Gaya Hidup Cashless ala Gen Z: Praktis tapi Boros

Mahasiswa Universitas Pamulang, Program Studi Akuntansi
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Putri Amelia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Diera digital saat ini, transaksi non tunai sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari - hari, khususnya bagi Gen Z. Gen Z merupakan generasi yang lahir ditengah kemajuan teknologi dan internet, sehingga sudah tidak heran jika sesuatu serba cepat, praktis, dan digital, termasuk urusan keuangan. Hanya bermodal smartphone dan aplikasi dompet digital, Gen Z bisa membayar makanan, berbelanja online, naik transportasi, hingga membeli kopi kekinian dalam hitungan detik. Tak perlu repot membawa uang tunai, tak perlu lagi mencari uang receh. Semua serba mudah dan cepat.
Namun, di balik segala kemudahan itu, ada satu tantangan besar yaitu mengendalikan pengeluaran.
Praktis, Tapi tanpa sadar boros
Kemudahan bertransaksi dapat membuat Gen Z lebih impulsif dalam berbelanja. Promo cashback dan diskon membuat pengeluaran menjadi tidak terasa.
Karena tidak melihat uang fisik keluar dari dompet, orang-orang akan merasa tidak benar-benar mengeluarkan uang. Alhasil, tanpa disadari, saldo e-wallet mereka bisa cepat habis untuk hal-hal kecil seperti membeli cemilan, delivery makanan, atau berlangganan hiburan digital.
Apa Dampaknya?
Jika tidak dikelola dengan baik, gaya hidup non tunai dapat berujung pada kebiasaan boros, bahkan dapat menumpuk utang digital melalui fitur paylater atau kredit online. Gen Z yang belum memiliki penghasilan tetap dapat terjebak dalam kewajiban membayar tagihan sebelum benar-benar mampu secara finansial.
Selain itu, terlalu bergantung pada sistem digital juga membuat banyak anak muda melupakan pentingnya literasi keuangan: seperti menabung, membuat anggaran bulanan, dan memahami prioritas kebutuhan.
Tips Mengendalikan Gaya Hidup Cashless
Agar tetap menikmati kemudahan cashless tanpa terjerumus dalam pemborosan, berikut ini ada beberapa tips sederhana:
1. Buat anggaran digital bulanan.
2. Gunakan satu aplikasi utama.
3. Aktifkan notifikasi transaksi.
4. Hindari godaan promo yang tidak perlu.
5. Biasakan untuk memeriksa pengeluaran mingguan.
