Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.102.2
Konten dari Pengguna
Pengeboman Gereja Surabaya, Mamam Imanulhaq : Ada Skenario Besar untuk Rusak Pesaudaraan
13 Mei 2018 15:16 WIB
Diperbarui 14 Maret 2019 21:09 WIB
Tulisan dari Putra Harapan News tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT

Foto : Ketua LD PBNU Maman Imanulhaq
ADVERTISEMENT
Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdatul Ulama (LD PBNU), KH Maman Imanulhaq, mengecam keras pengebomam tiga gereja di Surabaya yang menewaskan sekurang –kurangnya sembilan orang dan melukai puluhan orang lainnya, Minggu pagi (13/5).
“Ini aksi yang luar biasa keji, kami mengutuk keras tindakan itu dan meminta aparat keamanan segera mengungkap jaringan pelakunya,” kata Maman Imanulhaq, di Majalengka, siang ini.
Minggu pagi, sekelompok teroris melakukan pengeboman di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, yakni Gereja Santa Maria di Ngagel, Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro dan Gereja Pantekosta di Jalan Arjuna. Pihak kepolisian menyebutkan untuk sementara jumlah korban jiwa mencapai sembilan orang dan korban luka –luka sebanyak 40 orang.
ADVERTISEMENT
Maman Imanulhaq mengatatan, kejadian di Surabaya pagi ini menunjukan bahwa ancaman terorisme masih terus mengintai kita semua.
“Kita tahu apa yang terjadi di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, lima hari lalu. Pagi ini kita dikejutkan dengan pengeboman gereja di Surabaya,” ujarnya.

Foto : Polisi jaga ketat gereja di Surabaya
Kang Maman, sapaan Maman Imanulhaq, menduga ada skenario besar untuk merusak jalinan persaudaraan sesama anak bangsa melalui serangkaian aksi teror.
“Selain untuk menebar rasa takut, serangan bom Surabaya juga merupakan provokasi untuk adu domba antar umat beragama. Karenanya kita jangan terpancing,” ujar pengasuh Pondok Pesantren Al – Mizan, Jatiwangi Majalengka, itu.
ADVERTISEMENT
Mantan anggota Komisi VIII DPR RI itu mengimbau semua pihak tetap tenang tak terprovokasi oleh ulah teroris.
“Jika kita sampai bereaksi negatif, dalang intelektual aksi brutal itu akan senang, karena merasa berhasil,” katanya.
Kang Maman percaya aparat kepolisian segera bisa membongkar jaringan pelaku bom Surabaya.
“Kami tak meragukan kapasitas kepolsian untuk itu. Kita semua harus mensuport upaya kepolisian untuk menangani terorisme,” ujarnya.
Yoc