Konten dari Pengguna

Dari Istana Air ke Pusat Seni Transformasi Tamansari Menarik Perhatian Wisatawan

Elsya Triana Putri Permadani

Elsya Triana Putri Permadani

Saya Mahasiswa Semester 3 dari Universitas Pancasakti Tegal, Prodi ilmu sosial dan politik, fakultas ilmu komunikasi

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Elsya Triana Putri Permadani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto ini diambil saat saya mengunjungi Tamansari Yogyakarta, memperlihatkan suasana khas istana air yang penuh dengan nilai sejarah dan arsitektur unik.
zoom-in-whitePerbesar
Foto ini diambil saat saya mengunjungi Tamansari Yogyakarta, memperlihatkan suasana khas istana air yang penuh dengan nilai sejarah dan arsitektur unik.

Tamansari Yogyakarta: Jejak Sejarah Istana Air yang Masih Memikat Wisatawan

Yogyakarta, 18 Oktober 2025 — Tamansari Yogyakarta, yang dikenal sebagai Istana Air Kesultanan Yogyakarta, terus menjadi salah satu destinasi wisata budaya favorit bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Meski telah berusia lebih dari dua abad, pesona arsitektur dan sejarahnya tetap memikat hingga kini.

Tamansari dibangun pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono I sekitar tahun 1758–1765. Kompleks ini dahulu difungsikan sebagai tempat peristirahatan, meditasi, pemandian keluarga kerajaan, hingga benteng pertahanan. Kini, sisa-sisa kejayaan masa lalu itu masih dapat disaksikan melalui beberapa bangunan yang tersisa seperti Umbul Binangun, Sumur Gumuling, dan lorong bawah tanah.

Suasana tenang di Umbul Binangun, tempat pemandian kerajaan yang kini menjadi saksi bisu kejayaan masa lalu. foto ini diambil pada saat saya mengunjungi Tamansari.

Menurut Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, jumlah kunjungan ke Tamansari meningkat hingga 25% selama tiga bulan terakhir, terutama saat akhir pekan dan musim liburan. Banyak wisatawan mengaku tertarik mengunjungi Tamansari karena keunikan arsitektur yang memadukan gaya Jawa dan Portugis, serta nilai sejarah yang melekat kuat pada setiap sudut bangunannya.

“Saya sangat terkesan dengan keindahan Tamansari. Tempat ini seperti membawa kita kembali ke masa lalu, apalagi saat berada di Sumur Gumuling yang sangat unik,” ujar Anisa, wisatawan asal Bandung.

Tak hanya itu, kawasan sekitar Tamansari yang dikenal dengan nama Kampung Taman juga berkembang menjadi pusat kreativitas warga lokal. Di sana, wisatawan bisa menemukan berbagai kerajinan batik, lukisan mural, dan produk seni lainnya yang menambah daya tarik kawasan ini.

Pemerintah kota Yogyakarta juga berkomitmen untuk terus menjaga kelestarian Tamansari melalui program revitalisasi dan konservasi situs cagar budaya, termasuk penataan ulang kawasan wisata agar tetap nyaman dan edukatif bagi pengunjung.

Dengan kombinasi antara nilai sejarah, estetika arsitektur, dan geliat budaya masyarakat sekitar, Tamansari tetap menjadi simbol kejayaan masa lalu yang relevan dan menarik di masa kini.