Aspek Teknik dan Teknologi dalam Studi Kelayakan Bisnis

Mahasiswa Universitas Pamulang yang memiliki minat dalam bidang manajemen, khususnya manajemen keuangan. Aktif dalam kegiatan akademik dan penulisan artikel.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Sayidatina Putri Azzahra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Menilai kesiapan bisnis melalui lokasi, kapasitas produksi, mesin, teknologi, dan layout usaha
Dalam menjalankan sebuah bisnis, memiliki produk yang dibutuhkan konsumen dan modal yang cukup belum tentu menjamin usaha dapat berjalan dengan baik. Sebelum bisnis dijalankan, berbagai hal perlu dianalisis dalam studi kelayakan bisnis, salah satunya adalah aspek teknik dan teknologi untuk mengetahui apakah rencana usaha tersebut benar-benar layak.
Salah satu bagian yang perlu diperhatikan adalah aspek teknik dan teknologi. Aspek ini digunakan untuk melihat apakah sebuah ide bisnis dapat dijalankan secara teknis, mulai dari menentukan lokasi usaha, kapasitas produksi, pemilihan mesin dan teknologi, hingga penataan tempat usaha.
Hal tersebut penting karena bisnis yang dinilai layak dari sisi pasar belum tentu dapat dijalankan dengan baik secara teknis. Kesalahan dalam menentukan aspek teknis dapat menimbulkan masalah dan biaya tambahan bagi perusahaan dalam jangka panjang.
Menentukan Lokasi Bisnis yang Tepat
Lokasi menjadi salah satu hal penting dalam menjalankan sebuah bisnis. Pemilihan lokasi tidak hanya berkaitan dengan tempat usaha yang mudah ditemukan, tetapi juga perlu mempertimbangkan berbagai faktor yang dapat memengaruhi kegiatan operasional.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain ketersediaan bahan mentah, letak pasar yang dituju, sumber energi dan air, sarana komunikasi, tenaga kerja, serta fasilitas transportasi.
Ketersediaan bahan mentah perlu diperhatikan terutama bagi bisnis yang membutuhkan bahan baku dalam jumlah besar. Lokasi yang terlalu jauh dari sumber bahan baku dapat meningkatkan biaya transportasi.
Selain itu, letak pasar juga menjadi pertimbangan. Jika biaya pengiriman produk jadi kepada konsumen lebih besar dibandingkan biaya membawa bahan mentah ke lokasi usaha, maka lokasi bisnis dapat dipertimbangkan agar lebih dekat dengan pasar.
Ketersediaan tenaga kerja dan transportasi juga tidak kalah penting. Perusahaan perlu mempertimbangkan jumlah, keterampilan, dan biaya tenaga kerja yang tersedia di sekitar lokasi. Sementara itu, sarana transportasi dibutuhkan untuk mendukung pengiriman bahan baku, produk jadi, maupun mobilitas tenaga kerja.
Menentukan Luas Produksi Secara Optimal
Setelah lokasi ditentukan, perusahaan juga perlu memperkirakan luas atau kapasitas produksi. Luas produksi merupakan jumlah atau volume produk yang seharusnya dihasilkan dalam periode tertentu.
Penentuan jumlah produksi perlu dilakukan secara hati-hati. Jika produksi terlalu besar, produk dapat menumpuk dan menyebabkan pemborosan. Sebaliknya, jika produksi terlalu sedikit, perusahaan dapat kesulitan memenuhi permintaan konsumen dan kehilangan kesempatan memperoleh keuntungan.
Dalam menentukan kapasitas produksi, perusahaan perlu mempertimbangkan beberapa batasan, seperti permintaan pasar, kemampuan mesin, jumlah dan kemampuan tenaga kerja, kondisi keuangan, ketersediaan bahan baku, serta faktor produksi lainnya.
Dengan demikian, jumlah produksi sebaiknya tidak hanya ditentukan berdasarkan keinginan perusahaan, tetapi disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi bisnis.
Memilih Mesin, Peralatan, dan Teknologi
Pemilihan mesin, peralatan, dan teknologi merupakan bagian penting lainnya dalam aspek teknik dan teknologi. Kesalahan dalam memilih peralatan dapat menimbulkan kerugian karena mesin dan teknologi biasanya digunakan dalam jangka waktu yang cukup panjang.
Perusahaan perlu mempertimbangkan kesesuaian teknologi dengan kebutuhan usaha, harga perolehan, kemampuan mesin, ketersediaan pemasok, suku cadang, kualitas, serta umur ekonomis peralatan.
Kemampuan mesin juga harus disesuaikan dengan kapasitas produksi yang direncanakan. Mesin dengan kapasitas terlalu besar dapat menyebabkan pemborosan apabila tidak digunakan secara maksimal. Sebaliknya, kapasitas mesin yang terlalu kecil dapat menghambat proses produksi.
Dalam memilih teknologi, perusahaan juga perlu memperhatikan kemampuan tenaga kerja dalam menggunakannya serta kesesuaian teknologi dengan bahan baku yang digunakan. Teknologi yang paling maju belum tentu menjadi pilihan yang paling sesuai apabila tidak sejalan dengan kondisi dan kemampuan perusahaan.
Menentukan Layout agar Kegiatan Operasional Lebih Efisien
Selain lokasi dan teknologi, penataan fasilitas atau layout juga perlu diperhatikan. Layout merupakan keseluruhan bentuk dan penempatan fasilitas yang diperlukan dalam proses produksi atau kegiatan operasional.
Layout yang baik dapat membantu perusahaan menggunakan ruang secara efektif, memperlancar aliran material, mengurangi jarak pemindahan barang, menjaga keselamatan tenaga kerja, serta membantu menekan biaya produksi.
Secara umum terdapat tiga jenis layout yang dapat digunakan, yaitu layout proses atau fungsional, layout produk atau garis, dan layout kelompok.
Layout proses menempatkan mesin atau peralatan yang memiliki fungsi sama dalam satu area. Layout produk atau garis menempatkan mesin berdasarkan urutan proses produksi. Sementara itu, layout kelompok merupakan kombinasi antara layout produk dan layout proses.
Pemilihan jenis layout tentunya perlu disesuaikan dengan karakteristik bisnis dan proses produksi yang dilakukan.
Kapan Bisnis Dinyatakan Layak dari Aspek Teknik dan Teknologi?
Analisis aspek teknik dan teknologi pada akhirnya bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapan bisnis untuk dijalankan secara teknis.
Sebuah ide bisnis dapat dinyatakan layak apabila memiliki lokasi yang sesuai, mampu mencapai luas produksi yang optimal, memiliki teknologi yang tersedia dan sesuai dengan kebutuhan, serta mampu menyusun layout bisnis secara optimal.
Artinya, perusahaan tidak cukup hanya memiliki produk yang berpotensi dibeli konsumen. Perusahaan juga harus memastikan bahwa produk tersebut dapat diproduksi dan disediakan dengan proses yang dapat dijalankan secara efektif.
Aspek Teknik dan Teknologi sebagai Dasar Perencanaan Bisnis
Aspek teknik dan teknologi membantu perusahaan melihat kesiapan operasional sebelum bisnis benar-benar dijalankan. Mulai dari pemilihan lokasi, jumlah produksi, mesin dan teknologi, hingga layout perlu direncanakan agar kegiatan bisnis dapat berjalan dengan baik.
Analisis ini juga menunjukkan bahwa keputusan teknis tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Setiap pilihan perlu disesuaikan dengan kondisi usaha, kemampuan perusahaan, kebutuhan produksi, serta sumber daya yang tersedia.
Dengan melakukan analisis aspek teknik dan teknologi secara tepat, perusahaan dapat mengetahui berbagai kebutuhan operasional sejak awal dan mengurangi kemungkinan terjadinya masalah teknis ketika bisnis sudah berjalan.
Penutup
Studi aspek teknik dan teknologi merupakan salah satu bagian penting dalam studi kelayakan bisnis. Analisis ini tidak hanya membahas teknologi yang digunakan, tetapi juga mencakup penentuan lokasi, kapasitas produksi, pemilihan mesin dan peralatan, serta penataan fasilitas usaha.
Melalui analisis tersebut, perusahaan dapat menilai apakah sebuah rencana bisnis memiliki kesiapan teknis yang memadai untuk dijalankan. Dengan demikian, keputusan untuk menjalankan bisnis tidak hanya didasarkan pada peluang pasar, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya secara efektif dan efisien.
