Konten dari Pengguna

Perusahaan Cari Talenta, Mahasiswa Cari Kerja

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Putri Amelia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kesenjangan talenta dan kebutuhan dunia kerja membuat mahasiswa perlu mempersiapkan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

sumber : hanya ilustrasi yang dibuat oleh penerbit
zoom-in-whitePerbesar
sumber : hanya ilustrasi yang dibuat oleh penerbit

Setiap tahun, ribuan mahasiswa lulus dengan harapan bisa segera mendapatkan pekerjaan. Gelar sarjana sudah dimiliki, CV sudah dibuat, bahkan lowongan pekerjaan sudah mulai dilamar satu per satu. Namun, kenyataannya mencari pekerjaan tidak selalu semudah yang dibayangkan. Di sisi lain, perusahaan juga sering mengeluhkan sulitnya menemukan calon karyawan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Dari sini muncul pertanyaan: kalau mahasiswa sedang mencari pekerjaan dan perusahaan sedang mencari karyawan, kenapa keduanya justru sering tidak bertemu?

Menurut saya, salah satu penyebabnya adalah adanya perbedaan antara kemampuan yang dimiliki pencari kerja dengan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan. Dunia bisnis terus berubah mengikuti perkembangan teknologi, kebutuhan konsumen, dan persaingan industri. Kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), misalnya, membuat beberapa pekerjaan membutuhkan kemampuan baru yang sebelumnya mungkin belum terlalu diperhatikan. Akibatnya, ijazah saja belum tentu cukup jika tidak diimbangi dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Masalahnya, mahasiswa terkadang masih berfokus pada bagaimana mendapatkan gelar, sementara perusahaan lebih melihat apakah seseorang mampu memberikan kontribusi sesuai kebutuhan bisnis. Nilai akademik memang penting, tetapi kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, menggunakan teknologi, memecahkan masalah, dan beradaptasi juga menjadi pertimbangan. Menurut saya, kesenjangan ini perlu menjadi perhatian karena dunia pendidikan dan dunia kerja seharusnya saling mendukung, bukan berjalan dengan tujuan yang berbeda.

Hal ini berkaitan erat dengan perencanaan sumber daya manusia. Dalam menjalankan bisnis, perusahaan tidak bisa hanya menentukan target penjualan, memperluas pasar, atau membuka cabang baru tanpa memikirkan siapa yang akan menjalankan rencana tersebut. Perusahaan perlu memperkirakan jumlah tenaga kerja, kompetensi yang dibutuhkan, serta cara mengembangkan karyawan agar sesuai dengan arah bisnis. Artinya, perencanaan sumber daya manusia harus terintegrasi dengan perencanaan bisnis supaya tujuan perusahaan dapat dicapai secara efektif.

sumber : job interview waiting

Menurut saya, perusahaan juga perlu mengubah cara pandang dalam mencari talenta. Jangan sampai perusahaan hanya mencari kandidat yang sudah menguasai semua keterampilan yang dibutuhkan, tetapi tidak memberikan kesempatan untuk belajar dan berkembang. Ketika teknologi dan kebutuhan bisnis terus berubah, kemampuan karyawan juga perlu ditingkatkan melalui pelatihan, upskilling, dan reskilling. Dengan begitu, perusahaan tidak hanya bergantung pada perekrutan karyawan baru, tetapi juga mampu mengembangkan potensi tenaga kerja yang sudah dimiliki.

Di sisi mahasiswa, kita juga tidak bisa hanya menunggu perusahaan menyesuaikan diri dengan kemampuan kita. Mahasiswa perlu mulai memahami perkembangan industri dan mencari tahu kompetensi apa yang dibutuhkan. Mengikuti pelatihan, membangun pengalaman melalui organisasi atau magang, mempelajari teknologi baru, serta mengembangkan keterampilan komunikasi bisa menjadi langkah untuk mempersiapkan diri. Menurut saya, kuliah seharusnya tidak hanya menjadi tempat untuk mendapatkan ijazah, tetapi juga kesempatan untuk membangun kemampuan yang dapat diterapkan ketika memasuki dunia kerja.

Pada akhirnya, persoalan antara perusahaan yang mencari talenta dan mahasiswa yang mencari pekerjaan bukan hanya tentang siapa yang kurang berusaha. Ada kesenjangan yang perlu dijembatani antara dunia pendidikan, mahasiswa, dan kebutuhan bisnis. Perusahaan perlu merencanakan kebutuhan sumber daya manusia sesuai dengan strategi bisnisnya, sementara mahasiswa perlu lebih aktif mempersiapkan kompetensi yang relevan. Jika keduanya dapat berjalan beriringan, peluang untuk mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan kemampuan pencari kerja akan semakin besar. Sebab, perusahaan membutuhkan talenta untuk mengembangkan bisnis, sedangkan mahasiswa membutuhkan kesempatan untuk membuktikan kemampuan mereka.