Tetapkan Produk Unggulan, Mahasiswa KKN Unand Gelar FGD di Nagari Pasar Tapan

Mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Andalas
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Putria Moza tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) bersama pemerintah nagari dan Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk menetapkan produk unggulan UMKM di Nagari Pasar Tapan (11/8). Acara ini diadakan bertujuan untuk memetakan dan mengembangkan potensi ekonomi lokal.
FGD yang berlangsung di Kantor Wali Nagari Pasar Tapan, Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan ini dihadiri oleh berbagai pihak penting. Turut hadir PJ Wali Nagari Pasar Tapan, Camat Basa Ampek Balai Tapan, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), BUMNag, serta perwakilan Badan Musyawarah (Bamus) dan perangkat nagari lainnya.
Dalam diskusi, Ilham Havifi selaku DPL KKN Unand mengusulkan adanya inovasi pada produk-produk yang sudah ada.
"Ketika kita menganggap produk itu biasa, sebenarnya bisa diunggulkan melalui inovasi berupa olahan. Contohnya, tapai ada di mana saja, tapi olahannya bisa kita inovasikan sehingga menjadi ciri khas yang hanya ada di sini," ujarnya.
Ia juga menyarankan agar produk rajutan yang dikembangkan nagari perlu dipikirkan metode pemasarannya.
Sementara itu, BUMNag Pasar Tapan menyatakan komitmennya untuk memfasilitasi pemasaran produk UMKM, terutama melalui pemanfaatan media digital. Hal ini sejalan dengan program KKN mahasiswa yang fokus pada digitalisasi dan pengembangan repositori UMKM berbasis website.
Dalam kesempatan itu, Syamwil, Camat Basa Ampek Balai Tapan, menekankan pentingnya memanfaatkan lokasi strategis Nagari Pasar Tapan.
"Kegiatan yang kita laksanakan sudah tepat, karena inilah yang kita inginkan, bagaimana peningkatan ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan peluang yang ada," tuturnya.
Ia juga berharap produk seperti Solo dan Boko bisa dikembangkan menjadi oleh-oleh khas Tapan dengan kemasan yang menarik.
PJ Wali Nagari Pasar Tapan mendorong pencarian produk unggulan yang spesifik bagi nagari tersebut. la menyampaikan pentingnya menemukan produk yang dapat menjadi ciri khas Nagari Pasar Tapan dan melihat kemungkinan adanya UMKM dari jajanan umum yang mampu mewakili identitas nagari. Ia juga menyebut potensi rajutan yang tengah dikembangkan melalui pembentukan dua rumah rajutan di wilayah tersebut.
Berdasarkan hasil FGD tersebut, terdapat dua produk yang menjadi kandidat utama untuk dikembangkan sebagai produk unggulan Nagari Pasar Tapan. Produk tersebut adalah gulai pucuak kamang dan kacang padi goreng. Hasil ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menggerucutkan dan memfokuskan upaya pemberdayaan UMKM di nagari.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat untuk membangun ekosistem ekonomi yang kuat di Nagari Pasar Tapan, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berbasis potensi lokal.
