Konten dari Pengguna

Belajar Arti Keteguhan dari Karakter Biru Laut dalam Novel ''Laut Bercerita''

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Putri Adelia Asara tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Buku "Laut Bercerita." Dok. Pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Buku "Laut Bercerita." Dok. Pribadi.

Bagi siapa saja yang sudah membaca novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori, nama Biru Laut pasti membekas sangat dalam di ingatan kita. Sebagai tokoh utama, Laut bukan sekedar karakter fiksi. Lewat tulisan Leila, kita diajak merasakan langsung bagaimana rasanya menjadi seorang mahasiswa yang idealis, penuh mimpi, namun harus menghadapi kekejaman yang luar biasa di masa kelam menjelang Reformasi 1998.

Setelah saya menyelesaikan halaman terakhir buku ini, ada beberapa alasan mengapa karakter Biru laut begitu istimewa dan berhasil mengacak-acak emosi saya sebagai pembaca.

Salah satu momen yang paling membuat mental saya tersentuh adalah saat bagian Laut dan teman-temannnya dikurung dalam sel penyekapan berminggu-minggu. Berada di ruang gelap tanpa tahu siang dan malam, mereka harus bertahan hidup di atas penderitaan fisik dan mental yang tak terbayangkan. Rasa setianya kepada perjuangan dan sahabat-sahabatnya jauh lebih besar daripada rasa takutnya terhadap rasa sakit fisik. Karakter ini menampar kita, generasi muda hari ini, tentang apa arti sebuah komitmen dan integritas.

Selain berani, Laut juga punya sisi humanis dan rasa cinta yang luar biasa pada keluarga. Di balik sosoknya yang menentang ketidakadilan, Laut adalah seorang anak yang merindukan ritual makam malam hari minggu bersama bapak dan ibunya. Dia juga seorang kakak yang sangat menyanyagi adiknya, Asmara Jati. Bagian yang paling menyakitkan adalah ketika Laut mengekspresikan kerinduannya pada rumah saat berada dalam sekapan. Dia bukan pahlawan yang tidak punya rasa takut, dia adalah manusia biasa yang rindu pulang.

Membaca kisah Biru Laut membuat saya sadar bahwa kebebasan yang kita nikmati hari ini dibayar mahal oleh darah dan air mata orang-orang seperti Laut. Melalui karakter ini, novel Laut Bercerita sukses menyampaikan pesan kuat: bahwa meskipun tubuh bisa dihancurkan dan ditenggelamkan ke dasar laut, ideologi, semangat, dan cerita tentang kebenaran tidak akan pernah bisa diredam.

Untuk kamu yang belum membaca Laut Bercerita, bersiaplah untuk jatuh cinta sekaligus patah hati bersama Biru Laut!