Konten dari Pengguna

Strategi Operasi di Lingkungan Global: Cara Perusahaan Bersaing

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sayidatina Putri Azzahra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Strategi Operasi untuk Menghadapi Persaingan Global

Ilustrasi strategi operasi perusahaan dalam menghadapi persaingan global. Sumber Gambar: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi strategi operasi perusahaan dalam menghadapi persaingan global. Sumber Gambar: Pexels

Pernahkah kamu bertanya bagaimana sebuah perusahaan global bisa menjual produknya di berbagai negara dan tetap menghadapi kebutuhan konsumen yang berbeda-beda? Di balik hal tersebut terdapat strategi operasi dan operasi global yang membantu perusahaan mengatur sumber daya, produksi, hingga distribusi. Dalam manajemen operasi, perusahaan juga perlu menyusun strategi bisnis untuk menghadapi persaingan global, membangun keunggulan bersaing, serta menentukan strategi internasional, strategi multinasional, dan strategi transnasional yang sesuai dengan kondisi pasar.

Di tengah persaingan bisnis yang semakin luas, strategi operasi menjadi salah satu bagian penting yang menentukan bagaimana perusahaan menghasilkan produk atau layanan, mengelola sumber daya, dan memenuhi kebutuhan pasar. Ketika perusahaan mulai beroperasi di berbagai negara, keputusan operasional menjadi semakin kompleks karena harus mempertimbangkan perbedaan pasar, budaya, biaya, serta kondisi lingkungan bisnis.

Lalu, bagaimana perusahaan menentukan strategi operasinya ketika harus menghadapi pasar global?

Apa Itu Strategi Operasi di Lingkungan Global?

Sederhananya, strategi operasi merupakan cara perusahaan mengatur kegiatan operasional agar tujuan bisnis dapat tercapai. Kegiatan tersebut berkaitan dengan bagaimana input seperti bahan baku, tenaga kerja, teknologi, dan sumber daya lainnya diubah menjadi produk atau jasa yang dibutuhkan pelanggan.

Ketika kegiatan tersebut dilakukan dalam lingkungan global, tantangannya menjadi lebih beragam. Perusahaan tidak hanya memikirkan apa yang harus diproduksi, tetapi juga bagaimana produk tersebut dibuat, di mana produksinya dilakukan, bagaimana produk sampai kepada konsumen, serta bagaimana perusahaan menghadapi perbedaan kondisi di setiap negara.

Globalisasi membuat hubungan antarnegara semakin terbuka melalui perdagangan, teknologi, informasi, dan berbagai bentuk interaksi lainnya. Kondisi ini menciptakan peluang pasar yang lebih luas, tetapi sekaligus membuat persaingan ant perusahaan menjadi semakin ketat.

Karena itu, perusahaan membutuhkan strategi operasi yang tidak hanya berfokus pada kegiatan di dalam perusahaan, tetapi juga melihat apa yang terjadi di lingkungan global.

Mengapa Perusahaan Perlu Beroperasi Secara Global?

Bayangkan sebuah perusahaan hanya mengandalkan satu pasar. Ketika permintaan di pasar tersebut menurun, perusahaan tentu akan menghadapi risiko yang lebih besar. Berbeda jika perusahaan memiliki kegiatan di beberapa negara. Pasar yang lebih luas dapat membuka peluang untuk menjangkau lebih banyak konsumen.

Namun, masuk ke pasar global bukan berarti perusahaan bisa menggunakan satu cara yang sama di semua negara.

Setiap negara memiliki kondisi ekonomi, hukum, budaya, teknologi, dan kebutuhan konsumen yang berbeda. Perbedaan tersebut dapat memengaruhi bagaimana perusahaan menyusun dan menjalankan kegiatan operasionalnya.

Dari sisi operasi, kegiatan global juga dapat memberikan beberapa manfaat. Perusahaan dapat mencari cara untuk menekan biaya, memperbaiki rantai pasokan, memahami kebutuhan konsumen dari berbagai budaya, serta memperoleh pengetahuan baru yang dapat digunakan untuk meningkatkan kegiatan operasional.

Jadi, beroperasi secara global bukan hanya soal memperluas pasar. Perusahaan juga perlu belajar menyesuaikan cara kerjanya dengan lingkungan tempat mereka menjalankan bisnis.

Strategi Operasi Harus Selaras dengan Tujuan Perusahaan

Sebelum menentukan bagaimana produksi dilakukan atau di mana perusahaan akan membuka fasilitas baru, ada hal yang lebih mendasar yang perlu diperhatikan: apa tujuan perusahaan?

Dalam materi strategi operasi, misi perusahaan menjadi arah yang menjelaskan alasan sebuah organisasi berdiri dan tujuan yang ingin dicapai. Misi tersebut kemudian perlu diterjemahkan ke dalam strategi pada berbagai bidang, termasuk operasi.

Misalnya, jika perusahaan ingin dikenal karena kualitas produknya, kegiatan operasional harus mendukung tujuan tersebut. Perusahaan perlu memperhatikan kualitas bahan baku, proses produksi, tenaga kerja, hingga pemeriksaan produk.

Dengan kata lain, strategi operasi tidak seharusnya berjalan sendiri. Strategi tersebut perlu selaras dengan strategi perusahaan secara keseluruhan agar setiap keputusan operasional memiliki arah yang jelas.

Bagaimana Perusahaan Menciptakan Keunggulan Bersaing?

Setelah memiliki arah yang jelas, perusahaan perlu memikirkan satu pertanyaan penting: mengapa konsumen harus memilih produk atau layanan mereka?

Dalam lingkungan yang kompetitif, perusahaan dapat membangun keunggulan melalui beberapa pendekatan.

1. Diferensiasi

Pernah melihat dua produk yang memiliki fungsi hampir sama, tetapi salah satunya terasa lebih menarik? Perbedaannya bisa berasal dari desain, fitur, kualitas, pelayanan, distribusi, atau pengalaman yang diberikan kepada pelanggan.

Inilah yang disebut diferensiasi. Perusahaan berusaha menciptakan sesuatu yang membuat produknya memiliki nilai atau karakteristik yang berbeda di mata konsumen.

Diferensiasi tidak selalu berarti membuat produk yang benar-benar berbeda. Pelayanan yang lebih baik atau proses pengiriman yang lebih cepat juga dapat menjadi bagian dari pembeda.

2. Biaya Rendah

Selain membuat produk berbeda, perusahaan juga dapat bersaing melalui biaya yang lebih rendah.

Namun, biaya rendah bukan berarti perusahaan harus mengorbankan kualitas. Strategi biaya rendah berkaitan dengan bagaimana perusahaan membuat keputusan operasional secara efisien sehingga dapat menawarkan harga yang kompetitif dan tetap memenuhi kebutuhan pelanggan.

3. Responsiveness

Pasar tidak selalu bergerak sesuai rencana. Selera konsumen dapat berubah, teknologi berkembang, dan pesaing bisa menghadirkan produk baru.

Karena itu, perusahaan perlu memiliki kemampuan untuk merespons perubahan tersebut. Responsiveness berkaitan dengan kecepatan perusahaan dalam mengembangkan produk, memenuhi permintaan, memberikan layanan, serta menyesuaikan diri terhadap perubahan pasar.

Keputusan Operasi Ternyata Tidak Sesederhana yang Dibayangkan

Ketika kita melihat sebuah produk sampai di tangan konsumen, proses di belakangnya sebenarnya cukup panjang. Ada banyak keputusan yang harus dibuat perusahaan.

Materi strategi operasi menjelaskan beberapa keputusan utama, mulai dari desain produk dan layanan, manajemen kualitas, desain proses, lokasi, tata letak, sumber daya manusia, rantai persediaan, perencanaan persediaan, penjadwalan, hingga pemeliharaan.

Misalnya, keputusan lokasi menentukan di mana kegiatan produksi atau pelayanan dilakukan. Sementara itu, keputusan mengenai rantai persediaan berkaitan dengan bahan baku dan berbagai kebutuhan yang harus tersedia agar kegiatan perusahaan dapat berjalan.

Begitu juga dengan sumber daya manusia. Karyawan merupakan bagian penting dalam sistem operasi sehingga perusahaan perlu memperhatikan keterampilan, kebutuhan tenaga kerja, lingkungan kerja, hingga loyalitas karyawan.

Semua keputusan tersebut saling berhubungan. Kesalahan dalam satu bagian dapat memengaruhi bagian lainnya.

Produk Juga Punya Siklus Hidup

Strategi operasi tidak selalu bisa digunakan dengan cara yang sama sepanjang umur sebuah produk.

Ketika produk baru diperkenalkan, perusahaan biasanya masih menghadapi permintaan yang belum stabil. Biaya produksi dan promosi dapat relatif tinggi, sementara perusahaan juga perlu memperhatikan kualitas serta pengembangan produk.

Kemudian produk memasuki tahap pertumbuhan. Pada tahap ini, permintaan mulai meningkat dan semakin banyak konsumen mengenal produk tersebut. Namun, perusahaan juga mulai menghadapi persaingan yang lebih ketat.

Setelah itu, produk dapat memasuki tahap kedewasaan. Pada kondisi ini, perusahaan perlu mempertahankan posisinya karena persaingan semakin kuat dan pertumbuhan permintaan tidak lagi seperti sebelumnya.

Pada akhirnya, produk dapat memasuki tahap penurunan. Ketika permintaan mulai berkurang, perusahaan perlu mempertimbangkan kembali bagaimana kegiatan operasionalnya harus dijalankan.

Artinya, strategi operasi perlu mengikuti perkembangan produk. Cara perusahaan mengelola produk baru tentu tidak selalu sama dengan cara mengelola produk yang sudah berada di pasar dalam waktu lama.

Bagaimana Strategi Operasi Dikembangkan?

Strategi yang baik tidak berhenti pada sebuah rencana. Perusahaan juga harus mampu menjalankannya dan melihat apakah hasilnya sesuai dengan tujuan.

Salah satu langkah awal adalah memahami kondisi lingkungan perusahaan, baik dari sisi internal maupun eksternal. Perusahaan perlu melihat pasar, pesaing, pemasok, kebijakan pemerintah, perkembangan teknologi, kondisi sosial, hingga kemampuan sumber daya yang dimiliki.

Setelah itu, perusahaan dapat menggunakan analisis seperti SWOT untuk memahami kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi. Perusahaan juga dapat menentukan target pasar melalui pendekatan STP.

Hasil analisis tersebut kemudian menjadi dasar untuk menyusun strategi.

Namun, pekerjaan belum selesai. Strategi harus diterapkan dalam kegiatan operasional sehari-hari. Perusahaan perlu membuat rencana kegiatan, menentukan tanggung jawab, menjalankan program, kemudian memantau hasilnya.

Jika hasilnya belum sesuai dengan tujuan, perusahaan dapat melakukan evaluasi dan memperbaiki strategi yang digunakan.

Empat Pilihan Strategi Operasi Global

Ketika perusahaan masuk ke pasar internasional, tidak hanya ada satu cara untuk mengelola kegiatan operasional. Materi ini membahas empat pilihan strategi operasi global.

1. Strategi Internasional

Strategi internasional memungkinkan perusahaan menjalankan kegiatan lintas negara dengan tingkat penyesuaian lokal yang relatif lebih rendah. Pendekatan ini dapat lebih sederhana dan memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan beberapa pendekatan lainnya.

2. Strategi Multinasional

Berbeda dengan strategi internasional, strategi multinasional memberikan ruang yang lebih besar kepada masing-masing negara untuk menyesuaikan kegiatan bisnis dengan kondisi lokal.

Pendekatan ini menekankan daya tanggap terhadap kebutuhan pasar di setiap negara. Materi menggunakan McDonald's sebagai salah satu contoh perusahaan yang menerapkan pendekatan tersebut.

3. Strategi Global

Pada strategi global, perusahaan lebih menekankan standardisasi dan koordinasi dari pusat. Tujuannya antara lain memperoleh manfaat dari skala ekonomi serta memanfaatkan inovasi yang dikembangkan di satu negara untuk digunakan di pasar lainnya.

Materi memberikan Caterpillar sebagai contoh perusahaan yang menerapkan strategi ini.

4. Strategi Transnasional

Strategi transnasional mencoba menghubungkan kegiatan perusahaan di berbagai negara sehingga setiap bagian dapat menjalankan tanggung jawabnya sekaligus bekerja sama dengan bagian lain.

Dengan pendekatan ini, kegiatan perusahaan tidak hanya bergantung pada kantor pusat. Setiap cabang dapat memiliki peran tertentu dan tetap terhubung dalam sebuah jaringan operasi global.

McDonald's dan Cara Beradaptasi dengan Pasar Lokal

Salah satu contoh yang menarik untuk melihat strategi operasi global adalah McDonald's.

Ketika sebuah perusahaan makanan beroperasi di berbagai negara, tidak semua konsumen memiliki kebiasaan makan yang sama. Karena itu, perusahaan perlu mempertimbangkan karakteristik pasar lokal.

Dalam materi yang menjadi sumber artikel ini, McDonald's dicontohkan sebagai perusahaan yang menyesuaikan produk dengan budaya negara tempat mereka beroperasi. Di Indonesia, materi tersebut mencantumkan beberapa contoh menu yang menggabungkan konsep McDonald's dengan makanan atau cita rasa lokal, seperti burger nasi goreng, kentang goreng gulai gurih, soda asam jawa, McFlurry Teh Botol Oreo, dan cone top es teler.

Contoh tersebut menunjukkan bahwa menjalankan bisnis secara global tidak selalu berarti menggunakan produk yang benar-benar sama di setiap negara. Perusahaan dapat mempertahankan identitas mereknya, tetapi pada saat yang sama menyesuaikan sebagian produknya dengan karakteristik konsumen lokal.

Jadi, Apa yang Membuat Strategi Operasi Global Penting?

Kalau diperhatikan, persaingan global sebenarnya bukan hanya tentang siapa yang memiliki produk paling menarik.

Ada banyak hal yang bekerja di belakang sebuah produk: bagaimana bahan baku diperoleh, bagaimana produk dibuat, bagaimana kualitas dijaga, bagaimana tenaga kerja dikelola, bagaimana persediaan direncanakan, sampai bagaimana produk dikirim kepada konsumen.

Semua keputusan tersebut membutuhkan strategi.

Perusahaan juga tidak bisa hanya membuat strategi sekali lalu menggunakannya selamanya. Perubahan pasar, teknologi, persaingan, dan kebutuhan konsumen membuat perusahaan perlu terus melihat kembali apakah strategi yang digunakan masih sesuai dengan kondisi yang dihadapi. Materi strategi operasi menekankan pentingnya penyesuaian terhadap perubahan lingkungan dan peluang yang muncul.

Pada akhirnya, strategi operasi menjadi salah satu cara perusahaan menerjemahkan tujuan bisnis ke dalam kegiatan nyata. Dari keputusan mengenai produk hingga pemilihan strategi global, semuanya perlu diarahkan agar perusahaan dapat menjalankan operasinya secara efektif sekaligus memenuhi kebutuhan pelanggan.

Penutup

Beroperasi di lingkungan global memberikan peluang yang besar bagi perusahaan, tetapi juga membawa tantangan yang tidak sedikit. Perbedaan pasar, budaya, kondisi ekonomi, hukum, serta persaingan membuat perusahaan perlu memikirkan strategi operasi dengan lebih matang.

Dari pembahasan tersebut, kita dapat melihat bahwa strategi operasi tidak hanya berbicara tentang proses produksi. Di dalamnya terdapat keputusan mengenai produk, kualitas, lokasi, sumber daya manusia, persediaan, hingga cara perusahaan merespons perubahan pasar.

Perusahaan juga dapat memilih pendekatan operasi global yang berbeda, mulai dari strategi internasional, multinasional, global, hingga transnasional. Pilihan tersebut perlu disesuaikan dengan tujuan dan kondisi perusahaan.

Dengan strategi yang tepat dan evaluasi yang terus dilakukan, kegiatan operasi dapat menjadi bagian penting dalam membantu perusahaan menghadapi persaingan di pasar global.