Penggunaan Kata Baku yang Terabaikan di Era Modern

Mahasiswa universitas pamulang
Tulisan dari Putri Malihul Hanny tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Penggunaan kata baku sering terabaikan di Era Modern seperti sekarang, mereka terbiasa menggunakan kata tidak baku dalam kehidupan sehari-hari. Kata baku merupakan kata yang telah ditetapkan sesuai dengan kesepakatan atau standar yang tercantum dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Jadi, Kata Baku adalah kata yang benar dari segi penulisan ataupun dari segi ejaan.

Penggunaan kata baku biasa dipakai dalam hal-hal yang resmi contohnya seperti pidato kepresidenan, undang-undang pidato kenegaraan, surat dinas, karya ilmiah dan lain-lain. Penggunaan kata baku sejauh ini masih berlaku dalam dunia akademis. Sementara di media massa, apalagi dalam kehidupan sehari-hari, masih banyak orang yang menulis dengan kata tidak baku.
Saat ini masih banyak remaja yang tidak menggunakan kata baku, bahkan salah dalam penulisannya misalnya penggunaan kata rubah (merubah), kata bakunya atau kata yang benar yaitu ubah (mengubah). kalau rubah merupakan sebutan untuk binatang pemakan daging. Sementara ubah artinya ganti atau tukar (mengubah= menukar, mengganti).
contoh lainnya yaitu kata imbau (mengimbau), kata imbau merupakan kata baku dan kata tidak bakunya yaitu himbau (menghimbau).
kata tidak baku merupakan kata yang tidak terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Terdapat beberapa kata baku yang sering terabaikan di era modern seperti sekarang, antara lain:
Analisis
Apotek
Asas
Hafal
Nasihat
Paham
Praktik
Pikir
Banyak dari masyarakat yang menulis kata diatas dengan bentuk kata tidak baku, seperti:
Analisa
Apotik
Azas
Hapal
Nasehat
Faham
Praktek
Fikir
itu lah beberapa kata yang sering terabaikan dikalangan modern seperti sekarang, kita sebagai warga negara Indonesia diharapkan untuk menggunakan bahasa yang baik dan benar sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dalam forum resmi maupun tidak resmi. Semoga dapat menambah pemahaman kita dalam melestarikan Bahasa Indonesia yaitu melalui penggunaan kata baku yang penulisannya masih sering tertukar dengan kata tidak baku.
