Konten dari Pengguna

Permintaan Pasar: Cara Mengukur dan Meramal dalam Studi Kelayakan Bisnis

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sayidatina Putri Azzahra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pentingnya Mengukur dan Meramal Permintaan Pasar bagi Keputusan Bisnis

Dalam menjalankan sebuah bisnis, memiliki produk yang menarik dan modal yang cukup belum tentu menjamin usaha dapat berjalan dengan baik. Pelaku usaha juga perlu memahami aspek pasar yang akan dituju sebagai bagian dari analisis kelayakan usaha secara menyeluruh. Salah satu hal yang perlu diketahui adalah seberapa besar kebutuhan konsumen terhadap produk yang ditawarkan dan bagaimana kemungkinan permintaan tersebut berkembang pada masa mendatang.

Hal tersebut menjadi bagian dari studi aspek pasar dalam studi kelayakan bisnis. Analisis aspek pasar dilakukan untuk mengetahui peluang pasar, kondisi permintaan dan penawaran, persaingan, serta potensi perkembangan suatu bisnis. Bahkan, bisnis yang memiliki aspek teknis dan keuangan yang baik tetap perlu memperhatikan keberadaan pasar karena tanpa pasar, produk yang dihasilkan akan sulit diserap konsumen.

Salah satu pembahasan penting dalam aspek pasar adalah mengukur dan meramal permintaan. Pengukuran permintaan digunakan untuk mengetahui kondisi pasar saat ini, sedangkan peramalan permintaan digunakan untuk memperkirakan kebutuhan pasar pada masa yang akan datang.

Mengukur Permintaan Pasar

Mengukur permintaan pasar merupakan proses untuk mengetahui seberapa besar pasar membutuhkan atau menginginkan suatu produk maupun jasa. Informasi tersebut dapat membantu perusahaan dalam mengetahui potensi pasar, merencanakan produksi, menentukan strategi pemasaran, dan mengambil keputusan bisnis.

Dalam mengukur permintaan pasar saat ini, terdapat beberapa hal yang dapat diperhatikan, seperti total market demand, geographic demand, actual sales, dan market share. Dengan melihat beberapa aspek tersebut, perusahaan dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi pasar yang akan dimasuki.

Salah satu cara untuk menghitung total permintaan pasar adalah menggunakan rumus:

Q = n × p × q

Q merupakan total permintaan pasar, n adalah jumlah pembeli, p merupakan harga rata-rata per unit, dan q adalah jumlah rata-rata produk yang dibeli oleh setiap pembeli dalam satu tahun.

Sebagai contoh, sebuah usaha minuman memiliki sekitar 1.000 calon pembeli. Harga rata-rata produknya adalah Rp10.000 dan setiap pembeli diperkirakan membeli 20 produk dalam satu tahun. Maka perkiraan nilai permintaan pasar dapat dihitung sebagai berikut:

Q = 1.000 × Rp10.000 × 20

Q = Rp200.000.000 per tahun

Dari perhitungan tersebut, pelaku usaha dapat memperoleh gambaran awal mengenai potensi nilai permintaan pasar berdasarkan jumlah pembeli, harga produk, dan jumlah pembelian.

Melihat Permintaan Berdasarkan Wilayah dan Pangsa Pasar

Selain menghitung total permintaan, perusahaan juga dapat melihat permintaan berdasarkan wilayah geografis. Hal ini penting terutama bagi bisnis yang ingin membuka cabang atau memperluas pasar. Dengan mengetahui wilayah yang memiliki potensi permintaan lebih besar, perusahaan dapat menentukan lokasi dan target pasar yang lebih sesuai, termasuk mempertimbangkan strategi pemasaran yang sesuai dengan karakteristik wilayah tersebut

Ilustrasi mengukur dan meramal permintaan pasar. Sumber Gambar: Pixabay

Materi studi kelayakan bisnis menjelaskan bahwa pengukuran permintaan geografis dapat dilakukan melalui pendekatan Market-Build Up dan Market Factor Index. Sementara itu, penjualan aktual dan pangsa pasar dapat digunakan untuk melihat posisi perusahaan dengan membandingkan penjualan perusahaan dengan kondisi pasar atau pesaing.

Penggunaan analisis pasar seperti ini juga ditemukan dalam penelitian mengenai studi kelayakan bisnis. Pada analisis kelayakan pembukaan PT XYZ di Kabupaten Tangerang, misalnya, peramalan permintaan berdasarkan data historis penjualan digunakan sebagai bagian dari analisis aspek pasar sebelum dilanjutkan ke aspek teknis dan finansial.

Mengapa Permintaan Perlu Diramalkan?

Kondisi pasar tidak selalu tetap. Jumlah konsumen, tingkat pembelian, persaingan, dan berbagai kondisi lainnya dapat berubah dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, perusahaan tidak cukup hanya mengetahui kondisi pasar saat ini, tetapi juga perlu memperkirakan permintaan pada masa mendatang.

Peramalan permintaan atau demand forecasting merupakan kegiatan untuk memperkirakan besarnya permintaan yang mungkin terjadi pada masa depan. Peramalan dapat membantu perusahaan dalam merencanakan produksi, mengatur persediaan, dan menentukan keputusan bisnis.

Penggunaan forecasting juga banyak diterapkan dalam dunia usaha. Salah satu penelitian pada marketplace UMKM di Banten menggunakan data transaksi historis untuk membentuk data deret waktu yang dapat digunakan dalam peramalan permintaan. Hasil peramalan tersebut diarahkan untuk mendukung keputusan operasional, khususnya perencanaan persediaan dan waktu promosi.

Metode untuk Meramal Permintaan

Untuk memperkirakan permintaan masa depan, perusahaan dapat menggunakan beberapa metode. Berdasarkan materi studi kelayakan bisnis, metode yang dapat digunakan antara lain survei niat pembeli, perkiraan tenaga penjual, pendapat ahli, dan metode Delphi.

Survei niat pembeli dilakukan dengan mengetahui rencana atau keinginan konsumen untuk membeli suatu produk pada masa mendatang. Metode ini dapat memberikan gambaran mengenai kemungkinan permintaan berdasarkan tanggapan calon konsumen.

Selanjutnya, perkiraan tenaga penjual atau wiraniaga menggunakan informasi dari tenaga penjual yang berhubungan langsung dengan konsumen. Mereka dapat memberikan perkiraan berdasarkan kondisi pasar dan pengalaman yang diperoleh di lapangan.

Perusahaan juga dapat menggunakan pendapat ahli, terutama ketika terdapat pihak yang memiliki pengetahuan atau pengalaman mengenai pasar yang sedang dianalisis. Sementara itu, metode Delphi dilakukan dengan mengumpulkan pendapat beberapa ahli melalui beberapa tahap kuesioner sampai diperoleh kesepakatan atau konsensus.

Selain metode kualitatif tersebut, materi kuliah juga mengenalkan metode kuantitatif seperti time series, regresi, dan model ekonometrika. Pemilihan metode perlu disesuaikan dengan tujuan peramalan, ketersediaan data, biaya, serta waktu yang tersedia.

Peramalan Membantu Menentukan Keputusan Bisnis

Hasil peramalan permintaan tidak hanya berupa angka, tetapi dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan keputusan bisnis. Misalnya, sebuah usaha minuman berencana membuka cabang baru. Sebelum menentukan jumlah produk yang harus disediakan, pemilik usaha dapat memperkirakan jumlah calon konsumen dan rata-rata pembelian di wilayah tersebut.

Data tersebut kemudian dapat digunakan untuk menentukan jumlah produksi dan persediaan yang lebih sesuai dengan perkiraan kebutuhan pasar. Dengan begitu, perusahaan dapat menghindari kondisi ketika produk yang disediakan terlalu banyak atau justru tidak mencukupi permintaan konsumen.

Penelitian mengenai peramalan permintaan pada industri pakaian juga menunjukkan pentingnya memperkirakan jumlah permintaan berdasarkan data periode sebelumnya untuk mendukung perencanaan produksi dan mengurangi risiko kehilangan penjualan.

Artinya, peramalan bukan sekadar memperkirakan angka penjualan, tetapi dapat menjadi salah satu dasar bagi perusahaan dalam menyusun perencanaan usaha.

Mengukur dan Meramal Permintaan untuk Mengurangi Ketidakpastian

Tidak ada metode peramalan yang dapat memastikan secara mutlak apa yang akan terjadi di masa depan. Namun, penggunaan data dan metode yang sesuai dapat memberikan gambaran yang lebih terukur dibandingkan hanya mengandalkan perkiraan tanpa analisis.

Hal ini membuat pengukuran dan peramalan permintaan menjadi bagian yang penting dalam studi aspek pasar. Pengukuran memberikan gambaran mengenai kondisi pasar saat ini, sedangkan peramalan membantu perusahaan melihat kemungkinan perkembangan permintaan pada masa mendatang.

Dalam perkembangan bisnis saat ini, metode peramalan juga semakin beragam, seiring meningkatnya ketidakpastian lingkungan bisnis dan ketersediaan data yang dapat diolah perusahaan.

Penutup

Mengukur dan meramal permintaan merupakan bagian penting dalam studi aspek pasar pada studi kelayakan bisnis. Melalui pengukuran permintaan, perusahaan dapat mengetahui potensi pasar dan kondisi permintaan saat ini. Sementara itu, peramalan permintaan membantu perusahaan memperkirakan kebutuhan pasar di masa mendatang.

Informasi tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan produksi, persediaan, strategi pemasaran, hingga rencana pengembangan usaha. Dengan memahami kondisi pasar melalui data dan metode yang tepat, keputusan bisnis dapat dibuat secara lebih terencana dan tidak hanya berdasarkan perkiraan semata.