Konten dari Pengguna

Mahasiswa UM BBM Lesanpuro Berdayakan Warga melalui Program Sahabat TOGA

Putri Zahra Panggih Setiawati

Putri Zahra Panggih Setiawati

Mahasiswa S1 Teknik Informatika

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Putri Zahra Panggih Setiawati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Program Sahabat TOGA menggabungkan edukasi, praktik penanaman, pembagian 50 bibit, dan website edukasi untuk mendukung kesehatan masyarakat.

Dokumentasi Pelaksanaan Program Sahabat TOGA
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi Pelaksanaan Program Sahabat TOGA

MALANG, 22 Juli 2026 – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan keluarga sekaligus kepedulian terhadap lingkungan, 16 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang tergabung dalam program UM Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) melaksanakan program kerja Sahabat TOGA di RW 04 Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu (19/7) ini menyasar ibu rumah tangga dan anggota PKK melalui edukasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA), pemanfaatan botol plastik bekas sebagai media tanam, serta pembagian media tanam dan bibit TOGA yang dapat dibawa pulang oleh peserta.

Program Sahabat TOGA merupakan respons atas hasil observasi yang dilakukan tim UM BBM di RW 04 Kelurahan Lesanpuro. Hasil observasi menunjukkan bahwa masyarakat memiliki potensi dalam pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), terutama melalui kegiatan yang dijalankan oleh ibu-ibu PKK. Namun, pemanfaatannya masih belum optimal karena keterbatasan pengetahuan mengenai jenis dan manfaat tanaman obat, teknik budidaya sederhana, serta keterbatasan lahan pekarangan. Di sisi lain, botol plastik bekas hasil aktivitas rumah tangga juga belum dimanfaatkan secara optimal dan sebagian besar masih berakhir sebagai limbah.

Hal tersebut juga disampaikan oleh Wakil Ketua PKK RW 04 Kelurahan Lesanpuro yang menyebutkan bahwa pengembangan TOGA sebenarnya telah lama menjadi salah satu rencana kegiatan PKK, tetapi belum dapat direalisasikan karena berbagai keterbatasan.

"Sebenarnya program TOGA ini sudah lama kami rencanakan, tetapi belum pernah benar-benar terlaksana. Kehadiran adik-adik mahasiswa UM BBM menjadi awal yang baik karena tidak hanya memberikan edukasi mengenai TOGA, tetapi juga menyediakan bibit tanaman serta media tanam yang dapat langsung dimanfaatkan oleh warga. Harapan kami, setelah kegiatan ini selesai masyarakat tetap semangat merawat tanaman tersebut sehingga program TOGA dapat terus berkembang di lingkungan kami," ujarnya.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan keluarga. Peserta diperkenalkan dengan berbagai jenis tanaman obat yang mudah dibudidayakan di lingkungan rumah, seperti jahe, kunyit, daun mint, lavender, dan kumis kucing, beserta manfaatnya dalam membantu meredakan berbagai keluhan kesehatan ringan.

Selain memberikan edukasi, tim UM BBM Lesanpuro Kelompok 2 juga mendemonstrasikan pemanfaatan botol plastik bekas sebagai media tanam TOGA. Dalam sesi ini, tim memperagakan tahapan pembuatan media tanam, mulai dari proses pemotongan botol, pembuatan lubang drainase, hingga media tanam siap digunakan. Demonstrasi tersebut bertujuan memberikan inspirasi kepada masyarakat bahwa limbah plastik rumah tangga masih memiliki nilai guna apabila dimanfaatkan kembali sebagai media tanam yang ekonomis dan ramah lingkungan.

Untuk mendukung implementasi program, tim UM BBM Lesanpuro Kelompok 2 telah menyiapkan media tanam berbahan botol plastik bekas beserta 50 bibit Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang terdiri atas jahe, kunyit, daun mint, lavender, dan kumis kucing. Peserta kemudian diajak menanam bibit TOGA menggunakan media tanam yang telah disediakan. Seluruh bibit tersebut selanjutnya dibawa pulang oleh peserta untuk dirawat di pekarangan rumah masing-masing sehingga manfaat program dapat terus dirasakan setelah kegiatan berakhir.

Sebagai bentuk inovasi sekaligus upaya menjaga keberlanjutan program, tim UM BBM Lesanpuro Kelompok 2 juga mengembangkan Website Sahabat TOGA yang memuat informasi mengenai berbagai jenis Tanaman Obat Keluarga, manfaat, cara budidaya, hingga pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Website tersebut dapat diakses dengan mudah melalui QR Code yang dibagikan kepada masyarakat sehingga informasi mengenai TOGA tetap tersedia kapan saja melalui telepon genggam.

Sebagai simbol keberlanjutan program, tim UM BBM Lesanpuro Kelompok 2 menyerahkan QR Code Website Sahabat TOGA secara simbolis kepada Ketua RW 04 Kelurahan Lesanpuro. Melalui QR Code tersebut, masyarakat akan diarahkan ke website yang berisi informasi lengkap mengenai berbagai jenis TOGA, manfaat, cara budidaya, hingga pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Penyerahan ini diharapkan menjadi langkah awal agar website tersebut dapat dimanfaatkan sebagai media informasi dan pembelajaran mengenai TOGA bagi seluruh warga, bahkan setelah program UM Belajar Bersama Masyarakat berakhir.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Ibu-ibu PKK dan warga RW 04 aktif berdiskusi, mengajukan berbagai pertanyaan mengenai manfaat tanaman obat, serta menunjukkan antusiasme terhadap pemanfaatan botol plastik bekas sebagai media tanam. Tingginya partisipasi peserta mencerminkan minat masyarakat untuk mengembangkan TOGA sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan keluarga sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih hijau.

Melalui program Sahabat TOGA, mahasiswa UM Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) Lesanpuro Kelompok 2 Universitas Negeri Malang berharap masyarakat dapat terus mengembangkan budidaya Tanaman Obat Keluarga secara mandiri. Kehadiran TOGA di pekarangan rumah diharapkan tidak hanya mendukung kemandirian keluarga dalam menjaga kesehatan, tetapi juga meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan limbah plastik melalui pemanfaatan kembali botol plastik bekas sebagai media tanam. Didukung oleh Website Sahabat TOGA yang dapat diakses secara berkelanjutan, program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan.