Konten dari Pengguna

Ngopi di Atas Awan: Sensasi Cloud Coffee di Tengah Hutan Pinus Guci Forest Tegal

Elsya Triana Putri Permadani

Elsya Triana Putri Permadani

Saya Mahasiswa Semester 3 dari Universitas Pancasakti Tegal, Prodi ilmu sosial dan politik, fakultas ilmu komunikasi

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Elsya Triana Putri Permadani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

TEGAL – Jika biasanya menikmati kopi dilakukan di kafe perkotaan, kini para pecinta kafein beralih ke lereng Gunung Slamet. Guci Forest Tegal menjadi viral berkat konsep "Cloud Coffee"—pengalaman menikmati kopi hangat di tengah kepungan kabut tebal hutan pinus dengan suhu udara mencapai 15 derajat Celsius.

Kopi Arabika Slamet dan Pemandian Air Panas

Daya tarik utama dari tempat ini adalah penyajian kopi lokal Arabika Gunung Slamet yang memiliki aroma rempah yang khas. Uniknya, pengunjung bisa menikmati kopi ini sambil merendam kaki di kolam air panas alami yang terletak tepat di bawah area tempat duduk kafe yang bergaya rustik.

Dokumentasi by:pribadi. Foto ini memperlihatkan satu cup minuman kopi dingin dengan topping krim lembut yang disajikan dalam gelas plastik berlabel "Guci Forest". Terletak di atas meja putih yang minimalis, latar belakang foto menyuguhkan panorama hutan pinus yang asri dan berkabut di kawasan Guci, Tegal.

"Sensasinya sangat kontras. Udara di luar dingin sekali dan berkabut, tapi kaki hangat terendam air panas sambil pegang gelas kopi panas. Ini yang kami sebut healing yang sebenarnya," ujar Rendy, seorang pengunjung asal Semarang.

Desain Kafe Estetik Serba Kayu

Bangunan kafe di Guci Forest didominasi oleh material kayu jati dan pinus, menyatu sempurna dengan lingkungan sekitar. Lampu-lampu gantung temaram yang mulai menyala di sore hari menciptakan suasana romantis yang sering dijuluki "Swiss-nya Jawa Tengah" oleh para netizen di media sosial.