Digital Citizen dan Citizen Journalism: Sama-Sama Aktif di Dunia Digital, Apa Be

Mahasiswa Ilmu Komunikasi, di Universitas Pamulang
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Putri Rahmawati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di era perkembangan teknologi digital, hampir setiap orang memiliki kesempatan untuk mengakses, membagikan, bahkan menghasilkan informasi melalui internet. Media sosial seperti Instagram, TikTok, X, dan berbagai platform digital lainnya telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Namun, tidak semua orang yang aktif menggunakan internet dapat disebut sebagai jurnalis warga atau citizen journalist.
Istilah digital citizen dan citizen journalism sering kali dianggap memiliki arti yang sama. Padahal, keduanya mempunyai pengertian dan peran yang berbeda dalam kehidupan digital.
Apa Itu Digital Citizen?
Digital citizen atau warga digital merupakan seseorang yang menggunakan teknologi digital dan internet untuk berkomunikasi, mencari informasi, belajar, serta berpartisipasi dalam lingkungan digital. Aktivitasnya tidak hanya terbatas pada media sosial, tetapi juga mencakup penggunaan layanan digital untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.
Seorang digital citizen diharapkan mampu memahami etika berinternet, menghargai privasi orang lain, menjaga keamanan data pribadi, serta bertanggung jawab terhadap informasi yang dibagikan.
Contohnya, seseorang yang menggunakan media sosial untuk berdiskusi, mengikuti perkembangan berita, membagikan konten edukasi, atau berkomunikasi dengan orang lain termasuk bagian dari digital citizen.
Lalu, Apa Itu Citizen Journalism?
Berbeda dengan digital citizen, citizen journalism atau jurnalisme warga merupakan aktivitas masyarakat dalam mengumpulkan, mendokumentasikan, dan menyebarkan informasi mengenai suatu peristiwa kepada publik.
Kegiatan ini memungkinkan masyarakat ikut berperan dalam penyebaran informasi tanpa harus berstatus sebagai jurnalis profesional.
Misalnya, ketika seseorang merekam peristiwa banjir di lingkungan tempat tinggalnya, kemudian membagikan informasi mengenai lokasi, kondisi, dan dampaknya kepada masyarakat. Aktivitas tersebut dapat menjadi bagian dari praktik citizen journalism.
Meskipun demikian, informasi yang disampaikan tetap perlu memperhatikan fakta, keakuratan, konteks, dan etika publikasi.
Apa Perbedaan Keduanya?
Perbedaan paling mendasar antara digital citizen dan citizen journalism terletak pada peran dan aktivitasnya.
Digital citizen memiliki cakupan yang lebih luas karena berhubungan dengan seluruh aktivitas seseorang dalam menggunakan teknologi digital secara bertanggung jawab. Sementara itu, citizen journalism lebih berfokus pada keterlibatan masyarakat dalam proses penyampaian informasi dan pelaporan peristiwa.
Dengan kata lain, seseorang yang aktif menggunakan media sosial merupakan bagian dari digital citizen, tetapi belum tentu melakukan citizen journalism. Sebaliknya, seseorang yang mendokumentasikan peristiwa dan menyampaikan informasi kepada publik melalui media digital sedang menjalankan praktik jurnalisme warga.
Menjadi Warga Digital yang Bertanggung Jawab
Kehadiran teknologi memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menjadi bagian dari ekosistem informasi. Namun, kemudahan membagikan informasi juga harus diimbangi dengan kesadaran untuk memeriksa kebenaran sebelum menyebarkannya.
Baik digital citizen maupun citizen journalist memiliki tanggung jawab dalam menjaga kualitas ruang digital. Keduanya perlu memahami bahwa setiap informasi yang dibagikan dapat memengaruhi cara masyarakat melihat dan memahami suatu peristiwa.
Pada akhirnya, menjadi warga digital bukan hanya tentang kemampuan menggunakan teknologi, melainkan juga tentang bagaimana seseorang bersikap bijak dan bertanggung jawab. Sementara itu, menjadi jurnalis warga membutuhkan kesadaran lebih dalam menyampaikan informasi yang faktual, akurat, dan bermanfaat bagi publik.
