Konten dari Pengguna

Belajar Matematika dengan Permainan Ular Tangga di SDN 11 Silokek

Putri Cahya Ayunda

Putri Cahya Ayunda

Seorang mahasiswa matematika di Universitas Andalas

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Putri Cahya Ayunda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Silokek (20/08/2022) Permainan Ular Tangga Matematika di SDN 11 Nagari Silokek Kecamatan Sijunjung.
zoom-in-whitePerbesar
Silokek (20/08/2022) Permainan Ular Tangga Matematika di SDN 11 Nagari Silokek Kecamatan Sijunjung.

Matematika sering dianggap sebagai mata pelajaran yang menakutkan bagi siswa sekolah dasar karena mereka menganggap bahwa matematika itu sulit untuk dipahami, tidak menarik, dan membosankan. Namun, matematika merupakan mata pelajaran penting yang harus dipahami oleh siswa, karena dapat diterapkan dikehidupan sehari-hari. Sehingga guru harus mampu menciptakan suasana pembelajaran matematika yang inspiratif dan menyenangkan. Agar siswa menjadi interaktif, termotivasi untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran tersebut.

Karakter siswa sekolah dasar pada umumnya berusia 6 sampai 13 tahun dimana berada dalam fase operasional kongkret. Pada proses pembelajaran fase kongkret melalui berbagai tahapan yaitu kongkret, semi kongkret, semi abstrak dan yang terakhir abstrak. Dalam mempelajari matematika yang abstrak siswa memerlukan alat bantu media sehingga mempermudah dalam memahami materi pembelajaran.

Salah satu cara yang dilakukan untuk menciptakan metode pembelajaran yang baik untuk mempelajari matematika yang abstrak adalah dengan mengintegrasikan permainan dalam sebuah pembelajaran. Mayke (Anggani Sudono, 2000: 3) mengatakan bahwa belajar dengan bermain memberikan kesempatan pada anak untuk memanipulasi, mengulang-ulang, menemukan sendiri, bereksplorasi, mempraktekkan dan mendapatkan bermacam- macam konsep serta pengertian yang tak terkira banyaknya dan disinilah proses pembelajaran terjadi. Hal ini harus dimanfaatkan guru untuk membuat media pembelajaran dengan permainan, yang dapat menciptakan kesenangan siswa dalam mengikuti pembelajaran matematika. Ular tangga merupakan salah satu permainan yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Permainan ini sering disebut dengan “Utang”. Utang merupakan singkatan nama sebuah permainan. Huruf “U” yang artinya Ular dan kata “tang” yang berarti tangga.

Permainan ular tangga adalah permainan papan yang dimainkan oleh 2 orang atau lebih. Setiap siswa memiliki bidak dan mendapatkan kesempatan untuk mengocok dadu. Dadu memiliki nomor 1 sampai 6. Papan permainan dibagi dalam kotak-kotak kecil dan di beberapa kotak digambar sejumlah “tangga” atau “ular” yang menghubungkannya dengan kotak lain.

Seorang siswa akan meletakkan bidak sesuai dengan banyak angka yang diperolehnya. Jika bidak berada di tangga maka bidak tersebut akan menaiki tangga namun sebalikknya jika berada di ekor ular maka harus turun kebawah, jadi mereka menggunakan proses matematika dalam permainan ini yaitu penjumlahan dan pengurangan. Tujuan permainan ular tangga ini adalah untuk memberikan motivasi belajar kepada siswa agar senantiasa mempelajari atau mengulang kembali materi-materi yang telah dipelajari sebelumnya yang nantinya akan diuji melalui permainan, sehingga terasa menyenangkan bagi siswa. Didalam permainan ular tangga berisi soal-soal pada kotak yang disambungkan dengan tangga. Siswa diminta untuk bisa menjawab soal soal tersebut untuk bisa melangkah ke tahap selanjutnya. Kalau siswa tidak bisa menjawab maka siswa tidak berhak untuk melangkah menaiki tangga. Sistem permainan ular tangga dapat dirincikan sebagai berikut:

  1. Tiap kelompok permainan terdiri 2 sampai 6 orang

  2. Permaiann dimulai dari melempar dadu.

  3. Nilai dadu yang keluar menentukan berapa langkah yang harus dijalankan oleh anak tersebut.

  4. Untuk menentukan awal langkah permainan siswa harus mendapatkan angka 6 dan kembali mengocok dadu lalu melangkah sesuai dengan jumlah angka yang diperoleh.

  5. Setelah melangkah, dan berhenti di kotak yang bergambar tangga maka siswa harus menjawab pertanyaan yang ada di kotak tersebut.

  6. Apabila siswa tidak dapat menjawab, maka siswa kehilangan kesempatan untuk melangkah naik ke kotak sesuai dengan tingginya tangga tersebut.

  7. Apabila siswa dapat menjawab, maka siswa diberi kesempata untuk melangkah menaiki tangga menuju kotak selanjutnya.

  8. Jika siswa mendaptkan angka dadu 6, maka siswa mendapatkan kesempatan untuk mengacak dadu 1 kali lagi.

  9. Apabila siswa memperoleh kotak yang bergambar ular, maka siswa harus turun ke kotak sesuai dengan mulut ular itu berada.

  10. Permainan dimenangkan oleh siswa yang berhasil mencapai puncak ular tangga tersebut.

Permainan ular tangga ini diadakan pada tanggal 20 Agustus 2022 di SDN 11 Silokek Kecamatan Sijunjung. Permainan ini dilaksanakn dengan 2 kelompok permainan diantaranya kelompok pertama terdiri dari siswa kelas 3 dan 4 dan kelompok kedua terdiri dari siswa kelas 5 dan 6. Siswa tampak antusias mengikuti permainan ular tangga yang diadakan di ruang kelas 6A. Permainan ini dimenangkan oleh 3 orang disetiap kelompok permainan. Pada kelompok pertama dimenangkan oleh Deliza Elgis sebagai juara 1, Miki Nasrika Putra sebagai juara 2, dan Gezi Ananda sebagai juara 3. Sedangkan pada kelompok kedua dimenanglkan oleh Perland sebagai juara 1, Nafla sebagai juara 2, dan Falah sebagai juara 3.

Dengan adanya permainan ular tangga yang dilaksanakan di SDN 11 Silkokek diharapkan siswa termotivasi untuk belajar dan mengingat materi-materi yang diberikan pada mata pelajaran matematika. Sehingga dapat menghilangkan rasa takut dan membosankan dalam pembelajaran matematika. Sehingga matematika menjadi mata pelajaran yang menyenangkan bagi siswa sekolah dasar karena mudah memahaminya,asik mempelajarinya, dan tidak membosankan dengan penerapan permainan ular tangga ini.