Ampas Jadi Pupuk, Shift Jadi Strategi: Pelajaran Manajemen dari Sido Muncul

Mahasiswa Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari putri wulandari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kunjungan KKL ke PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul pada 12 Oktober 2026 memberikan pengalaman belajar bagi kami, mahasiswa Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Dari penjelasan pemateri, kami mempelajari pengelolaan limbah, prinsip 3P, serta perencanaan produksi yang diterapkan dalam kegiatan perusahaan.
Limbah yang Kembali Jadi Manfaat
Ampas dari pengolahan bahan herbal tidak hanya menjadi sisa produksi, tetapi juga dapat dimanfaatkan kembali. Berdasarkan penjelasan pemateri saat kunjungan, Sido Muncul mengolah ampas tersebut menjadi pupuk organik yang digunakan untuk tanaman di area perusahaan. Dengan begitu, sisa pengolahan bahan jamu masih memiliki manfaat. Pemateri juga menjelaskan pemanfaatan sebagian ampas sebagai biomassa untuk bahan bakar boiler. Bagi kami, penjelasan ini memberikan gambaran bahwa pengelolaan limbah dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga lingkungan
Tiga P: People, Planet, Profit
Pemateri juga menjelaskan prinsip 3P yang terdiri dari people (kesejahteraan manusia), planet (kelestarian lingkungan), dan profit (keuntungan). Ketiga aspek tersebut menjadi hal yang perlu diperhatikan perusahaan dalam menjalankan kegiatan bisnis. Dari penjelasan tersebut, kami memahami bahwa pengelolaan limbah tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga dapat mendukung efisiensi kegiatan perusahaan dan keberlanjutan usaha.
Merencanakan Produksi di Sido Muncul dengan Data
Dalam perencanaan, perusahaan rutin menggelar rapat evaluasi dengan siklus PDCA (plan, do, check, act) untuk menentukan produk selanjutnya. Prediksi permintaan memakai peramalan historis, yaitu membaca pola penjualan tahun-tahun sebelumnya.
Saat Permintaan Melonjak, Shift Pun Diatur
Hasil peramalan itu terlihat pada musim ramai. Menjelang akhir tahun dan Lebaran, jumlah pembeli melonjak sehingga produksi harus ditingkatkan. Untuk mengejarnya, sebagian karyawan bekerja hingga Sabtu dan Minggu dengan sistem shift. Pengaturan ini menunjukkan bahwa perencanaan produksi bukan sekadar angka di atas kertas, tetapi menyangkut manusia yang menjalankannya.
Pelajaran bagi Calon Manajer
Kunjungan ini memberikan gambaran bahwa materi kuliah seperti perencanaan produksi, peramalan permintaan, evaluasi, dan tanggung jawab terhadap lingkungan berkaitan dengan kegiatan perusahaan sehari-hari. Sebagai mahasiswa Manajemen, kami belajar bahwa menjalankan bisnis membutuhkan perhitungan, evaluasi, dan perhatian terhadap sumber daya yang digunakan.
Penulis: Putri Wulandari, Mahasiswa Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
