Konten dari Pengguna

Analisis Personalia: Langkah Penting Menentukan Kebutuhan Pelatihan Karyawan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari putri fildzah nurina salsabila tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: AI
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: AI

Ketika kinerja karyawan menurun, pelatihan sering dianggap sebagai solusi utama. Padahal, belum tentu masalahnya berasal dari kemampuan karyawan. Beban kerja, pembagian tugas, lingkungan kerja, hingga sistem yang kurang mendukung juga dapat memengaruhi hasil pekerjaan.

Karena itu, perusahaan perlu melakukan analisis personalia sebelum menentukan program pelatihan. Langkah ini membantu perusahaan memahami siapa yang membutuhkan pelatihan dan kemampuan apa yang perlu dikembangkan.

Apa Itu Analisis Personalia?

Analisis personalia adalah proses mendalam yang dilakukan perusahaan untuk mengevaluasi kompetensi, kinerja, dan hambatan individual setiap karyawan guna merancang solusi pengembangan yang tepat sasaran. Analisis ini menjadi bagian dari Training Needs Analysis (TNA) yang digunakan untuk menemukan kesenjangan antara kemampuan yang dimiliki karyawan dan kemampuan yang dibutuhkan dalam pekerjaan. Jadi, perusahaan tidak hanya melihat apakah kinerja karyawan sudah sesuai target, tetapi juga mencari tahu penyebab ketika terjadi kesenjangan.

Kenapa Analisis Personalia Penting?

Tidak semua masalah kinerja bisa diselesaikan melalui pelatihan. Misalnya, seorang karyawan sering terlambat menyelesaikan pekerjaan. Penyebabnya bisa saja karena kurang memahami pekerjaan, tetapi bisa juga karena beban tugas terlalu banyak atau prosedur kerja yang kurang jelas. Jika penyebabnya adalah kurangnya keterampilan, pelatihan bisa menjadi pilihan. Namun, jika masalahnya berasal dari sistem atau beban kerja, perusahaan perlu memperbaiki faktor tersebut.

Menurut CDC, analisis kebutuhan dilakukan untuk mengetahui penyebab kesenjangan kinerja sebelum menentukan apakah pelatihan memang diperlukan.

Bagaimana Cara Melakukannya?

Analisis personalia dapat dilakukan dengan mengumpulkan informasi dari beberapa sumber, seperti:

1. penilaian kinerja

2. wawancara dengan karyawan

3. observasi pekerjaan

4. survei

5. tes pengetahuan atau keterampilan.

Informasi tersebut kemudian digunakan untuk melihat kemampuan yang sudah dimiliki, bagian yang masih perlu dikembangkan, serta faktor lain yang mungkin memengaruhi kinerja. Pendekatan seperti ini membantu perusahaan menentukan kebutuhan pelatihan dengan lebih tepat

Jadi, Apa yang Perlu Dilakukan?

Ketika menemukan masalah kinerja, langkah pertama bukan langsung menentukan jadwal pelatihan. Perusahaan perlu mencari tahu apa masalahnya, siapa yang mengalaminya, apa penyebabnya, dan apakah masalah tersebut memang dapat diselesaikan melalui pelatihan.

Jika ditemukan kesenjangan pengetahuan atau keterampilan, pelatihan dapat menjadi salah satu solusi. Namun, jika masalahnya berasal dari beban kerja, sistem kerja, fasilitas, pembagian tugas, atau faktor lainnya, maka penyelesaiannya perlu disesuaikan dengan penyebab tersebut.

Pada akhirnya, analisis personalia membantu perusahaan mengambil keputusan pengembangan karyawan berdasarkan kondisi yang benar-benar ditemukan. Dengan cara ini, pelatihan tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi memiliki tujuan yang jelas dan sesuai dengan kebutuhan karyawan.