budaya Desa Dilem.

Di masa depan, semoga Terbang Jidor dapat tetap melestarikan keindahan dan makna spiritualnya serta menjadi sumber kebanggaan dan kekuatan bagi masyarakat Desa Dilem. Pelestarian kesenian tradisional seperti Terbang Jidor akan selalu menjadi tonggak bagi keberlanjutan dan pemertahanan keanekaragaman budaya di Indonesia."