Konten dari Pengguna

Inovasi Pangan: Mengolah Kacang Tanah Menjadi Susu Nabati Sehat

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Putri Larasati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sosialisasi Inovasi Pangan Lokal berupa diversifikasi kacang tanah menjadi minuman nabati bersama ibu-ibu PKK di Balai Desa Karangtalun, Jumat (7/8/2026). Foto: Putri Larasati
zoom-in-whitePerbesar
Sosialisasi Inovasi Pangan Lokal berupa diversifikasi kacang tanah menjadi minuman nabati bersama ibu-ibu PKK di Balai Desa Karangtalun, Jumat (7/8/2026). Foto: Putri Larasati

TANON — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Kelompok 94 Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, menggelar program pemberdayaan masyarakat bertajuk “Sosialisasi Diversifikasi Pangan Lokal melalui Inovasi Kacang Tanah Menjadi Susu Nabati” di Balai Desa Karangtalun, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Kamis (7/8/2026). Kegiatan ini diinisiasi untuk mengoptimalkan potensi komoditas pertanian lokal agar memiliki nilai tambah ekonomi serta mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis desa.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WIB tersebut dihadiri oleh kelompok ibu-ibu Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Karangtalun. Dalam pemaparannya, Putri Larasati, mahasiswa program studi Teknologi Pangan, Fakultas Sains dan Teknologi UNISRI, menjelaskan bahwa pemanfaatan kacang tanah di tingkat masyarakat selama ini cenderung terbatas pada konsumsi primer atau pengolahan konvensional. Melalui pendekatan diversifikasi, komoditas agraris ini sejatinya berpeluang besar ditransformasikan menjadi minuman nabati berdaya saing tinggi yang kaya gizi.

Guna memberikan pemahaman yang terintegrasi, edukasi tidak hanya berfokus pada ranah teoretis melainkan dilanjutkan dengan peragaan dan praktik pengolahan secara langsung. Para peserta diajak mempelajari tahapan pemrosesan susu kacang tanah yang higienis, mulai dari preparasi bahan baku, teknik pengupasan kulit ari, ekstraksi, hingga tahap pembotolan dan pengemasan produk agar menarik secara visual.

Ibu-ibu PKK Desa Karangtalun memamerkan produk minuman nabati olahan kacang tanah saat kegiatan sosialisasi KKN PPM UNISRI 94, Jumat (7/8/2026). Foto: Putri Larasati

Dalam sesi pendampingan, Putri membagikan sejumlah poin krusial terkait pengembangan minuman nabati berbahan dasar pangan lokal:

1. Peningkatan Nilai Tambah Komoditas Local: Mengubah bentuk komoditas kacang tanah mentah menjadi produk minuman olahan siap konsumsi yang memiliki batas margin keuntungan lebih tinggi dibanding penjualan bahan mentah.

2. Teknik Pemrosesan Higienis dan Tepat Tahap: Memahami pentingnya pemisahan kulit ari dan kontrol suhu saat ekstraksi guna menghasilkan cita rasa gurih yang lembut, warna yang bersih, serta aroma khas tanpa rasa pahit.

3. Diversifikasi Alternatif Minuman Sehat: Menghadirkan alternatif minuman nabati berbasis komoditas lokal yang kaya nutrisi bagi keluarga, sekaligus menjadi solusi variasi konsumsi selain susu hewani atau kedelai.

4. Strategi Pengemasan Menarik: Menerapkan standar pengemasan botol tertutup yang higienis dan berestetika untuk meningkatkan daya pikat produk di mata konsumen.

5. Peluang Usaha Rumahan (UMKM): Mendorong keberanian anggota PKK untuk memproyeksikan keterampilan pengolahan ini menjadi rintisan unit usaha mandiri skala rumah tangga demi memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

Kendati dalam pelaksanaannya berdampingan dengan agenda BPD Musyawarah Keterwakilan Perempuan serta memerlukan ketelitian ekstra pada tahap pemisahan kulit ari kacang, antusiasme peserta tetap terjaga hingga akhir acara. Suasana interaktif terbangun saat para ibu PKK berdiskusi mengenai prospek daya simpan produk, formulasi rasa, hingga estimasi kalkulasi biaya produksi.

Program pemberdayaan ini diakhiri dengan penyerahan sampel produk minuman nabati serta komitmen bersama untuk terus mengeksplorasi potensi pangan lokal Desa Karangtalun. Melalui edukasi teknologi pangan yang aplikatif ini, masyarakat diharapkan mampu mengoptimalkan komoditas lokal menjadi produk bernilai jual tinggi yang sustainabel.